Ekspedisi Arya Jepara ke Banten
Ekspedisi Arya Jepara ke Banten atau Perang Tahta Banten 1 adalah pertempuran antara kaum Bangsawan(pro-Arya Jepara) dengan kaum pedagang (pro-Maulana Muhammad)[1] yang terjadi di Surosowan terutama melibatkan 2 Pangeran Banten berebut Tahta Banten, semenjak kematian Maulana Yusuf.[2] Namun perang ini diakhiri dengan kemenangan Kaum Pedagang yang mengangkat Pangeran Maulana sebagai Sultan Banten yang ke 3.[3]
| Perang Tahta Banten 1 | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
Kaum Bangsawan (pro-Arya Jepara) |
Kaum Pedagang (pro-Maulana Muhammad) | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
Pangeran Arya Jepara Kyai Demang Laksamana ⚔ |
Pangeran Maulana Patih Mangkubumi Banten Kyai Wijayamanggala | ||||||
Latar belakang
Pada sekitar tahun 1585 Maulana Yusuf sebagai Sultan Banten yang ke-2 mengalami sakit keras. Kabar itu diterima oleh Arya Jepara, Arya Jepara sebagai adik dari Maulana Yusuf datang ke Banten dengan Ki Demang Laksamana dan pasukannya bermaksud untuk menjenguk Sultan yang sedang sakit. Namun saat sepeninggalnya Maulana Yusuf tahta Banten harus dilanjutkan oleh Anaknya yang bernama Maulana Muhammad yang berusia 9 tahun, Mendengar hal itu timbullah niat Arya Jepara agar dapat menduduki Tahta Banten. Keinginan itu awalnya disambut baik oleh Mangkubumi Banten, Namun setelah diadakan rapat oleh para pembesar lainnya untuk membicarakan agar Mangkubumi tetap setia kepada Sultan Banten yang telah meninggal. Mangkubumi setuju atas kehendak itu, Mangkubumi mendukung Maulana Muhammad untuk menduduki Tahta Banten diusia 9 tahun,[1] Namun pemerintahan Banten tetap diatur oleh Mangkubumi hingga Maulana Muhammad cukup umur untuk mempimpin Banten.[2]
Setelah diadakan rapat agar Maulana Muhammad menjadi Sultan Banten, Akhirnya Arya Jepara diusir secara halus dari Banten, namun Arya Jepara tidak menerima hal itu memutuskan untuk menyerang Surosowan.[2][4]
Pertempuran Surosowan
Arya Jepara yang marah bahwa ia diusir dari Banten langsung menyuruh Ki Demang Laksamana dan Prajurit nya untuk menyerbu keraton Surosowan. Pertempuran pun terjadi hebat diluar tembok istana Surosowan, Ki Demang Laksamana dalam pertempuran tersebut pun tewas ditangan Mangkubumi,[1][3][4] Mendengar kematian sang Laksamana, Arya Jepara dan pasukannya memutuskan untuk mundur dari Banten dan melarikan diri ke Jepara.[3][1][5]
Hasil
Setelah perang usai dinobatkan lah Pangeran Maulana sebagai Sultan Banten yang ke 3 dengan gelar Kanjeng Ratu Banten Surosowan.[3][6][7]
Referensi
- ^ a b c d Hendri F, Isnaeni (2019). Pangeran Jepara menuntut Takhta Banten. historia.id.
- ^ a b c Michrob, Halwany, A. Mudjahid Chudari 1989, hlm. 62-63.
- ^ a b c d e Michrob, Halwany, A. Mudjahid Chudari 1989, hlm. 63.
- ^ a b Aunur, Rofiq (2025). Ekspedisi Jepara ke Banten dan Maluku:Jejak perang dan Diplomasi maritim abad ke 16. jatimtimes.com.
- ^ Pangeran Arya Jepara Sultan Kalinyamat. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com.
- ^ Dua Pangeran berebut takhta Kesultanan Banten. www.harianbanten.co.id. 2018.
- ^ Peristiwa menjelang wafatnya Maulana Yusuf. humaspdg.wordpress.com. 2010.
Sumber
- Michrob, Halwany, A. Mudjahid Chudari. 1989. Catatan masalalu Banten. Serang: Pengurus Daerah Tingkat II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kapubaten Serang.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


