ENDIKUP (album)

ENDIKUP adalah album studio ke-2 sekaligus album terakhir dari musisi dan penyanyi Indonesia, Gusti Irwan Wibowo yang dirilis pada 6 Juli 2025, sekitar 3 minggu setelah wafatnya Gusti, menjadikan album ini sebagai album anumerta pertamanya. Album ini dirilis bertepatan dengan ulang tahun ibunda Gusti.

ENDIKUP
Album studio karya Gusti Irwan Wibowo
Dirilis6 Juli 2025
GenrePop, Folk, Indie, Pop Melayu, Dangdut, Endikup
Durasi34:48
BahasaBahasa Indonesia
LabelKedubes Records
ProduserGusti Irwan Wibowo creative director = Fithor Faris project manager = Iqbal Pratama
Kronologi Gusti Irwan Wibowo
Duh Gusti
(2023)
ENDIKUP
(2025)
Singel dalam album ENDIKUP
  1. "Diculik Cinta"
    Dirilis: 24 Juli 2024
  2. "Lanjutkan Perjuangan Kita!"
    Dirilis: 4 Desember 2024
  3. "Icik Icik Bum Bum (Feat. Bunga Nafisa"
    Dirilis: 12 Maret 2025

Latar Belakang

ENDIKUP adalah singkatan dari "Enak di Kuping", genre warisan dari mendiang ayah Gusti, Timur Priyono. Gusti telah mengerjakan album ini semenjak tahun 2024 dengan merilis single "Diculik Cinta" dan "Icik Icik Bum Bum" yang dirilis mandiri olehnya dan juga Gusti kerap membagikan snippet orkestrasi lagu-lagunya melalui akun Instagram-nya.

Album ini menjadi penutup perjalanan kariernya di dunia musik, setelah ia berpulang pada 15 Juni 2025 dalam usia 25 tahun akibat komplikasi tekanan darah tinggi yang memengaruhi kondisi jantungnya. Meski telah tiada, semangat dan suara Gusti masih hidup dalam album ini. Album ini tak hanya menawarkan warna musik yang segar, tetapi juga menjadi cerminan gagasan besar Gusti tentang harapan dan optimisme di tengah tantangan yang dihadapi bangsa. Ia meyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah terlalu lama dicekam pesimisme, dan kini saatnya menghadirkan keberanian serta energi baru untuk terus melangkah.

Sebagai bentuk dedikasi penuh, seluruh lagu dalam ENDIKUP ditulis sendiri oleh Gusti, kecuali satu lagu berjudul Icik Icik Bum Bum yang merupakan karya Timur Priyono.

Ia juga bertindak sebagai produser eksekutif, menunjukkan betapa besar keterlibatannya dalam proses kreatif album ini. Beberapa musisi yang turut ambil bagian dalam proyek ini adalah Danilla, Bilal Indrajaya, Nehru Rindra, Bunga Nafisa, dan komika Hifdzi Khoir.[1]

Pidato

Dalam agenda promosi Endikup, Kolektif Kedutaan Besar Bekasi menayangkan Pidato Terakhir Gusti di akun Youtube KEDUBES.[2] Gusti mengenakan peci sedikit miring, lengkap dengan kacamata, jas hitam, dan kemeja putih. Ia berdiri di podium sembari menyampaikan pidatonya. “Saya Gusti Irwan Wibowo. Di hari yang mantap ini saya sebagai perwakilan diplomatik dari sebuah bangsa yang kian menjauh dari dasar-dasar dan nilai bangsa. Kekhawatiran saya akhirnya sampai pada titik ini,” katanya.

“Semuanya semakin jelas bahwa kita telah jauh dari niat awal kemerdekaan bangsa. Ketika itu para pejuang bangsa telah menunjukkan bagaimana caranya mengelola sebuah negeri yang sangat kaya ini. Namun seiring berjalannya waktu kemelencengan terus terjadi dan menjadi suatu hal yang biasa.”

“Indonesia adalah salah satu dari tiga negara yang menjadi paru-paru dunia. Pertama Brazil dan Kongo. Hutan di negeri ini adalah pemeran utamanya. Seluruh dunia tergantung pada bangsa kita, tapi kita diam saja ketika hutan ditebang, dibakar, diambil sumber kekayaannya demi keserakahan dan kekuasaan sesaat,” katanya dengan mimik berapi-api.

Dalam video itu, Gusti terus berbicara mengenai kehancuran ekosistem dan alam. Secara sarkas, ia mengingatkan para pemangku kebijakan yang cenderung memikirkan kekayaan sendiri dengan waktu yang sesaat. “Jaga, rawat kebhinekaan. Ini saatnya kita bersatu melihat kembali nilai-nilai Indonesia, bangsa, tanah air dan alamnya. Rakyat Indonesia adalah sang penjaga tanah air, penjaga bumi, penjaga keberlangsungan hidup umat manusia di seluruh dunia,” katanya.

“Wahai generasi bangsa, pahami nilai-nilai kebangsaan. Masa depan ada di tangan kita dan tetap mawas diri. I love bangsa,” katanya. Di akhir video muncul tulisan “Gusti Irawan Wibowo Bin Timur Priyono. 1999-2025”.[3]

Kata Pengantar

"Album ENDIKUP ini adalah seruan optimisme dari Gusti Irwan Wibowo di tengah keruwetan bangsa yang terjadi. Masyarakat Indonesia sudah cukup dijejali ombak energi-energi pesimisme, jatuh bangun setiap warga yang terus didukung ketakutan atas banyak hal. Bangsa kita butuh asupan optimisme, bukan tentang romantisme 'mental', tetapi keberanian untuk menyatakan bahwa kita tak akan takluk oleh ketakutan. Kita adalah manusia-manusia yang memiliki imajinasi tinggi atas kebudayaan, tradisi, sampai sumber daya alam yang kaya raya ini. Mulai sekarang, setiap hari adalah hari yang mantap! AAAAAH hari yang mantap!".[4]

Rilis & Tanggapan

Nomor 'Diculik Cinta' mengajak kita, menjelajahi genre yang ia sebut sebagai "Endikup", atau singkatan dari "Enak di Kuping". Macam nenek sihir yang ia tulis dalam liriknya, Gusti meramu dangdut, pop, hingga melayu dengan gaya menulis lirik yang jenaka tanpa bertele-tele macam Adikarso, P. Ramlee, dan tentu bapaknya sendiri Timur Priyono, sebagai inspirasi. Bercerita tentang jatuh cinta yang tiba-tiba, dan betapa tidak rasionalnya cinta bisa menjadi—Gusti beranalogi dirinya telah diculik cinta. Macam terkena Stockholm Syndrome, saat korban penculikan mulai merasakan kasih sayang dan empati terhadap pelaku—Gusti, merasa hidupnya tak lagi kelabu. "Begitulah sekiranya, dengarkan, rasakan, awas kena guna-guna dan temukan Nenek Sihirnya!" tulis Gusti dalam siaran pers. - Synchronize Radio [5]

Dari 9 lagu tersebut, lirik-lirik diracik dengan sederhana dan relate dengan kehidupan masyarakat. Ada harapan dan imajinasi baru bagi generasi-generasi setelahnya yang disuarakan. "Gusti Irwan Wibowo melanjutkan perjuangan dan ideologi ayahnya. Mengajak bangsa ini untuk mampu terus berimajinasi mengenai masa depan yang ada di tangannya sendiri, di tangan kita dan di tangan generasi kini dan generasi masa depan," bunyi pernyataan pihak Gusti. - Kumparan [6]

Daftar Lagu

Seluruh lagu dan lirik ditulis oleh Gusti Irwan Wibowo, kecuali "Icik Icik Bum Bum" diciptakan oleh Timur Priyono.

No.JudulDurasi
1."Hari Yang Mantap" (Feat. Nehru Rindra)3:50
2."We Always Together" (Feat. Hifdzi Khoir)4:11
3."Icik Icik Bum Bum" (Feat. Bunga Nafisa)2:54
4."Bagaimana?" (Feat. Danilla Riyadi)3:31
5."Diculik Cinta"3:54
6."Ngambek"3:50
7."Lanjutkan Perjuangan Kita!"4:05
8."Hilang Arah" (Feat. Bilal Indrajaya)4:21
9."Menunggu Ujung"4:09
Durasi total:34:48

Referensi

  1. ^ Anisatusshalihah, Siti (2025-07-06). "ENDIKUP, Album Terakhir dari Gusti Irwan Wibowo untuk Indonesia". BANTENTV.COM. Diakses tanggal 2025-07-07.
  2. ^ "KEDUBES". YouTube. Diakses tanggal 2025-07-07.
  3. ^ KEDUBES (2025-07-06), Pidato Terakhir Gusti Irwan Wibowo, diakses tanggal 2025-07-07
  4. ^ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2025-07-07.
  5. ^ Radio, Synchronize. "Gustiwiw: Dangdut, Pop, Melayu? Ini Genre Endikup! dalam 'Diculik Cinta' | Artikel Seni Indonesia | Synchronize Radio". synchronizeradio.com. Diakses tanggal 2025-07-07.
  6. ^ "Gusti Irwan Wibowo Rilis Album ENDIKUP Secara Anumerta". kumparan. Diakses tanggal 2025-07-07.

Pranala luar

ENDIKUP di Spotify

Pidato Terakhir Gusti Irwan Wibowo di YouTube

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement