Emboli kolesterol

Emboli kolesterol
Nama lainEmboli kristal kolesterol, ateroemboli, sindrom jari kaki biru, sindrom jari kaki ungu, kaki sampah, sindrom jari kaki biru akibat warfarin.[1]: 338 
Mikrograf yang menunjukkan embolus kolesterol pada arteri berukuran sedang di ginjal. Biopsi ginjal. H&E stain.
SpesialisasiKardiologi Sunting ini di Wikidata

Emboli Kolesterol adalah kondisi medis yang terjadi ketika kolesterol dilepaskan dari plak aterosklerosis dan bergerak melalui aliran darah sebagai embolus, yang kemudian menyumbat pembuluh darah di lokasi yang lebih jauh. Penyumbatan ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah pada organ atau jaringan yang terpengaruh. Secara klinis, emboli kolesterol paling sering menimbulkan manifestasi pada kulit, termasuk livedo reticularis, gangren pada ekstremitas, serta gagal ginjal dalam kasus tertentu. Keterlibatan organ lain dapat terjadi tergantung pada lokasi masuknya kristal kolesterol ke dalam aliran darah.[2] Jika ginjal terpengaruh, kondisi ini dikenal sebagai penyakit ginjal ateroembolik.[3] Diagnosis biasanya dilakukan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dari organ yang terkena. Penanganan melibatkan eliminasi penyebab dan pemberian terapi suportif; penggunaan obat golongan statin dilaporkan dapat memperbaiki prognosis pasien.

Tanda dan gejala

Gejala emboli kolesterol bervariasi sesuai organ yang terlibat. Gejala nonspesifik yang umum termasuk demam, nyeri otot dan penurunan berat badan. Emboli pada ekstremitas bawah dapat menimbulkan perubahan warna kulit menjadi ungu, bercak-bercak kecil, serta kematian jaringan (gangren) yang biasanya tampak hitam. Pola marmer pada kulit, yang dikenal sebagai livedo reticularis, juga dapat terlihat.[3]

Keterlibatan ginjal menimbulkan gejala gagal ginjal yang bersifat nonspesifik, seperti mual, penurunan nafsu makan (anorexia), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan terkadang berbagai gejala Gangguan elektrolit seperti denyut jantung yang tidak teratur. Hematuria (urine berdarah) dapat muncul, meskipun sering hanya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis urin. Peningkatan protein dalam urin dapat menyebabkan edema kulit, suatu kondisi yang dikenal sebagai sindrom nefrotik.[3]

Jika emboli memengaruhi saluran pencernaan, gejala dapat berupa penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut nonspesifik, perdarahan gastrointestinal, dan kadang-kadang pankreatitis akut.

Sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) maupun sistem saraf perifer dapat terpengaruh. Emboli pada otak dapat menimbulkan episode mirip stroke, sakit kepala, dan kehilangan penglihatan sementara pada satu mata (dikenal sebagai amaurosis fugax). Emboli pada mata dapat terlihat melalui oftalmoskopi dan dikenal sebagai plak Hollenhorst.[4] Emboli pada sumsum tulang belakang dapat menyebabkan paraparesis (penurunan kekuatan pada tungkai) atau sindrom cauda equina, yaitu sekumpulan gejala akibat hilangnya fungsi bagian distal sumsum tulang belakang, termasuk kehilangan kontrol kandung kemih, rektum, dan sensasi kulit di sekitar anus. Jika suplai darah ke saraf tunggal terhenti akibat embolus, hasilnya adalah hilangnya fungsi pada otot yang dipersarafi saraf tersebut; fenomena ini dikenal sebagai mononeuropati.[3]

Referensi

  1. ^ Rapini, Ronald P.; Bolognia, Jean L.; Jorizzo, Joseph L. (2007). Dermatology: 2-Volume Set. St. Louis: Mosby. ISBN 978-1-4160-2999-1.
  2. ^ Scolari F; Ravani P; Gaggi R; Santostefano, M.; Rollino, C.; Stabellini, N.; Colla, L.; Viola, B. F.; Maiorca, P. (July 2007). "The challenge of diagnosing atheroembolic renal disease: clinical features and prognostic factors". Circulation. 116 (3): 298–304. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.106.680991. PMID 17606842.
  3. ^ a b c d Modi KS, Rao VK (August 2001). "Atheroembolic renal disease". J. Am. Soc. Nephrol. 12 (8): 1781–7. doi:10.1681/ASN.V1281781. PMID 11461954.
  4. ^ Schwarcz, Thomas H.; Eton, Darwin; Ellenby, Martin I.; Stelmack, Thomas; McMahon, Timothy T.; Mulder, Sharon; Meyer, Joseph P.; Eldrup-Jorgensen, Jens; Durham, Joseph R. (1990-05-01). "Hollenhorst plaques: Retinal manifestations and the role of carotid endarterectomy". Journal of Vascular Surgery (dalam bahasa English). 11 (5): 635–641. doi:10.1016/0741-5214(90)90208-R. ISSN 0741-5214. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement