Danurejo VII (VI)

Kangjeng Pangeran Harya Hadipati Danurejo VII (O Jawa: Danureja VII) adalah seorang patih di Kesultanan Yogyakarta. Sebelum diangkat menjadi patih di Keraton Yogyakarta, ia bernama Kangjeng Raden Adipati Yudhonegoro III (O Jawa: Yudhanegara III), putra dari Kangjeng Raden Adipati Yudhanegara II (KPHH Danureja VI) dan GKR Hangger. Danureja VII menjabat sebagai patih dari 1 Maret 1912 sampai wafat pada 15 Oktober 1932.[butuh rujukan]

Selama menjabat, Patih Danureja VII juga merangkap sebagai seniman andalan. Patih Danureja VII kemudian menjadi pelopor pagelaran wayang orang yang dipentaskan di luar keraton yang berbeda dengan pementasan di dalam kraton serta terkenal karena pernah mengadaptasi salah satu lakon dari wiracarita agung Ramayana yang diberi nama Langen Mandrawanara.[1] Ia juga menciptakan gamelan yang diberi nama Kangjeng Kyai Beling. Patih Danureja VII menjabat dalam masa dua kepemimpinan, dari masa Sultan Hamengkubuwana VII sampai Sultan Hamengkubuwana VIII.

Danureja VII dikebumikan di Makam Cendhanasari, Dusun Wonocatur, Banguntapan, Bantul bersebelahan dengan istrinya, GKR Hayu (putri ke-36 dari Sultan Hamengkubuwana VII).

Referensi

  1. ^ Barata (2017-09-16). "Langen Mandra Wanara, Tari Rakyat yang Diciptakan dari Dalam Istana – TeMBI". TeMBI (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2018-04-02.[pranala nonaktif permanen]

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement