Fenilbutazon

Fenilbutazon
Skeletal formula
Ball-and-stick model
Data klinis
Nama dagangButazolidine, Irgapan, Zonifar
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • (Hanya resep)
Pengenal
  • 4-Butil-1,2-difenil-pirazolidina-3,5-diona
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.027 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC19H20N2O2
Massa molar308.374 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • O=C2N(c1ccccc1)N(C(=O)C2CCCC)c3ccccc3
  • InChI=1S/C19H20N2O2/c1-2-3-14-17-18(22)20(15-10-6-4-7-11-15)21(19(17)23)16-12-8-5-9-13-16/h4-13,17H,2-3,14H2,1H3 checkY
  • Key:VYMDGNCVAMGZFE-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Fenilbutazon atau fenilbutason adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja sebagai anti-inflamasi melalui penghambatan enzim siklooksigenase dan penghambatan terhadap pembentukan mediator inflamasi, seperti prostaglandin.[1] Fenilbutazon merupakan asam dengan kekuatan sedang yang mampu membentuk garam misalnya dengan amin.[2] Dalam pengobatan, di samping bentuk asam bebas juga digunakan terutama dalam bentuk garam natrium dan garam kalsium.[2]

Fenilbutazon merupakan turunan dari pirazolon.[2] Fenilbutazon digunakan untuk mengobati reumatoid arthritis dan sejenisnya, kemudian secara berurutan didapat turunan fenilbutazon ialah oksifenbutazon, sulfinpirazon dan ketofenilbutazon.[2] Fenilbutazon dan oksifenbutazon juga mempunyai efek antipiretik dan analgesik.[2] Efek antiinflamasi sama dengan salisilat.[2] Efek urikosuriknya lemah dengan menghambat reabsorbsi asam urat melalui tubuli.[2] Dalam dosis kecil fenilbutazon justru mengurangi sekresi asam urat oleh tubuli.[2] Fenilbutazon tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada ibu hamil maupun ibu yang sedang menyusui.[3]

Dosis

Arthritis gout akut: dosis awal 500–800 mg sehari dalam 2-3 dosis selama 1-3 hari selanjutnya jika perlu 200–400 mg sehari, lama pengobatan tidak boleh lebih dari 7 hari. Sediaan fenilbutazon 200 mg, 3 × 1 tablet, terapi tidak boleh lebih dari 7 hari.[4]

Penggunaan

Penggunaan Fenilbutazon pada manusia telah dilarang di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris karena dapat menyebabkan efek berbahaya seperti menurunkan produksi sel darah putih atau menumbulkan Anemia Aplastik.[5]

Efek samping dan kerugian-kerugian

Efek samping dari fenilbutazon mirip dengan obat AINS lain. Overdosis atau penggunaan yang berkepanjangan dapat menyebabkan bisul pada saluran pencernaan (gastrointestinal ulcers), diskrasia darah (blood dyscrasia), kerusakan ginjal (terutama pecahnya pembuluh darah pada ginjal), memar pada mulut jika dikonsumsi melalui mulut, dan pendarahan internal.[5]

Rujukan

  1. ^ Donald Cairns (2009). Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. ISBN 987-979-448-916-1.
  2. ^ a b c d e f g h Anisa, Yuli (2012). "Identifikasi Bahan Kimia Obat Fenilbutazon Dalam Jamu Linurat Secara Kromatografi Lapis Tipis" (PDF). USU Institutional Repository. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-01-10. Diakses tanggal June 2 214. ; ;
  3. ^ Dr. Eni Williams (2014). "Phenylbutazone". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal June 2 2014. ;
  4. ^ ISFI (2009). Informasi Spesialite Obat Indonesia Volume 44. Jakarta: PT. ISFI Penerbitan.
  5. ^ a b 5. Ensiklopedi bebas bahasa inggris Wikipedia Phenylbutazone

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement