Festival Yi Peng


Yi Peng
Lentera terapung (khom loi) di atas Chiang Mai selama Yi Peng
Nama resmiยี่เป็ง
Nama lainYee Peng
JenisKebudayaan, relijius (Buddhisme)
PerayaanPelepasan lentera langit, penerangan phang pratheep (lampu tanah liat) dan lentera gantung, mencari pahala di kuil
MulaiDua hari sebelum bulan purnama bulan kedua dalam kalender lunar Lanna
TanggalNovember Pelepasan lentera langit, penerangan phang pratheep (lampu tanah liat) dan lentera gantung, pembuatan prestasi di kuil
FrekuensiTahunan

Yi Peng (bahasa Thai: ยี่เป็ง, bahasa Lanna: ᨿᩦᨦᨸᩮ᩠ᨦ) adalah perayaan tradisional Lanna yang berlangsung di Thailand Utara. Merupakan festival cahaya yang berakar kuat dalam ajaran Buddhisme Theravada, festival ini dirayakan selama tiga hari dan mencapai puncaknya pada bulan purnama kedua dalam kalender lunar Lanna (Thai: เดือนยี่, duean yi), biasanya jatuh pada bulan November.

Festival ini paling dikenal di kota Chiang Mai karena salah satu momennya yang paling terkenal adalah pelepasan ribuan khom loi atau lentera langit, yang diyakini dapat mengusir kesialan dan mengirimkan harapan ke surga. Meskipun Yi Peng merupakan tradisi Lanna yang berbeda, festival ini sering dirayakan bersamaan dengan Loi Krathong, festival nasional Thailand.

Etimologi dan asal-usul

Yi berarti "dua" dan peng berarti "hari bulan purnama", sehingga Yi Peng merujuk pada bulan purnama kedua menurut kalender lunar Lanna (bulan kedua belas dalam kalender lunar Thailand).[1] Festival ini berasal dari Kerajaan Lanna kuno (sekitar abad ke-13 hingga ke-18) dan diyakini berakar pada tradisi Kerajaan Hariphunchai pra-Buddha, yang sekarang menjadi Provinsi Lamphun.[2]

Beberapa catatan menyebut bahwa asal-usul festival kadang dikaitkan dengan praktik animisme dan Brahmanisme kuno dari India, meskipun saat ini festival ini lebih banyak diperingati sebagai tradisi Buddhis. Yi Peng dianggap sebagai waktu untuk mengumpulkan kebajikan (ทําบุญ, tham bun). Salah satu legenda menceritakan sekawanan burung yang menghormati Buddha dengan berputar di sekelilingnya sambil membawa obor menyala di paruh dan cakar mereka. Karena pengabdian mereka, Buddha menyatakan bahwa tindakan baik ini akan menghasilkan kelahiran kembali yang diberkahi dengan kecantikan dan keberuntungan. Di Thailand utara, menyalakan cahaya untuk menghormati Buddha selama Yi Peng dianggap sebagai perbuatan berjasa yang diyakini membawa kemurnian dan keberuntungan di kehidupan mendatang.[2][3]

Tradisi

Perayaan Yi Peng yang paling spektakuler berlangsung di Chiang Mai, bekas ibu kota Kerajaan Lanna, di mana festival Loi Krathong dan Yi Peng kini dirayakan bersamaan. Selama perayaan, dapat terlihat lampu-lampu yang mengapung di air, tergantung di pohon atau bangunan, dipasang di dinding, serta terbang ke langit. Tradisi Yi Peng juga diadopsi di beberapa wilayah Laos pada abad ke-16.[4][5]

Referensi

  1. ^ สาระน่ารู้เกี่ยวกับประเพณียี่เป็งล้านนา [Info about Lanna's Yi Peng] (dalam bahasa Thai). Chiang Rai Provincial Culture Office. 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-10. Diakses tanggal 2014-06-06.
  2. ^ a b Forbes, Andrew; Henley, David (1997). Khon Muang: People and Principalities of North Thailand (dalam bahasa Inggris). Asia Film House. hlm. 213. ISBN 978-1-876437-03-9.
  3. ^ "ว่าว เป็นเครื่องเล่นชนิดหนึ่งทำด้วยกระดาษสำหรับปล่อยให้ลอยไปตามลม" (pdf). artsandculture.mju.ac.th. สำนักศิลปวัฒนธรรม มหาวิทยาลัยแม่โจ้. Diakses tanggal 7 November 2025.
  4. ^ Thailanders, The. The Thailanders issue 9 (dalam bahasa Thai). Favori Media International Co., Ltd. hlm. 466–47.
  5. ^ "Lantern Festival of the Yee Peng Month". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-28.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement