Ekspedisi Turfan Jerman

Pemimpin ekspedisi Albert Grünwedel (kiri) dan Albert von Le Coq (kanan)

Ekspedisi Turfan Jerman adalah empat ekspedisi arkeologi ke Turfan di Xinjiang, Tiongkok, yang dilakukan antara tahun 1902 dan 1914. Ekspedisi ini diprakarsai oleh Albert Grünwedel, mantan direktur Museum Etnologi Berlin, dan diorganisir oleh Albert von Le Coq. Theodor Bartus, anggota staf teknis museum dan bertugas mengevakuasi lukisan-lukisan yang ditemukan selama ekspedisi dari dinding dan reruntuhan gua, menyertai keseluruhan empat ekspedisi tersebut. Kedua pemimpin ekspedisi, Grünwedel dan Le Coq, kembali ke Berlin dengan membawa ribuan lukisan dan benda seni lainnya, serta lebih dari 40.000 fragmen-fragmen naskah. Pada tahun 1902, tim peneliti pertama yang sebagian besar didanai oleh Friedrich Krupp, produsen senjata, berangkat ke Turfan dan kembali setahun kemudian dengan 46 peti penuh harta karun. Kaiser Wilhelm II sangat antusias dan membantu mendanai ekspedisi kedua bersama Krupp.[1] Ekspedisi ketiga didanai oleh Kementerian Kebudayaan. Ekspedisi keempat di bawah pimpinan Le Coq dibayangi banyak kesulitan dan akhirnya dipersingkat akibat pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914.[2]

Banyak penemuan penting yang berhasil diperoleh, terutama pada ekspedisi kedua, di sejumlah situs di sepanjang jalur utara kuno di sekitar Gurun Taklamakan. Mereka menemukan dokumen penting dan karya seni (termasuk sebuah lukisan dinding megah seorang uskup [mozhak] Manikhean, yang sebelumnya secara keliru diidentifikasi sebagai Mani[3]) dan sisa-sisa sebuah gereja Kristen (Geraja di Timur) di dekat Khocho kuno (Qara-khoja atau Gaochang), sebuah kota kuno yang hancur, dibangun dari lumpur, 30 km (19 mi) timur Turfan.[4]

Geografi

Turfan (juga bahasa Uighur: Turpan, bahasa Tionghoa: Tulufan) terletak di Xinjiang (Turkestan Tiongkok) di Jalur Sutra utara. Luas wilayahnya 170 km2 (66 sq mi) antara 42° dan 43° lintang utara dan antara 88° dan 90° bujur timur dalam sebuah cekungan 154 m (505 ft) di bawah permukaan laut. Akibat perubahan iklim, Turfan berubah menjadi wilayah gurun, dan harta karunnya terkubur dalam pasir, sehingga dapat terlestarikan selama berabad-abad. Turfan adalah situs arkeologis yang menjadi tujuan ekspedisi yang dilakukan oleh Jerman untuk menjelajahi dan mengumpulkan benda-benda seni dan naskah-naskah berharga yang ditulis dalam berbagai bahasa dan aksara.[5]

Galeri

Catatan kaki

  1. ^ Hopkirk (1980), p. 114.
  2. ^ Hopkirk (1980), p. 207.
  3. ^ Gulácsi, Zsuzsanna (2008). "MANICHEAN ART". iranicaonline.org. Columbia University. Diakses tanggal 5 January 2019. This fragmentary wall-painting portrays the local Manichean community including a high-ranking elect, who is most likely the "Mozhak of the East" (the head of the community in the region, previously mistakenly identified as Mani), together with rows of male elects, female elects, and laypeople.
  4. ^ Hopkirk (1980), pp. 118, 122–123.
  5. ^ "Turfan Expeditions". Iranica Online. Diakses tanggal 3 November 2012.

Referensi

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement