Ferdinand Schörner
Ferdinand Schörner (12 Juni 1892 – 02 Juli 1973) adalah seorang komandan militer Jerman yang menjadi terpidana penjahat perang, yang berpangkat Generalfeldmarschall (Marsekal Lapangan) di Wehrmacht Jerman Nazi selama Perang Dunia II.
Ikhtisar
Ia merupakan satu-satunya prajurit Jerman yang mencapai pangkat Generalfeldmarschall dari status awalnya sebagai Einjährig-Freiwilliger (sukarelawan satu tahun). Ia memimpin beberapa regu angkatan darat dan merupakan Panglima Angkatan Darat Jerman terakhir serta orang terakhir yang dipromosikan ke pangkat Marsekal Lapangan di Wehrmacht.
Schörner adalah seorang Nazi yang berdedikasi dan dikenal luas karena kekejamannya. Menjelang akhir Perang Dunia II, ia adalah komandan favorit Hitler. Ia juga menjadi terkenal di kalangan tentara Jerman karena ketegasannya terhadap para "desertir". Setelah perang usai, ia dihukum karena kejahatan perang oleh pengadilan di Uni Soviet dan Jerman Barat, serta dipenjarakan di Uni Soviet, Jerman Timur, dan Jerman Barat.
Kehidupan awal
Schörner lahir pada tanggal 12 Juni 1892 di München, Kerajaan Bayern, Kekaisaran Jerman. Ia memasuki dinas Angkatan Darat Bayern pada bulan Oktober 1911 sebagai seorang sukarelawan satu tahun dengan Resimen Leib Bayern, dan pada bulan November 1914 ia menjadi Leutnant der Reserve (Letnan Cadangan).[1] Bertugas dalam Perang Dunia I, ia dianugerahi bintang militer Pour le Mérite sebagai letnan saat ia ikut serta dalam Pertempuran Caporetto, yang menghancurkan garis pertahanan Italia pada musim gugur 1917. Melanjutkan kariernya di Reichswehr pada masa antarperang, Schörner bertugas sebagai perwira staf dan instruktur. Pada tahun 1923, ia menjadi ajudan Jenderal Otto von Lossow, komandan Wehrkreis VII (distrik militer) di München dan berpartisipasi dalam menumpas Kudeta Balai Bir (Beer Hall Putsch).[2]
Perang Dunia II

Schörner memimpin Resimen Pegunungan ke-98 dalam invasi Polandia pada tahun 1939. Selama kampanye Balkan tahun 1941, ia memimpin Divisi Pegunungan ke-6 Jerman dan meraih penghargaan Salib Kesatria atas perannya dalam menembus Garis Metaxas. Bersama divisi ini, Schörner mengambil bagian dalam Operasi Barbarossa pada bulan Juni 1941. Divisi Gebirgs ke-6 ditugaskan ke sektor Arktik di Front Timur. Pada tahun 1942 sebagai General der Gebirgstruppe ia mengambil alih komando atas Korps Pegunungan XIX, bagian dari Angkatan Darat Jerman di Finlandia. Dengan komando ini ia berpartisipasi dalam serangan gagal ke Murmansk dan perang kebuntuan yang mengikutinya. Tugas Schörner adalah untuk menjaga Pabrik Nikel Pechenga tetap berada di tangan Jerman. Ketika Soviet membuka serangan terhadap sektor Arktik, divisi ini ambil bagian dalam pertempuran tersebut. Pada bulan Februari 1942, Schörner dipromosikan menjadi Generalleutnant, memimpin Korps Pegunungan Norwegia.
Ia kemudian memimpin Korps Panser XXXX di Front Timur dari bulan November 1943 hingga Januari 1944. Pada bulan Maret 1944 ia diangkat menjadi komandan Grup Angkatan Darat A, dan pada bulan Mei menjadi komandan Grup Angkatan Darat Ukraina Selatan. Setelah menyatakan bahwa pelabuhan Krimea di Sevastopol dapat dipertahankan untuk waktu yang lama bahkan jika Krimea jatuh, ia mengubah pikirannya dan melawan kehendak Hitler dengan mengevakuasi pelabuhan Laut Hitam tersebut.[3] Mundurnya pasukan ini terjadi terlambat sehingga Angkatan Darat ke-17 Jerman–Rumania yang mempertahankan Krimea menderita kerugian besar, dengan banyak prajurit tewas atau ditangkap saat menunggu di dermaga untuk dievakuasi. Selama akhir musim semi 1944, Schörner mengawasi penarikan mundur pasukan dari Sungai Dniester di Rumania.
Schörner dipromosikan menjadi Generaloberst pada bulan Mei 1944. Pada bulan Juli ia menjadi komandan Grup Angkatan Darat Utara, yang kemudian berganti nama menjadi Grup Angkatan Darat Kurlandia, di mana ia bertahan hingga bulan Januari 1945 ketika ia diangkat menjadi komandan Grup Angkatan Darat Tengah, yang mempertahankan Cekoslowakia dan hulu Sungai Oder. Ia menjadi favorit para pemimpin tinggi Nazi seperti Joseph Goebbels, yang catatan hariannya dari bulan Maret dan April 1945 memuat banyak pujian bagi Schörner dan metode-metodenya. Pada tanggal 5 April 1945, Schörner dipromosikan menjadi marsekal lapangan dan diangkat sebagai panglima baru Komando Tertinggi Angkatan Darat Jerman (OKH, Oberkommando des Heeres) dalam wasiat terakhir Hitler.[4] Ia secara nominal menjabat posisi ini hingga penyerahan Reich Ketiga pada 8 Mei 1945 tetapi terus memimpin grup angkatan daratnya, karena tidak ada staf yang tersedia baginya. Ia tidak memiliki pengaruh politik yang nyata pada hari-hari terakhir Reich tersebut.[butuh rujukan]
Pada 7 Mei, hari ketika Jenderal Alfred Jodl, Kepala Staf OKW sedang merundingkan penyerahan semua pasukan Jerman di SHAEF, kabar terakhir yang didengar OKW dari Schörner adalah pada tanggal 2 Mei. Ia telah melaporkan bahwa ia berniat untuk bertempur menuju barat dan menyerahkan grup angkatan daratnya kepada pihak Amerika Serikat. Pada tanggal 8 Mei, kolonel OKW Wilhelm Meyer-Detring dikawal melewati garis pertahanan Amerika untuk menghubungi Schörner. Kolonel tersebut melaporkan bahwa Schörner telah memerintahkan komando operasionalnya untuk mematuhi penyerahan diri namun ia tidak dapat menjamin bahwa perintahnya akan dipatuhi di mana-mana.[5] Schörner memerintahkan untuk melanjutkan pertempuran melawan Tentara Merah dan para pemberontak Ceko dalam Pemberontakan Praha.[butuh rujukan] Belakangan pada hari itu juga, Schörner melakukan desersi dan terbang ke Austria, di mana ia ditangkap oleh pasukan Amerika pada 18 Mei.[5] Elemen-elemen dari Grup Angkatan Darat Tengah terus melawan pasukan Tentara Merah yang luar biasa besar saat menyerbu Cekoslowakia selama Serangan Praha terakhir. Unit-unit Grup Angkatan Darat Tengah, kesatuan besar Jerman terakhir yang menyerah, akhirnya berkapitulasi pada tanggal 11 Mei 1945.[butuh rujukan]
Pengadilan dan hukuman pascaperang
Setelah perang usai, Schörner menyerahkan dirinya kepada pihak Amerika Serikat pada 18 Mei 1945, yang beberapa minggu kemudian menyerahkannya kepada otoritas Soviet sebagai tawanan perang.[6] Pada bulan Agustus 1951, ia didakwa atas kejahatan perang, dan pada Februari 1952 Dewan Militer Mahkamah Agung Soviet menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara. Sebuah dekret dari Presidium Majelis Agung Uni Soviet pada April 1952 mengurangi hukuman ini menjadi 12 setengah tahun. Dekret pada bulan Desember 1954 mengizinkannya untuk diserahkan kepada otoritas Jerman Timur,[butuh rujukan] dan ia dibebaskan pada tahun 1955.[7] Sekembalinya ke Jerman Barat, ia ditangkap dan didakwa atas eksekusi tentara Angkatan Darat Jerman yang dituduh melakukan desersi. Schörner dinyatakan bersalah atas pembunuhan tidak berencana dan percobaan pembunuhan, dan dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara. Ia dibebaskan pada 4 Agustus 1960 dan hidup dalam ketidakjelasan di München hingga kematiannya pada 2 Juli 1973.[2] Pada saat kematiannya, ia adalah marsekal lapangan terakhir dari Reich Ketiga yang masih hidup. Pada 7 Desember 1971, ia memberikan wawancara kepada sejarawan Italia Francesco Fadini mengenai peran dan tindakannya selama kemenangan Austro-Jerman di Pertempuran Caporetto pada Perang Dunia I,[8] tetapi jarang berbicara tentang masa dinasnya dalam Perang Dunia II.[9]
Penilaian
Para veteran Jerman secara khusus mengkritik Schörner atas sebuah perintah pada tahun 1945 yang menyebutkan bahwa semua prajurit yang ditemukan di belakang garis depan tanpa memiliki surat perintah tertulis harus langsung diadili di mahkamah militer di tempat dan digantung jika terbukti bersalah melakukan desersi.[10] Hal ini disebutkan dalam tulisan-tulisan Siegfried Knappe, Hans von Luck, dan Joseph Goebbels. "Desertir tidak mendapat ampun darinya," tulis Goebbels tentang Schörner pada 11 Maret 1945. "Mereka digantung di pohon terdekat dengan plakat di leher mereka yang bertuliskan 'Saya adalah seorang desertir. Saya menolak untuk membela wanita dan anak-anak Jerman dan karena itu saya digantung'". ("Ich bin ein Deserteur. Ich habe mich geweigert, deutsche Frauen und Kinder zu beschützen und bin deshalb aufgehängt worden.") Goebbels melanjutkan, "Tentu saja metode semacam itu efektif. Setiap pria di daerah Schörner tahu bahwa ia mungkin mati di garis depan tetapi pasti akan mati jika berada di garis belakang".[butuh rujukan] Gottlob Herbert Bidermann, seorang perwira infanteri Jerman dari Divisi Infanteri ke-132, yang bertugas di bawah komando Schörner pada 1944–45, melaporkan dalam memoarnya bahwa sang Jenderal sangat dibenci baik oleh para perwira maupun prajurit.[11]
Schörner dikatakan sangat mengabdi kepada Hitler, sebuah pandangan yang dipertegas dengan penunjukan Schörner oleh Hitler sebagai penggantinya sebagai Panglima Angkatan Darat Jerman pada saat bunuh dirinya sebagaimana tertuang dalam Wasiat dan surat wasiat terakhir Adolf Hitler.[9] Schörner tidak ragu untuk mendukung fantasi Hitler pada minggu-minggu terakhir perang, dengan menyetujui bahwa tujuan utama Tentara Merah adalah Praha dan bukannya Berlin (yang mana hal ini sendiri merupakan kesalahan strategis yang sangat besar) dan dengan demikian membiarkannya melemahkan garis pertahanan yang sangat tipis di depan Berlin. Sejarawan Ian Kershaw pada tahun 2011 (BBC History Magazine) mendeskripsikannya sebagai orang yang "luar biasa brutal".[perlu rujukan lengkap] Dalam The End (2012), Kershaw menggambarkan Schörner sebagai "seorang loyalis (Nazi) yang fanatik", yang ditunjukkan oleh kenyataan bahwa ia pernah bertugas sebentar pada bulan Maret 1944 sebagai Kepala Staf Kepemimpinan NS Angkatan Darat. Posisi tersebut bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan hubungan antara militer dan Partai Nazi.[12]


Schörner umumnya digambarkan dalam literatur sejarah sebagai orang yang gila disiplin dan seorang pengikut yang patuh buta terhadap perintah pertahanan dari Adolf Hitler, setelah Jerman kehilangan inisiatifnya pada paruh kedua Perang Dunia II tahun 1942/43.[13] Penelitian yang lebih baru oleh sejarawan Amerika Serikat Howard Davis Grier dan sejarawan Jerman Karl-Heinz Frieser menggambarkan Schörner sebagai komandan yang berbakat dengan kemampuan organisasi yang "menakjubkan" dalam mengelola sebuah grup angkatan darat berkekuatan 500.000 pasukan selama pertempuran di akhir 1944 di Front Timur.[14] Ia dikenal keras baik terhadap atasan maupun bawahannya dan terkadang melakukan operasi atas inisiatif dan wewenangnya sendiri bertentangan dengan perintah Hitler jika ia menganggapnya perlu, seperti pada evakuasi Semenanjung Sõrve.[14]
Kenaikan pangkat
- Gefreiter: 1 April 1912
- Unteroffizier: 1 Agustus 1912
- Vizefeldwebel (der Reserve): 22 Mei 1913
- Offiziersstellvertreter: 28 Agustus 1914
- Leutnant (der Reserve der Infanterie): 29 November 1914
- Oberleutnant: 15 Juli 1918
- Hauptmann: 1 Agustus 1926
- Mayor: 14 Agustus 1934
- Oberstleutnant: 16 Maret 1937
- Oberst: 27 Agustus 1939
- Generalmajor: 17 Desember 1941
- Generalleutnant: 28 Februari 1942
- General der Gebirgstruppe: 15 Mei 1942
- Generaloberst: 20 Mei 1944
- Generalfeldmarschall: 5 April 1945
Penghargaan dan tanda kehormatan
- Salib Besi (1914)[15]
- Kelas Ke-2 (22 Desember 1914)
- Gesper (1939) (12 September 1939)
- Kelas Ke-1 (27 Januari 1917)
- Gesper (20 September 1939)
- Kelas Ke-2 (22 Desember 1914)
- Salib Jasa Militer (Austria-Hungaria), kelas ke-3 dengan Dekorasi Perang (20 April 1916)
- Ordo Jasa Militer (Bayern), kelas ke-4 dengan Pedang dan Mahkota (24 Oktober 1917)
- Pour le Mérite (5 Desember 1917)
- Medali Anschluss (tanggal tidak diketahui)
- Medali Sudetenland dengan Gesper Kastel Praha (tanggal tidak diketahui)
- Salib Besi (1939)
- Salib Kesatria dengan Daun Ek, Pedang dan Berlian[16]
- Salib Kesatria pada 20 April 1941 sebagai Generalmajor dan komandan 6. Gebirgs-Division
- Daun Ek ke-398 pada 17 Februari 1944 sebagai General der Gebirgstruppe dan komandan XXXX. Panzerkorps
- Pedang ke-93 pada 28 Agustus 1944 sebagai Generaloberst dan panglima Heeresgruppe Nord
- Berlian ke-23 pada 1 Januari 1945 sebagai Generaloberst dan panglima Heeresgruppe Nord
- Salib Kesatria dengan Daun Ek, Pedang dan Berlian[16]
- Ordo Salib Kebebasan (Finlandia), Kelas Ke-1 (1 Juli 1942)
- Medali Front Timur (20 Agustus 1942)
- Lencana Emas Partai (Sosialis Nasional) (30 Januari 1943)
Referensi
Kutipan
- ^ Lucas, James (1980). Alpine Elite: German mountain troops of World War II (dalam bahasa Inggris). London: Jane's Publishing. hlm. 218. ISBN 0531037134. LCCN 81151532. OCLC 7505769. OL 3837072M. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Gießler, Klaus-Volker (2007). "Schörner, Ferdinand". Deutsche Biographie (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 19 Juli 2025.
- ^ Gilbert, Martin (1989-01-01) [1989]. The Second World War: A Complete History (Edisi Revisi). London: Henry Holt and Company (dipublikasikan 2004-06-01). hlm. 522. ASIN 0805076239. ISBN 9780805076233. OCLC 848503251. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Beevor, Antony (2002). The fall of Berlin, 1945 (dalam bahasa Inggris). New York: Viking Publisher. hlm. 344. ISBN 0670030414. LCCN 2002510674. OCLC 49704311. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Ziemke, Earl F. (1969-11-1). The Battle for Berlin: End of the Third Reich (dalam bahasa Inggris) (Edisi Revisi). New York: Ballantine Books, Inc. hlm. 134. ASIN 0356029603. ISBN 9780356029603. LCCN 70006216. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Kershaw, Ian (2012-04-26). The End (dalam bahasa Inggris). London: Penguin Books Ltd. hlm. 374–375. ISBN 9780141014210. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Lucas 1980, hlm. 218.
- ^ Silvestri, Mario (1984). Caporetto: Una battaglia e un enigma [Caporetto: sebuah pertempuran dan teka-teki] (dalam bahasa Italia). Italia: Mondadori.
- ^ a b Kershaw 2012, hlm. 305.
- ^ Knappe, Siegfried (1993-09-01). Soldat: Reflections of a German Soldier, 1936-1949 (dalam bahasa Inggris). New York: Random House Publishing Group. hlm. 448. ASIN 0440215269. ISBN 9780440215264. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Bidermann, Gottlob H. (2000-06-07) [1995]. In Deadly Combat: A German Soldier's Memoir of the Eastern Front [Krim-Kurland Mit Der 132 Infanterie Division] (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Zumbro, Derek S. (Edisi Kedua). hlm. 255. ASIN 0700611223. ISBN 9780700611225. JSTOR j.ctt1c3snn0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Kershaw 2012, hlm. 50.
- ^ Frieser, Karl-Heinz; Schönherr, Klaus; Schreiber, Gerhard (2007). Die Ostfront, 1943/1944: Der Krieg im Osten und an den Nebenfronten [Front Timur, 1943/1944: Perang di Timur dan di Front-Front Sekunder] (dalam bahasa Jerman). München: Deutsche Verlags-Anstalt. hlm. 662. ISBN 9783421062352. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Frieser et al. 2007, hlm. 662.
- ^ Thomas, Franz; Wegmann, Günter (1994). Die Ritterkreuzträger der Deutschen Wehrmacht 1939–1945 Teil VI: Die Gebirgstruppe Band 2: L–Z. Osnabrück: Biblio-Verlag. hlm. 280. ISBN 9783764824303. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Scherzer, Veit (2007). Die Ritterkreuzträger 1939–1945 Die Inhaber des Ritterkreuzes des Eisernen Kreuzes 1939 von Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine, Waffen-SS, Volkssturm sowie mit Deutschland verbündeter Streitkräfte nach den Unterlagen des Bundesarchives (dalam bahasa Jerman). Jena: Scherzers Militaer-Verlag. hlm. 681. ISBN 978-3-938845-17-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Bacaan lanjutan
- Vinogradov, V. K.; et al. (2005). Hitler's Death: Russia's Last Great Secret from the files of the KGB. Chaucer Press. ISBN 978-1-904449-13-3.
Pranala luar
- Gießler, Klaus-Volker (2007) (bahasa Jerman). "Schörner, Johann Ferdinand ". Di Neue Deutsche Biographie (NDB). 23. Berlin: Duncker & Humblot. pp. 435 et seq.. (full text online)
- "Ferdinand Schörner". Der Spiegel 48/1963. 26 November 1963. Diakses tanggal 16 Februari 2013.
- Kliping surat kabar tentang Ferdinand Schörner di Arsip Pers Abad ke-20 dari Perpustakaan Ekonomi Nasional Jerman (ZBW)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.







