Ektomikoriza

Ektomikoriza merupakan asosiasi antara tanaman berkayu dengan fungi Basidiomycota serta Ascomycota yang bergantung pada karbohidrat inang. Infeksinya membentuk struktur akar khusus tanpa rambut akar, dilapisi hifa dan jaringan Hartig untuk menyerap air dan hara.[1]

Morfologi

Infeksi ektomikoriza menyebabkan akar tanaman bercabang dan membesar tanpa rambut akar. Akar tersebut diselubungi oleh hifa yang menyerupai jaringan inang, membentuk struktur yang disebut pseudoparenkim.[2]

Lapisan hifa fungi ektomikoriza membentuk selubung padat di permukaan akar yang dapat bervariasi dalam warna, bentuk, dan tekstur, tergantung jenis jamur dan kondisi lingkungan. Beberapa akar menunjukkan ujung yang bulat atau bercabang, dengan permukaan yang halus, berlendir, atau berbulu. Variasi morfologi ini sering digunakan untuk mengelompokkan akar ektomikoriza ke dalam tipe-tipe visual tertentu, yang disebut morfotipe. Pengamatan terhadap morfotipe dapat memberikan gambaran awal tentang keberadaan dan keragaman ektomikoriza di suatu lokasi.[3]

Simbiosis

Ektomikoriza merupakan bentuk simbiosis antara tanaman berkayu seperti famili Fagaceae, Pinaceae, Myrtaceae, Betulaceae, dan beberapa jenis semak dengan fungi Basidiomycota dan Ascomycota. Kedua fungi ini tidak mampu mendegradasi selulosa dan lignin sehingga memiliki ketergantungan pemenuhan karbohidrat pada tanaman inangnya.[1] Sekitar 2% tanaman berpembuluh membentuk asosiasi ektomikoriza dengan lebih dari 250 genus fungi.[3] Miselium fungi yang menyebar ke dalam sel-sel korteks akar dapat membentuk jaringan Hartig yang berfungsi menyerap air serta unsur hara.[2] Meskipun hifa pada ektomikoriza, tidak berpenetrasi ke dalam sel, tetapi kontak dengan akar sangat dekat dan metabolit ditransfer ke kedua arah.[1]

Peran

Ektomikoriza turut berperan sebagai indikator kesehatan hutan, memberikan perlindungan terhadap patogen dan cekaman abiotik, serta meningkatkan kemampuan penyerapan nutrisi oleh akar.[4]

Indikator kesehatan hutan

Keberadaan ektomikoriza dapat menjadi penanda kondisi hutan karena fungi yang menjalin simbiosis dalam bentuk ektomikoriza sensitif terhadap perubahan iklim mikro di bawah tajuk dan di sekitar inangnya. Fungi ektomikoriza lebih umum dijumpai pada hutan dengan kondisi kelerengan landai.[4]

Peningkatan penyerapan nutrisi

Tanaman yang bersimbiosis dengan ektomikoriza dapat menjangkau hingga 20 cm dari zona akar. Hifa fungi ini dapat mendukung penyerapan hara yang esensial bagi pertumbuhan tanaman seperti fosfor, nitrogen, seng, kalsium, sulfur, besi, dan berbagai unsur mineral lainnya dari tanah.[5]

Fitoremediasi

Hifa luar dari fungi ektomikoriza berperan dalam mengikat logam berat dan menurunkan tingkat racunnya bagi tanaman.[5]

Referensi

  1. ^ a b c Dhanker, Rinku; Chaudhary, Suman; Kumari, Anju; Kumar, Rakesh; Goyal, Sneh (2020). Symbiotic Signaling: Insights from Arbuscular Mycorrhizal Symbiosis. Cham: Springer International Publishing. hlm. 75–103. ISBN 978-3-030-36247-8.
  2. ^ a b Khastini, Rida Oktorida; Avilia, Alma; Salsabila, Nuriana; Febrianty, Rafiony Eka; Aisy, Rihadatul; Frandista, Saniyyah Cinta (2024-07-01). "LITERATURE REVIEW: PERANAN ACAULOSPORA TERHADAP PENYERAPAN FOSFOR PADA AKAR TANAMAN SINGKONG". Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 11 (2): 301–308. doi:10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.1. ISSN 2549-9793.
  3. ^ a b Daniel, Janowski,; Tomasz, Leski, (2023-10-11). "Methods for identifying and measuring the diversity of ectomycorrhizal fungi". Forestry: An International Journal of Forest Research (dalam bahasa Inggris). 96 (5). doi:10.1093/fore. ISSN 0015-752X. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  4. ^ a b Ponisri, Ponisri; Bleskadit, Hana; Irnawati, Irnawati (2022-03-19). "KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR EKTOMIKORIZA DI TAMAN WISATA ALAM BARIAT KABUPATEN SORONG SELATAN". Agrifor. 21 (1): 75. doi:10.31293/agrifor.v21i1.5868. ISSN 2503-4960.
  5. ^ a b Suchitra, Rakesh; Rajaram, Kaushik; Arunkumar, Nagarathinam; Kumar, D. Siva Sundara (2020). Contribution of Beneficial Fungi for Maintaining Sustainable Plant Growth and Soil Fertility. Cham: Springer International Publishing. hlm. 105–113. ISBN 978-3-030-36247-8.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement