Cryptomeria

Cryptomeria
Large beech tree
Gambar dari "Flora Japonica" oleh Philipp Franz von Siebold dan Joseph Gerhard Zuccarini
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Genus: Cryptomeria
Spesies:
C. japonica
Nama binomial
Cryptomeria japonica
Sinonim
Daftar sinonim
    • Cryptomeria araucarioides Henkel & W.Hochst.
    • Cryptomeria compacta Beissn.
    • Cryptomeria elegans Jacob-Makoy
    • Cryptomeria fortunei Hooibr. ex Billain
    • Cryptomeria generalis E.H.L.Krause
    • Cryptomeria kawaii Hayata
    • Cryptomeria lobbiana Billain
    • Cryptomeria lobbii (Carrière) Lavallée
    • Cryptomeria mairei (H.Lév.) Nakai
    • Cryptomeria mucronata Beissn.
    • Cryptomeria nana Lindl. & Gordon
    • Cryptomeria nigricans Carrière
    • Cryptomeria pungens Beissn.
    • Cryptomeria variegata Beissn.
    • Cryptomeria viridis Beissn.
    • Cupressus japonica Thunb. ex L.f.
    • Cupressus mairei H.Lév.
    • Schubertia japonica (Thunb. ex L.f.) Jacques
    • Schubertia japonicum (Thunb. ex L. f.) Brongn.
    • Taxodium japonicum (Thunb. ex L.f.) Brongn.

Cryptomeria (secara harfiah "bagian tersembunyi") merupakan genus tunggal dari tumbuhan runjung yang termasuk dalam famili Cupressaceae. Genus ini hanya memiliki satu spesies, yaitu Cryptomeria japonica (sinonim: Cupressus japonica L.f.). Spesies ini merupakan tanaman endemik Jepang dan dikenal dengan nama lokal Sugi (杉). Dalam bahasa Inggris, pohon ini sering disebut Japanese cedar, atau Japanese redwood.[2] Selain tumbuh alami di Jepang, Cryptomeria japonica juga telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah lain, termasuk di Kepulauan Azores, untuk keperluan produksi kayu.

Habitat

Sugi telah dibudidayakan di Tiongkok sejak zaman kuno hingga sering kali dianggap sebagai spesies asli negara tersebut. Varietas yang digunakan untuk tujuan hias maupun produksi kayu di Tiongkok pernah diklasifikasikan sebagai Cryptomeria japonica var. sinensis atau bahkan sebagai spesies terpisah, Cryptomeria fortunei. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk tersebut tidak berbeda secara signifikan dari variasi alami yang ditemukan di Jepang, dan tidak ada bukti kuat bahwa spesies ini pernah tumbuh secara alami di Tiongkok. Analisis genetik terhadap populasi terkenal di Gunung Tianmu, yang mencakup pohon berusia hampir 1.000 tahun, mendukung teori bahwa keberadaannya di wilayah tersebut berasal dari hasil introduksi manusia, bukan pertumbuhan alami.[3]

Di luar jangkauan aslinya, Cryptomeria juga diperkenalkan ke Azores pada pertengahan abad ke-19 untuk produksi kayu. Saat ini merupakan spesies yang paling banyak dibudidayakan di wilayah kepulauan, menempati lebih dari 12.698 hektar, 60% dari hutan produksi dan sekitar 1/5 dari total luas daratan di wilayah tersebut.[4]

Budaya

Sugi kerap ditanam di sekitar kuil dan wihara, dengan banyak pohon berusia ratusan tahun yang masih berdiri megah hingga kini.[5] Dalam catatan Notes on the Forest Flora of Japan (1894), Sargent menulis kisah tentang seorang daimyō (penguasa feodal) yang tidak mampu menyumbangkan lentera batu untuk pemakaman shōgun Tokugawa Ieyasu (1543–1616) di Nikkō Tōshō-gū. Sebagai gantinya, ia memohon izin untuk menanam deretan pohon sugi agar para peziarah di masa mendatang dapat berlindung dari teriknya matahari. Permintaan itu dikabulkan, dan hasilnya adalah daerah yang kini disebut Cedar Avenue of Nikkō, sebuah jalur pohon sugi sepanjang lebih dari 65 kilometer yang masih lestari hingga kini dan terkenal akan keindahannya yang agung.[6]

Referensi

  1. ^ Thomas, P.; Katsuki, T.; Farjon, A. (2013). "Cryptomeria japonica". 2013 e.T39149A2886821. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T39149A2886821.en. ;
  2. ^ "Japanese cedar". Britannica Encyclopaedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  3. ^ Chen, Yan; Yang, Shu-Zhen; Zhao, Ming-Shui; Ni, Bi-Ye; Liu, Liang; Chen, Xiao-Yong (2008). "Demographic Genetic Structure of Cryptomeria japonica var. sinensis in Tianmushan Nature Reserve, China". Journal of Integrative Plant Biology (dalam bahasa Inggris). 50 (9): 1171–1177. doi:10.1111/j.1744-7909.2008.00725.x. ISSN 1744-7909.
  4. ^ "Criptomeria (Cryptomeria japonica)". Almanaque Acoriano. Diakses tanggal 2025-11-03.
  5. ^ Wilson, Ernest Henry; Wilson, Ernest Henry (1916). The conifers and taxads of Japan. Issued December 30, 1916. Cambridge: University Press. hlm. 66–71. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Sargent, Charles Sprague; Sargent, Charles Sprague (2000). "from Notes on the Forest Flora of Japan.- II [Floras of Japan and Eastern America Compared] (1893)". Arnoldia. 60 (2): 11––13. doi:10.5962/p.258651.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement