Daftar tokoh Madura
Daftar tokoh Madura dibawah ini berisi nama tokoh-tokoh dari suku Madura. Daftar ini belumlah lengkap, para pembaca dipersilakan ikut melengkapinya dengan baik agar bermanfaat bagi pembaca.
Perangkat pemantau ini bisa digunakan untuk melihat perubahan terbaru dari artikel-artikel yang terkait dengan halaman ini. Jika pembaca melihat artikel tokoh di Wikipedia bahasa Indonesia yang semestinya masuk ke dalam daftar ini, silakan sunting halaman ini dan masukkan nama tokoh tersebut berikut keterangan dan pranalanya.
Agamawan
- Syaikhona Kholil Bangkalan.
- Alawy Muhammad, ulama.
- Jayamedho, Bhikkhu Buddhis Pendiri Walubi dan Magabudhi.
- Andy Octavian Latief, S.Si., M.Sc., Ph.D., ustaz.
Akademisi dan Ahli
Ahli Pendidikan
- Abdul Hadi WM, akademisi, ahli filsafat.
- Andy Octavian Latief, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen fisika ITB.
- Ichlasul Amal, akademisi, rektor.
- Nurcholis Madjid, akademisi, rektor.
- Riswandha Imawan, akademisi UGM.
- Sudarman, Sejarawan.
Aktivis dan Pejuang
- Sakera. pejuang anti penjajahan Belanda.
Seniman
Penyanyi
- Imam S. Arifin, Penyanyi dangdut.
- Imaniar Noorsaid, Penyanyi.
- Jhonny Iskandar, Penyanyi dandut Orkes Pengantar minum Racun.
- Salma Salsabil, Penyanyi.
- Yus Yunus, Penyanyi dangdut.
- Irwan Krisdiyanto, Penyanyi dangdut.
Pelawak
- Aditya "Tretan" Muslim. Pelawak tunggal.
Pemeran pria.
- Awang Darmawan, aktor.
- Kadir, komedian srimulat, aktor.
Pemeran wanita
- Shahnaz Haque, aktris.
- Soraya Haque, aktris.
- Kamidia Radisti, aktris.
- Marissa Haque, aktris.
Puteri kecantikan
- Kamidia Radisti, Miss Indonesia
Musisi
- Said Kelana, musisi.
- Jack Lesmana, musisi jazz.
Ahli kuliner
- Sisca Seowitomo, pakar kuliner.
Menteri dan Pejabat Tinggi Negara
Menteri
- Mahfud MD. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia.
- Nur Mahmudi Ismail. Menteri Kehutanan dan Perkebunan Republik Indonesia.
- Rachmat Saleh. Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
- Imam Nahrawi. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Pejabat tinggi
- MA Rachman. Jaksa Agung Republik Indonesia.
- Herman Widyananda. Wakil Ketua Badan Pemeriksa keuangan Republik Indonesia.
Aparatur Sipil Negara
Militer
- Abdul Halim Perdana Kusuma. Pendiri Tentara Nasional Angkatan Udara.
- Ahmad Yahya.Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta.
- Hanafie Asnan. Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.
- Muhamad Arifin. Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Kepolisian
- Roesmanhadi. Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
Politikus
- Didik J. Rachbini, Politisi.
- Mohammad Noer, Gubenur Jawa Timur.
Bupati / Wedana Sampang
Era Penjajahan Belanda (sejak 01 Nopember 1885)
- Raden Ario Koesuma Adiningrat Temenggung - Bupati ke I (1885 -)
- Raden Ario Temenggung Candra Negoro - Bupati ke II
- Raden Ario Adipati Secodiningrat - Bupati ke III (... - 1913)
- Raden Tumenggung Ario Suryowinoto - Bupati ke IV (1913 - 1918)
- Raden Temenggung Kartoamiprojo - - Bupati ke V (1918 -1923)
- Raden Tumenggung Ario Sosrowinoto - - Bupati ke VI(1929 - 1931)
Era Penjajahan Jepang
Dari tahun 1931 sampai 1949, Sampang hanya berupa kawedanan dan merupakan subdivisi dari Kabupaten Pamekasan
- Wedana Raden Abdul Gafur - Sampang dalam pendudukan jepang berstatus kawedanan (1942 – 1945)
Era Pasca Kemerdekaan Tahun 1945
Sampang berstatus Kawedanan
- Wedana Raden Abdul Gafur - Negara Madura (20 Februari 1948 – 4 Maret 1950)
Sampang berstatus Kabupaten
- Bupati Raden Panji Muhammad Saleh Kusumowinoto (1948 – 1950)
Era Kembali ke Pemerintahan R.I
Madura bergabung dengan Negara Kesatuan R.I tanggal 9 Maret 1950
Sampang Berstatus Kabupaten:
- Bupati Pertama (RT. Moh. Iksan 1950 – 1952)
- Bupati Kedua ( R. Suharjo 1953 – 1956)
- Bupati Ketiga ( K.H. Achmad Zaini 1957 – 1959)
- Bupati Keempat (M. Walihadi 1960 – 1965)
- Bupati Kelima ( Faudzan Hafidz Suroso, B.A 1966 – 1971)
- Bupati Keenam (Jusuf Oenik 1971 – 1978)
- Bupati Ketujuh (Mursim 1978 – 1985)
- Bupati Kedelapan (Makbul 1985 – 1990)
- Bupati Kesembilan(R. Bagus Hinayana 1990 – 1995)
- Bupati Kesepuluh (Fadhilah Budiono, periode pertama 1995 – 2000)
- Bupati Kesepuluh (Fadhilah Budiono,periode kedua 2001 – 2006)
- Bupati Kesebelas (Noer Tjahja 2008 – 2013)
- Bupati Keduabelas (Fannan Hasib 2013 - )
Sastrawan, Seniman, Budayawan
- Abdul Hadi WM, sastrawan, budayawan.
- Arswendo Atmowiloto, budayawan.
- D. Zawawi Imron, penyair, budayawan.
Tokoh Kerajaan
- Arya Wiraraja.
- Brawijaya VI.
- Cakraningrat.
- Cokronegoro II.
- Cokronegoro III.
- Cokronegoro IV.
- Kek Lesap.
- Adipati Cakraningrat I.
- Panembahan Cakraningrat II.
- Panembahan Cakraningrat III.
- Panembahan Cakraningrat IV.
- Panembahan Cakraningrat V.
- Panembahan Cakraningrat VI.
- Panembahan Lemah Dhuwur.
- Panembahan Somala.
- Pangeran Pragalba.
- Pangeran Blega.
- Pangeran Mas.
- Pangeran Tengah.
- Pangeran Trunojoyo.
- Raden Ario Majangkoro.
- Yudonegoro.
- Maulana Yusuf.
- Karena pernikahan Pakubuwana IV dengan puteri-puteri Madura, seluruh penguasa dan bangsawan Kasunanan Surakarta selanjutnya (kecuali Pakubuwana VIII) juga memiliki darah Madura:
Lihat juga
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


