Ekspedisi Inggris ke Makassar
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025) |
| Ekspedisi Inggris ke Makassar | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Sebuah risalah Bugis tentang persenjataan, diambil dalam ekspedisi | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Kesultanan Bone | Britania Raya | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
| La Mappatunruq | Miles Nightingall | ||||||
Ekspedisi Inggris ke Makassar adalah ekspedisi militer Inggris yang diadakan pada bulan Juni 1814 melawan Kesultanan Bone di Sulawesi Selatan modern. Kampanye militer ini ditujukan ke istana Sultan Bone, yang terletak di Makassar modern, untuk memaksa Bone mengakui otoritas Inggris di Sulawesi Selatan. Istana tersebut direbut dan dibakar, sementara Inggris juga menyita perpustakaan Bone.
Latar belakang
Kesultanan Bone di Sulawesi Selatan telah menjadi kekuatan pribumi yang dominan di wilayah tersebut sejak Perang Makassar pada akhir abad ke-17.[1] Ketika Inggris menginvasi Jawa pada tahun 1811, gubernur Hindia Belanda yang baru dilantik, Stamford Raffles, berusaha membangun pengaruh Inggris yang permanen di wilayah tersebut dengan membangun posisi-posisi Inggris di luar Jawa.[2]
Pada tahun 1812, La Mappatunruq (atau Muhammad Ismail Muhtajuddin) menjadi Sultan Bone yang baru.[3][4] Ia berusaha memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut atas kerajaan-kerajaan yang lebih kecil, dan menunjukkan permusuhan terhadap pemerintahan Inggris yang baru. Pada awal Juni 1814, setelah menaklukkan raja Buleleng dalam sebuah ekspedisi ke Bali, pasukan Inggris tiba di Makassar di bawah komando Miles Nightingall.[2]
Ekspedisi
Pada tanggal 6 Juni 1814, Nightingall menuntut La Mappatunruq untuk tunduk kepada supremasi Inggris dengan menyerahkan regalia Kesultanan Gowa, yang saat itu berada di tangan Bone. La Mappatunruq diberi batas waktu sepuluh jam untuk melakukannya, tetapi tidak melakukannya.[2][3] Oleh karena itu, Nightingall memerintahkan serangan terhadap istana Bone di Bontoala, yang kini berada di dalam kota Makassar. Pasukan Inggris didukung oleh pasukan lokal dari Gowa dan Soppeng.[5]
Serangan tersebut terjadi pada tanggal 7[5] atau 8[4] Juni, dan istana tersebut dibanjiri korban jiwa yang besar di pihak Bone.[4] Lima meriam direbut oleh Inggris,[4] dan raja Bulukumba (sekutu Bone) tewas dalam pertempuran tersebut.[5] Pasukan Bone mundur menuju Maros setelah pertempuran tersebut.[4]
Akibat

Setelah istana direbut, sejumlah manuskrip dari perpustakaan kerajaan Bone disita, dengan Crawfurd memperoleh 30 manuskrip yang ditulis dalam bahasa Bugis dan Makassar.[4] Manuskrip-manuskrip tersebut kini disimpan di Perpustakaan Britania. Sejumlah manuskrip masih tersisa, yang kemudian disita oleh Belanda dalam ekspedisi mereka pada tahun 1905. Istana tersebut kemudian dibakar.[4] Kebesaran Gowan juga direbut, dan diberikan kepada raja Soppeng.[5]
Pengaruh Inggris di wilayah tersebut tidak bertahan lama, karena Belanda kembali berkuasa pada tahun 1816.[3]
Referensi
- ^ O'Connor, Sue; McWilliam, Andrew; Brockwell, Sally (7 September 2020). Forts and Fortification in Wallacea: Archaeological and Ethnohistoric Investigations (dalam bahasa Inggris). ANU Press. hlm. 165–166. ISBN 978-1-76046-389-2.
- ^ a b c Bastin, John (1954). "Raffles and British Policy in the Indian Archipelago, 1811-1816". Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society. 27 (1 (165)): 113. ISSN 2304-7550. JSTOR 41486176.
- ^ a b c "Riwayat Raja Bone (24): La Mappasessu To Appatunru". Palontaraq. 20 June 2018. Diakses tanggal 11 August 2025.
- ^ a b c d e f g "The Royal Library of Bone: Bugis and Makassar manuscripts in the British Library". British Library. 6 June 2020. Diakses tanggal 20 May 2025.
- ^ a b c d Abduh, Muhammad; Hanif, Zainal Abidin; Pawiloy, Sarita; Baso, M. Noer (1 January 1985). Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Sulawesi Selatan. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 45–46.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


