Dataran Depsang
Dataran Depsang merupakan dataran tinggi berbatu kerikil yang terletak di bagian barat laut wilayah Aksai Chin, kawasan Kashmir yang saat ini menjadi wilayah sengketa antara India dan China.[1][2] Dataran ini terbagi menjadi dua bagian sesuai administrasi masing-masing negara, yaitu bagian barat yang dikuasai India sebagai bagian dari Ladakh, dan bagian timur yang berada di bawah kendali China, yang saat ini diklaim oleh India.[3] Pembagian ini ditandai oleh Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control). Wilayah Dataran Depsang berada sekitar 80 kilometer sebelah timur Garis Kontrol yang memisahkan Ladakh dengan Gilgit-Baltistan yang termasuk kedalam wilayah administrasi Pakistan, dengan Gletser Siachen terletak di antara keduanya.[4]
Secara historis, Dataran Depsang memiliki peranan penting sebagai jalur perdagangan tradisional Ladakh menuju Asia Tengah. Celah Karakoram yang terletak tepat di utara dataran ini, menjadi jalur utama bagi perdagangan dan perjalanan antarwilayah. Dalam konteks militer, Dataran Depsang termasuk ke dalam Sub-Sektor Utara (Sub-Sector North/SSN) menurut pembagian India. Wilayah ini menjadi lokasi ketegangan berkepanjangan antara India dan China, dengan beberapa insiden signifikan tercatat terjadi pada tahun 2013, 2015, dan 2020.[5] Nama “Depsang” atau “Dipsang” dalam bahasa Tibet berarti “dataran terbuka yang tinggi”.[6]
Geografi
Secara geografis, Dataran Depsang berada di barat laut wilayah Aksai Chin. Dataran ini dibatasi di bagian utara oleh lembah Sungai Chip Chap dan di bagian barat oleh Sungai Shyok. Di sisi timur, batas wilayah ini ditentukan oleh rangkaian bukit rendah dari Pegunungan Lak Tsung yang memisahkan Dataran Depsang dari cekungan Sungai Karakash. Di bagian selatan, dataran ini berakhir di Celah Depsang La, meskipun dalam istilah umum, wilayah Depsang juga mencakup kawasan pegunungan selatan yang termasuk Depsang Bulge. Depsang Bulge merupakan bagian tonjolan dalam wilayah yang secara teoritis termasuk teritorial India dan mencakup aliran hulu Burtsa Nala.[7] Karakoram Pass terletak di utara Dataran Depsang, sedangkan Dataran Lingzi Thang berada di bagian tenggara. Di sebelah barat, terdapat bagian selatan dari Gletser Rimo yang merupakan sumber Sungai Shyok. Kondisi geografi Dataran Depsang, yang mencakup dataran tinggi, lembah sungai, gletser, dan jalur pegunungan, menjadikannya wilayah strategis secara historis, ekonomi, dan militer, serta penting dalam konteks hubungan India-China dan rute perdagangan di Himalaya.[8]
Referensi
- ^ Bureau, Mail Today (2013-04-25). "Ladakh incursion: India turns to diplomacy to counter belligerent China amid border stand-off". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Making sense of the Depsang incursion". The Hindu (dalam bahasa Indian English). 2013-05-06. ISSN 0971-751X. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ Times, Hindustan. "Khurshid to visit China on May 9, flag meet date yet to be finalised - Hindustan Times". http://www.hindustantimes.com/. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "No ground lost in Depsang but India hasn't accessed large parts for 15 years". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 2020-09-17. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Indian, Chinese armies hold talks on Ladakh's Depsang plains". Hindustan Times (dalam bahasa Inggris). 2020-08-08. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ Mehra, Parshotam (1992). An "agreed" Frontier: Ladakh and India's Northernmost Borders, 1846-1947 (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. ISBN 978-0-19-562758-9.
- ^ Palit, D. K. (1991). War in High Himalaya: The Indian Army in Crisis, 1962 (dalam bahasa Inggris). Hurst. ISBN 978-0-312-06147-0.
- ^ Philip, Snehesh Alex (2020-09-19). "Why Depsang Plains, eyed by China, is crucial for India's defence in Ladakh". ThePrint (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


