Didier Reynders
Didier Reynders | |
|---|---|
Reynders in 2024 | |
| European Commissioner for Justice | |
| Masa jabatan 1 December 2019 – 30 November 2024[a] | |
| Commission | Von der Leyen I |
| Minister of Foreign Affairs | |
| Masa jabatan 6 December 2011 – 30 November 2019 | |
| Perdana Menteri | Elio Di Rupo Charles Michel Sophie Wilmès |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 06 Agustus 1958 Liège, Belgium |
| Partai politik | Reformist Movement |
| Afiliasi politik lainnya | Alliance of Liberals and Democrats for Europe Party (Renew Europe) |
| Pendidikan | University of Liège |
| Penghargaan | |
Didier Reynders (Prancis: [didje ʁɛndɛʁs]; lahir 6 Agustus 1958) adalah politikus Belgia dari Gerakan Reformis (MR) yang menjabat sebagai Komisaris Eropa untuk Kehakiman dalam Komisi Von der Leyen pertama dari 2019 hingga 2024.
Sebelumnya, ia memegang berbagai posisi dalam lembaga publik sebelum menjadi anggota parlemen pada 1992, dan menjabat sebagai menteri secara terus-menerus sejak 1999 hingga pengangkatannya ke Komisi Eropa.
Ia menjabat sebagai Menteri Keuangan Belgia hingga Desember 2011 dalam enam pemerintahan berbeda, kemudian menjadi Menteri Luar Negeri, serta Menteri Perdagangan, Urusan Luar Negeri, dan Urusan Eropa dalam dua pemerintahan berturut-turut. Setelah krisis pemerintahan pada Desember 2018, ia juga ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan hingga November 2019.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
Reynders lahir di Liège sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Liège.
Karier awal
Reynders memulai kariernya sebagai pengacara pada 1981 sebelum menjabat sebagai Ketua Perusahaan Kereta Api Nasional Belgia dari 1986 hingga 1991.[3]
Karier politik
Menteri Keuangan (1999–2011)
Reynders menjabat sebagai Menteri Keuangan dari 1999 hingga 2011. Pada 2002, ia menjadi ketua G-10, yaitu pertemuan negara-negara kreditor utama dunia.[4]
Pada 2004, ia menjadi Wakil Perdana Menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri Guy Verhofstadt dan menjabat sebagai ketua Gerakan Reformis dari 2004 hingga 2011.
Di bawah kepemimpinannya, MR memenangkan Pemilihan umum federal Belgia 2007, menjadi partai berbahasa Prancis terbesar di Belgia. Raja Albert II kemudian menugaskannya sebagai informateur, yakni tokoh yang memulai negosiasi pembentukan pemerintahan baru.[5]
Menteri Luar Negeri (2011–2019)
Setelah Elio Di Rupo menjadi Perdana Menteri pada Desember 2011, Reynders ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri.
Di masa jabatannya, Belgia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (2019–2020) dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (2016–2018).
Menteri Pertahanan (2018–2019)
Setelah koalisi pemerintahan runtuh pada 2018, Reynders juga memegang tanggung jawab untuk portofolio pertahanan.[6]
Pada 2019, ia mencalonkan diri sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa namun kalah dari Marija Pejčinović Burić.[7]
Komisaris Eropa untuk Kehakiman (2019–2024)

Pada musim panas 2019, Perdana Menteri Charles Michel menominasikan Reynders sebagai Komisaris Eropa asal Belgia. Presiden terpilih Ursula von der Leyen menunjuknya untuk portofolio Kehakiman. Ia resmi menjabat pada 1 Desember 2019.
Pada 2020, Reynders mengumumkan rencana penyusunan undang-undang yang mewajibkan perusahaan melakukan uji tuntas terhadap dampak hak asasi manusia dan lingkungan dalam operasi serta rantai pasok mereka.[8]
Laporan tahun 2022 menyebutkan Reynders termasuk di antara beberapa pejabat tinggi UE yang menjadi target perangkat lunak mata-mata Israel pada 2021.[9]
Kegiatan lainnya
Organisasi internasional
- Bank Pembangunan Afrika (AfDB) – Anggota dewan gubernur ex officio (1999–2011)
- Bank Pembangunan Asia (ADB) – Anggota dewan gubernur ex officio (1999–2011)
- Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) – Anggota dewan gubernur ex officio (1999–2011)
Organisasi nirlaba
- European Council on Foreign Relations (ECFR) – Anggota[10]
Kontroversi
Aktivitas politik
Pada 2015, Reynders mendapat kritik karena mengecat wajahnya hitam selama festival tradisional di Brussel.[11]
Pada 2017, Belgia dikritik karena memilih mendukung masuknya Arab Saudi ke Komisi Status Perempuan PBB, keputusan yang menimbulkan kontroversi tentang peran Reynders.[12]
Investigasi kriminal
Pada September 2019, polisi Belgia menyelidiki dugaan korupsi dan pencucian uang yang melibatkan Reynders terkait pembangunan kedutaan Belgia di Kinshasa dan proyek lain.
Penyelidikan tersebut segera dihentikan.[13]
Namun, pada Desember 2024, penyelidikan baru dibuka atas dugaan pencucian uang terkait Lotre Nasional Belgia.[14]
Penghargaan
Penghargaan nasional
- 2014: Ordo Leopold – Panglima Besar[15]
Penghargaan asing
- 2013: Komandan Legiun Kehormatan (Prancis)
- 2014: Ksatria Agung Ordo Merit Republik Federal Jerman
- 2016: Ksatria Agung Ordo Oranye-Nassau
- 2016: Ksatria Agung Ordo Merit Keharyapatihan Luksemburg
Catatan
- ^ Věra Jourová served as acting commissioner during Reynders's leave between 15 April – 25 June 2024.[1]
Referensi
- ^ Goujard, Clothilde (15 April 2024). "Věra Jourová to Step in as EU Justice Chief". Diakses tanggal 15 April 2024.
- ^ "Wetten, decreten, ordonnanties en verordeningen" [Undang-undang, dekret, dan peraturan] (PDF) (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-24.
- ^ "Curriculum vitae of Minister Didier Reynders". Federal Public Service Foreign Affairs (dalam bahasa Inggris). 2016-03-23. Diakses tanggal 2019-08-21.
- ^ HEC Europe Symposium: Didier Reynders HEC Europe Institute, Paris.
- ^ "King picks Mr Reynders as "informateur"". VRT Nieuws. 13 Juni 2007.
- ^ Simon Van Dorpe (24 Agustus 2019), Belgium picks Foreign Minister Didier Reynders to be EU commissioner Politico Europe.
- ^ Dewan Eropa – Daftar kandidat Sekretaris Jenderal, 2019
- ^ Norton Rose Fulbright, Proposal for an EU-wide mandatory human rights due diligence law, Mei 2020.
- ^ Satter, Raphael; Bing, Christopher (11 April 2022). "Exclusive: Senior EU officials were targeted with Israeli spyware". Reuters. Diakses tanggal 11 April 2022.
- ^ European Council on Foreign Relations – Anggota Dewan
- ^ BBC News: Belgium's Reynders criticised for painting face black (19 Maret 2015).
- ^ "Arabie saoudite et droit des femmes à l'ONU: Charles Michel regrette le "oui" belge". Le Soir.
- ^ Simon van Dorpe (27 September 2019), Belgian prosecutors drop investigation into Didier Reynders Politico Europe.
- ^ "Belgian authorities open fraud probe into former EU justice chief days after his mandate ended". Associated Press. Diakses tanggal 4 Desember 2024.
- ^ Keputusan kerajaan, 21 Mei 2014
Pranala luar
Media terkait Didier Reynders di Wikimedia Commons
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






