Dario Edoardo Viganò


Dario Viganò
Prefek Emeritus Sekretariat untuk Komunikasi
Monsinyur Dario E. Viganò pada 2019.
GerejaGereja Katolik Roma
Penunjukan27 Juni 2015
Masa jabatan berakhir
21 Maret 2018
PendahuluTidak ada; jabatan dibentuk
PenerusPaolo Ruffini
Imamat
Tahbisan imam
13 Juni 1987
oleh Carlo Maria Martini
Informasi pribadi
Nama lahirDario Edoardo Viganò
Lahir27 Juni 1962 (umur 63)
Rio de Janeiro, Brasil
Jabatan sebelumnya
Presiden Komite Media Vatikan (2015-18)
AlmamaterUniversitas Kepausan Salesian

Dario Edoardo Viganò (lahir 27 Juni 1962) adalah seorang imam Katolik, penulis dan pengahar universitas Italia. Ia diangkat menjadi Direktur Vatican Television Center pada 2013. Ia menjabat sebagai Prefek pertama Sekretariat untuk Komunikasi yang baru didirikan dari 27 Juni 2015 sampai 21 Maret 2018, mengundurkan diri "sepaka setelah kesalahan penanganannya terhadap sebuah surat dari purna Paus Benediktus XVI yang memicu kegaduhan global".[1]

Karir

Viganò lahir pada 27 Juni 1962 di Rio de Janeiro[2] dari orangtua Italia.[3] Setelah belajar filsafat dan teologi di Universitas Milan, ia ditahbiskan menjadi imam Katolik Roma pada 13 Juni 1987 oleh Kardinal Carlo Maria Martini, Uskup Agung Milan.

Pada 1997, ia meraih gelar doktor di ISCOS, institut komunikasi Universitas Kepausan Salesian di Roma (kini Fakultas Ilmu Komunikasi Sosial) dengan tema: Chiesa e cinema. L'emblematico caso della diocesi di Milano (1894-1979). Saat dan setelah pembelajaran doktoralnya, ia bekerja di Kantor Komunikasi Sosial keuskupan agung Milan. Ia utamanya terlibat dalam sinema dan balai-balai sinema komunitas.

Pada 1998, ia menjadi anggota Konferensi Waligereja Italia.

Pada paruh kedua 1990an, ia mengajar Etika dan Deontologi Media di Università Cattolica del Sacro Cuore, Milan. Pada 1998, ia mulai mengajar Semiologi Sinema dan Teknologi Audio-visual di Roma dan Semiotik dan Komunikasi Bisnis di fakultas Kajian Komunikasi di Universitas LUMSA.

Dari 2000, ia mengajar di Universitas Kepausan Lateran, Roma tempat ia diangkat menjadi profesor Teori Komunikasi dan dekan Institut Redemptor hominis. Ia juga menjadi Direktur Centro Interdisciplinare Lateranense, dan profesor di Institu Ilmu Keagamaan "Ecclesia Mater".[4]

Sejak 2005, ia menjadi pengajar dalam bidang Semiologi Sinema dan Teknologi Audiovisual dan Teori dan Teknik Sinema di fakultas Ilmu Politik dan Kajian Komunikasi di Universitas LUISS Guido Carli, Roma.

ia diangkat menjadi anggota Akademi Teologi Kepausan dan badan saintifik Pusat Media dan Kajian Komunikasi (CMCS) "Massimo Baldini". Ia juga menjadi anggota badan saintifik Serangkaian Makalah Kerja CMCS-LUISS.

Pada 22 Januari 2013, ia diangkat menjadi direktur Vatican Television Center dan sekretaris badan administrasinya.[5]

Pada 29 September 2016, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi anggota Kongregasi untuk Rohaniwan dan Kongregasi untuk Pendidikan Katolik.[6]

Ia menerima gelar Komandan Kesatria Ordo Ekuestrian Makam Kudus Yerusalem, sebuah ordo kekesatriaan kepausan.[7]

Referensi

  1. ^ McElwee, Joshua J. (21 March 2018). "Francis accepts resignation of Vatican's communications czar after Benedict letter scandal". National Catholic Reporter. Diakses tanggal 21 March 2018.
  2. ^ "Pope Names Brazilian-Born Priest New Head of Vatican TV". National Catholic Register. 22 January 2013. Diakses tanggal 23 March 2018.
  3. ^ Galeazzi, Giacomo (27 June 2015). "Il Vaticano comunica con un'unica voce". La Stampa (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 23 March 2018.
  4. ^ "Ecclesia Mater". www.ecclesiamater.org. Diakses tanggal 2022-02-10.
  5. ^ "Rinunce e Nomine, 22.01.2013" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 22 January 2013. Diakses tanggal 23 March 2018.
  6. ^ "Other Pontifical Acts, 29.09.2016" (Press release). Holy See Press Office. 29 September 2016. Diakses tanggal 22 March 2018.
  7. ^ "Viganò commendatore dell'OESSG" (Press release) (dalam bahasa Italia). Fondazione ente dello Spettacolo. 11 December 2009. Diakses tanggal 23 March 2018.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement