Ekoteologi

Ekoteologi adalah cabang teologi yang mengkaji hubungan antara ajaran agama dan lingkungan hidup, yang menganggap menjaga dan melestarikan alam sebagai bagian integral dari tanggung jawab iman. Istilah ini menggabungkan dua kata yaitu "eko" (rumah/lingkungan) dan teologi (Ilmu tentang Tuhan), yang berfokus pada bagaiman nilai-nilai keagamaan dapat mendorong kesadaran, kepedulian dan tindakan baik personal maupun komunal terhadap bumi[1].

Meski pertama kali istilah ini mulai diperkenalkan secara publik sebagai sebuah konsep teologis pada tahun 1960-an oleh teolog Protestan Amerika Joseph Sittler, gagasan ini muncul sebagai respons terhadap krisis lingkungan yang nyata pada paruh kedua abad ke-20, dimana Sittler menyerukan adanya teologi anugerah baru yang mencakup alam, bukan hanya manusia.

Istilah ini kemudian populer dan digunakan secara luas, terutama setelah diterbitkannya volume dewan gereja-gereja sedunia yang berjudul Ecotheology:Voices from South and North pada tahun 1994, dan perubahan nama jurnal Theology in Green menjadi Ecotheology pada tahu 1996.

Referensi

  1. ^ Aceh, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. "Ekoteologi Gagasan Menteri Agama: Upaya Nyata Menjaga Lingkungan". Ekoteologi Gagasan Menteri Agama: Upaya Nyata Menjaga Lingkungan. Diakses tanggal 2025-11-23.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement