Dinasti Barakzai

Dinasti Barakzai (Pashtun: بارکزی), dikenal juga sebagai dinasti Muhammadzai,[1][2][3][4] adalah dinasti yang memerintah Afghanistan dari tahun 1823 hingga 1978. Dinasti ini didirikan oleh Dost Mohammad Khan setelah jatuhnya Kekaisaran Durrani yang dipimpin Ahmad Shah Durrani. Keluarga Barakzai, yang juga dikenal sebagai dinasti Muhammadzai, merupakan subklan penguasa dari suku Barakzai. Masa pemerintahan mereka, khususnya pada era Muhammadzai, dikenal dengan upaya modernisasi yang progresif, pengaruh sufisme, stabilitas dan keamanan yang relatif damai, serta kebijakan luar negeri yang netral, sehingga Afghanistan pada masa itu dijuluki sebagai “Swiss-nya Asia”.[5]

Sejarah

Latar belakang politik

Dinasti Barakzai merupakan garis keturunan penguasa Afghanistan pada abad ke-19 dan ke-20. Setelah runtuhnya Kekaisaran Durrani pada tahun 1823, wilayah bekas kekuasaan Ahmad Shah Durrani mengalami kekacauan akibat perebutan kekuasaan di antara para putra Timur Shah. Kekaisaran Afghanistan pun terpecah menjadi sejumlah wilayah kecil yang saling bersaing. Pada tahun 1823, Dost Mohammad Khan bersama saudaranya, Sultan Mohammad Khan, berhasil tampil sebagai tokoh utama. Sekitar tahun 1837, Dost Mohammad Khan mendirikan Dinasti Barakzai. Keturunannya kemudian memerintah secara langsung hingga tahun 1929, ketika Raja Amanullah Khan dan saudaranya, Inayatullah Khan, turun takhta, dan takhta akhirnya diamankan oleh sepupu mereka, Mohammed Nadir Shah, setelah mengalahkan Habibullah Kalakani. Subklan paling berpengaruh dari suku Pashtun Barakzai adalah Mohammadzai, yang menjadi garis keturunan penguasa Afghanistan antara tahun 1823 hingga 1973.[6]

Sebelum Dinasti Barakzai mengambil alih kekuasaan dari Kekaisaran Durrani, wilayah Loy Qandahar direbut oleh para bersaudara dari keluarga Dil—yakni Sardar Pur Dil Khan, Sardar Kohan Dil Khan, Sardar Sher Dil Khan, Sardar Mir Dil Khan, dan Sardar Rahim Dil Khan—pada tahun 1818. Mereka memproklamasikan kemerdekaan yang bertahan hingga tahun 1855, ketika Amir Dost Mohammad Khan berhasil mempersatukan kembali Qandahar dengan Kabul.[7]

Pada awal masa kekuasaan Dinasti Barakzai atas Keamiran Kabul pada Maret 1823, pasukan Afghanistan kehilangan wilayah penting mereka di Lembah Peshawar akibat kekalahan dari Tentara Sikh Khalsa yang dipimpin Ranjit Singh dalam Pertempuran Nowshera. Dalam pertempuran tersebut, pasukan Afghanistan mendapat dukungan dari Azim Khan, saudara tiri Dost Mohammad Khan. Selama era Barakzai, Afghanistan kehilangan banyak wilayahnya kepada Britania di selatan dan timur, Persia di barat, serta Rusia di utara. Negeri itu juga dilanda berbagai konflik internal, termasuk tiga Perang Inggris–Afghanistan serta perang saudara tahun 1928–1929.

Referensi

  1. ^ Martin, Mike (2014). An Intimate War: An Oral History of the Helmand Conflict, 1978–2012. Oxford University Press. hlm. 321. ISBN 978-0199387984. Diakses tanggal 26 July 2016. In Pushtun folklore, Barak, Alak and Popol were brothers who went their separate ways to found tribes in their own namesake with the addition of the—zai (son of) suffix, for example, Barakzai.
  2. ^ Ende in Islam in the World Today: A Handbook of Politics, Religion, Culture, and Society, p. 259
  3. ^ Herbe in All in the family, Absolutism, Revolution, and Democracy in Middle Eastern Monarchies, p. 199
  4. ^ Ahmed in Afghanistan Rising Islamic Law and Statecraft Between the Ottoman and British Empires, p. 23
  5. ^ Haq, Marina S. (14 January 2022). "Meine Grossmutter, die afghanische Prinzessin". Neue Zürcher Zeitung.
  6. ^ "Afghanistan". CIA. Diakses tanggal 25 August 2010.
  7. ^ Trousdale, William B. (2021-03-08). Kandahar in the Nineteenth Century (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-44522-2.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement