Daun kentut
| Daun kentut
| |
|---|---|
| Paederia foetida | |
| Taksonomi | |
| Kerajaan | Plantae |
| Ordo | Gentianales |
| Famili | Rubiaceae |
| Tribus | Paederieae |
| Genus | Paederia |
| Spesies | Paederia foetida Linnaeus, 1767 |
Daun kentut (Paederia foetida) merupakan spesies tumbuhan menahun dari famili Rubiaceae (suku kopi-kopian). Spesies ini memiliki kebiasaan tumbuh memanjat. Tanaman ini berasal dari bioma beriklim sedang dengan rentang sebaran mulai dari Nepal timur hingga Jepang dan kawasan Malesia.[1] Di Indonesia, daun kentut memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya sembukan atau simbuan (Jawa)[2], kahitutan (Sunda), atau bintaos (Madura). Nama ilmiahnya pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1767.[3]
Pemerian
Paederia foetida adalah tanaman tahunan yang tumbuh cepat, ramping, dan merambat. Batangnya sepanjang 1,5 - 7 meter yang melilit tanaman lain untuk menopang dirinya. Seluruh bagiannya mengeluarkan aroma busuk ketika diremas. Daun kentut adalah tanaman obat yang populer di Timur, ia biasanya dikumpulkan dari alam liar dan juga dibudidayakan. Tumbuhan ini dijual sebagai ramuan obat di pasar lokal dan juga sering ditanam sebagai tanaman hias.[4]
Sebaran dan habitat
Tumbuhan ini tersebar di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara: Cina bagian selatan dan timur, Jepang, Korea, anak benua India, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina.[4]
Daun kentut tumbuh di semak belukar dan hutan, juga di sepanjang tepi hutan, di hutan sekunder yang selalu hijau hingga berganti daun, dan di lahan terbuka di hutan primer. Ia juga tumbuh di vegetasi pegunungan hingga ketinggian 3.000 meter, di lereng hutan yang curam, atau di pantai berpasir atau berbatu.[4]
Kegunaan
Daun kentut dapat dikonsumsi sebagai makanan manusia, antara lain untuk lalapan dan sayuran. Di Jawa Timur, ia dijadikan masakan pelas atau gembrot sembukan. Sering dimasak bersama kelapa parut berbumbu yang disebut botok. Tanaman ini juga memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Ia disebut memiliki sejumlah khasiat, antara lain antiinflamasi, antidiuretik, karminatif, obat sakit lambung (maag), gangguan usus, obat disentri, obat sakit mata, sakit telinga, buang air kecil tidak lancar, rematik, serta obat kurap.[2]
Referensi
- ^ "Paederia foetida L." Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-24.
- ^ a b "Paederia foetida". www.socfindoconservation.co.id. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ^ "Paederia foetida". plantamor.com. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ^ a b c "Paederia foetida - Useful Tropical Plants". tropical.theferns.info. Diakses tanggal 2025-11-24.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


