Diarilheptanoid

Kurkumin, diarilheptanoid linier

Diarilheptanoid (juga dikenal sebagai difenilheptanoid) adalah kelas metabolit sekunder tumbuhan. Diarilheptanoid terdiri dari dua cincin aromatik (gugus aril) yang dihubungkan oleh rantai tujuh karbon (heptana) dan memiliki berbagai substituen.[1] Mereka dapat diklasifikasikan menjadi diarilheptanoid linier (kurkuminoid) dan siklik. Anggota yang paling terkenal adalah kurkumin, yang diisolasi dari kunyit (Curcuma longa) dan dikenal sebagai pewarna makanan E100. Beberapa spesies Curcuma lainnya seperti Curcuma comosa juga menghasilkan duarilheptanoid.

Senyawa ini telah dilaporkan dari tumbuhan dalam 10 famili yang berbeda, misalnya Betulaceae dan Zingiberaceae.

Diarilheptanoid merupakan zat perantara dalam biosintesis fenilfenalenon pada Anigozanthos preissii[2] atau Wachendorfia thyrsiflora (Haemodoraceae).[3]

Diarilheptanoid siklik

Mirikanona, diarilheptanoid siklik

Diarilheptanoid siklik yang terbentuk dari mirikanona dapat diisolasi dari kulit kayu yangmei (Myricaceae).[4] Dua diarilheptanoid siklik, yang dinamakan ostriopsitrienol dan ostriopsitriol, dapat diisolasi dari batang tumbuhan obat endemik Cina yakni Ostryopsis nobilis (Betulaceae).[5] Acerogenin M dapat ditemukan di Acer nikoense (Sapindaceae).[6] Jugcathayenoside dan (+)-galeon dapat ditemukan di kulit akar Juglans cathayensis (Juglandaceae).[7]

Efek kesehatan

Aktivitas antioksidan diarilheptanoid yang diisolasi dari rimpang kecombrang (Zingiberaceae) lebih besar daripada α-tokoferol.[8]

Referensi

  1. ^ Brahmachari, Goutam (2013-02-20). Chemistry and Pharmacology of Naturally Occurring Bioactive Compounds. CRC Press. hlm. 285–. ISBN 9781439891674. Diakses tanggal 5 July 2013.
  2. ^ Hölscher, Dirk; Schneider, Bernd (1995). "A diarylheptanoid intermediate in the biosynthesis of phenylphenalenones in Anigozanthos preissii". Journal of the Chemical Society, Chemical Communications (5): 525–526. doi:10.1039/C39950000525.
  3. ^ Brand, S; Hölscher, D; Schierhorn, A; Svatos, A; Schröder, J; Schneider, B (2006). "A type III polyketide synthase from Wachendorfia thyrsiflora and its role in diarylheptanoid and phenylphenalenone biosynthesis". Planta. 224 (2): 413–428. doi:10.1007/s00425-006-0228-x. PMID 16496097. S2CID 38508249.
  4. ^ Akazawa, H; Fujita, Y; Banno, N; Watanabe, K; Kimura, Y; Manosroi, A; Manosroi, J; Akihisa, T (2010). "Three new cyclic diarylheptanoids and other phenolic compounds from the bark of Myrica rubra and their melanogenesis inhibitory and radical scavenging activities". Journal of Oleo Science. 59 (4): 213–221. doi:10.5650/jos.59.213. PMID 20299768.
  5. ^ Zhang, Yan-Xia; Xia, Bing; Zhou, Yan; Ding, Li-Sheng; Peng, Shu-Lin (2013). "Two new cyclic diarylheptanoids from the stems of Ostryopsis nobilis". Chinese Chemical Letters. 24 (6): 512–514. doi:10.1016/j.cclet.2013.03.035. S2CID 95251161. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-29. Diakses tanggal 2018-10-27.
  6. ^ Akihisa, T; Taguchi, Y; Yasukawa, K; Tokuda, H; Akazawa, H; Suzuki, T; Kimura, Y (2006). "Acerogenin M, a cyclic diarylheptanoid, and other phenolic compounds from Acer nikoense and their anti-inflammatory and anti-tumor-promoting effects". Chemical & Pharmaceutical Bulletin. 54 (5): 735–739. doi:10.1248/cpb.54.735. PMID 16651781.
  7. ^ Li, Juan; Sun, Jia-Xiang; Yu, Heng-Yi; Chen, Zu-Yu; Zhao, Xiao-Ya; Ruan, Han-Li (2013). "Diarylheptanoids from the root bark of Juglans cathayensis". Chinese Chemical Letters. 24 (6): 521–523. doi:10.1016/j.cclet.2013.03.050.
  8. ^ Mohamad, Habsah; Lajis, Nordin H.; Abas, Faridah; Ali, Abdul Manaf; Sukari, Mohamad Aspollah; Kikuzaki, Hiroe; Nakatani, Nobuji (2005). "Antioxidative constituents of Etlingera elatior". Journal of Natural Products. 68 (2): 285–288. doi:10.1021/np040098l. PMID 15730265.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement