Eko Endarmoko
Eko Endarmoko (lahir 6 Oktober 1959) adalah ahli bahasa, jurnalis, editor, penulis, dan aktivis Bahasa Indonesia. Karya buku utamanya adalah Tesaurus Bahasa Indonesia (2006). 10 tahun kemudian, ia mengeluarkan Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Ia juga aktif menulis di sejumlah media nasional, mengulas tentang Bahasa Indonesia. Esai-esainya dikumpulkan dalam buku berjudul Polisi Bahasa yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas. Buku lainnya yaitu Remah-remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar, yang mengulas tentang masa depan Bahasa Indonesia.
Penulis Dewi Lestari mengatakan selalu menggunakan kamus dan Tesamoko saat menulis, karena membantu memperkaya kata-kata dalam novelnya. Sementara, penyair Goenawan Mohamad menyebut Eko Endarmoko telah berusaha mendokumentasikan kekayaan Bahasa Indonesia melalui tesaurus.[1] Redaksi Kompas.com memberikan julukan Eko Endarmoko sebagai "Penghimpun Kekayaan Kata" melalui laporan khusus berjudul Para Penjaga Bahasa, yang mengulas sosok-sosok inspiratif di balik penggunaan Bahasa Indonesia; di dalamnya termasuk Badan Bahasa, Ivan Lanin, serta tim bahasa di Kompas, Tempo, dan Republika.[2]
Referensi
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


