Chatibul Umam
Chatibul Umam | |
|---|---|
![]() | |
| Rektor Universitas PTIQ Jakarta | |
| Masa jabatan 1996–2005 | |
| Mustasyar PBNU | |
| Masa jabatan 2015–2020 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 07 Juli 1936 Kudus, Jawa Tengah, Hindia Belanda |
| Partai politik | PKNU (2006–2022) |
| Suami/istri | Hj. Muflichah |
| Anak | 3 |
| Orang tua |
|
| Almamater | Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta |
| Pekerjaan | Ulama, Akademisi, Jurnalis |
| Profesi | Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab |
Chatibul Umam (lahir 7 Juli 1936) adalah seorang ulama, akademisi, dan pakar bahasa serta sastra Arab asal Indonesia.[1] Ia dikenal sebagai guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta serta pernah menjabat sebagai rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta periode 1996–2005. Selain berkiprah di bidang akademik, ia juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan dunia jurnalistik.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
Chatibul Umam lahir dari pasangan K.H. Rif’an dan Nyai Hj. Ruqoyyah di Kudus, Jawa Tengah. Ia dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan memperoleh pendidikan agama sejak usia dini melalui pengajian keluarga.
Pendidikan formalnya ditempuh di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, yang diselesaikannya pada tahun 1953. Ia kemudian melanjutkan studi ke Sekolah Guru Hakim Agama (SGHA) di Yogyakarta. Ketertarikannya terhadap bahasa Arab berkembang pada masa ini, dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan dan para pengajarnya.
Setelah itu, ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta, yang kemudian menjadi bagian dari IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Ia termasuk dalam angkatan awal lembaga tersebut.[3]
Karier
Chatibul Umam memulai karier sebagai guru negeri dengan mengajar bahasa Arab di PGA Kudus. Ia kemudian melanjutkan karier akademiknya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mencapai jabatan guru besar dalam bidang bahasa dan sastra Arab pada tahun 1990.
Ia dikenal sebagai akademisi yang produktif. Hingga akhir 1990-an, tercatat lebih dari 200 judul buku telah ditulisnya, baik karya asli maupun terjemahan, yang sebagian besar membahas tata bahasa dan sastra Arab. Selain itu, ia juga menulis puluhan makalah dan artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam berbagai seminar nasional dan internasional.
Meskipun telah menyandang gelar profesor lebih dahulu, ia baru memperoleh gelar doktor pada tahun 1999 melalui keputusan senat akademik sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam bidang keilmuan.
Kiprah di PTIQ
Chatibul Umam memiliki peran penting dalam perkembangan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta. Ia telah mengabdi di institusi tersebut selama puluhan tahun sejak masa awal berdirinya dan termasuk salah satu saksi sejarah perkembangan PTIQ.
Sebelum menjadi rektor, ia beberapa kali menjabat sebagai wakil rektor serta ketua presidium dalam masa transisi kepemimpinan. Ia kemudian menjabat sebagai rektor PTIQ selama dua periode, yaitu dari tahun 1996 hingga 2005.
Selama masa kepemimpinannya, PTIQ mengalami sejumlah perkembangan, antara lain pembukaan Fakultas Ushuluddin dan program pascasarjana, serta pembangunan infrastruktur kampus. Ia juga terlibat dalam penerbitan berbagai karya ilmiah institusi.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai rektor, ia tetap aktif sebagai dosen, khususnya pada program pascasarjana, serta terus berkontribusi dalam pengembangan akademik PTIQ.[4][5]
Kegiatan organisasi dan jurnalistik
Semasa kuliah, Chatibul Umam aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pada tahun 1963, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII di bawah kepemimpinan Mahbub Djunaedi.[6]
Di bidang jurnalistik, ia pernah menjadi wartawan dan sekretaris redaksi harian Duta Masyarakat. Ia juga terlibat dalam penerbitan media lain seperti Risalah Islamiyyah, serta menjadi bagian dari redaksi majalah Ihya Ulumiddin. Selain itu, ia mendirikan dan memimpin sejumlah jurnal ilmiah, termasuk Studia Islamika dan Ihya Ulumiddin di lingkungan akademik.
Peran di Nahdlatul Ulama
Keterlibatan Chatibul Umam dalam Nahdlatul Ulama dimulai pada Muktamar NU tahun 1989 di Krapyak, ketika ia awalnya hadir sebagai peninjau. Dalam forum tersebut, ia kemudian terpilih sebagai Wakil Katib ‘Aam PBNU.[7]
Pada periode berikutnya, ia dipercaya menduduki berbagai posisi penting dalam struktur organisasi, termasuk sebagai Ketua Lembaga Bahtsul Masail dan kemudian sebagai Rais Syuriyah PBNU. Ia juga menjabat sebagai penasihat Lajnah Falakiyah PBNU.
Sebagai ahli falak, ia beberapa kali mewakili NU dalam sidang isbat yang diselenggarakan pemerintah untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Karya dan pemikiran
Chatibul Umam dikenal sebagai salah satu ulama Indonesia yang produktif dalam bidang penulisan bahasa Arab. Karya-karyanya mencakup berbagai bidang, terutama tata bahasa (nahwu), balaghah, dan sastra Arab.
Sebagian karyanya digunakan sebagai bahan ajar di berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Selain itu, beberapa bukunya juga beredar di negara-negara Asia Tenggara.
Dalam pandangannya, karya sastra Arab yang baik harus memuat unsur rasa (‘athifah), imajinasi (khayaliyyah), gagasan (fikrah), dan gaya bahasa (uslub).
Kehidupan pribadi
Chatibul Umam menikah dengan Hj. Muflichah dan memiliki tiga orang anak. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mengabdikan sebagian besar hidupnya pada dunia pendidikan dan pengajaran.
Lihat pula
Referensi
- ^ "Profil Prof KH Chotibul Umam, Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab di UIN Syarif Hidayatullah". Surya.co.id. Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ admin (2023-06-15). "Kiai, Profesor, mantan Jurnalis Duta Masyarakat". YAYASAN TBS KUDUS (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ gusmanshur (2012-11-23). "Pakar Bahasa dan Sastra Arab NU dari Kota Kretek". Sang Musafir. Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ "Mengevaluasi PTIQ untuk Lebih Tertata - MAJALAH LAPER (Laskar Pemuda Berpikir)". Mengevaluasi PTIQ untuk Lebih Tertata - MAJALAH LAPER (Laskar Pemuda Berpikir). Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ "Prof. Dr. Chatibul Umam, M.A." pascasarjana-ptiq.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ "Mustasyar PBNU Kisahkan Kilas Sejarah Berdirinya PMII Ciputat". NU Online. Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ "Inilah Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2015-2020". NU Online. Diakses tanggal 2026-04-12.
Pranala luar
| Jabatan akademik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Prof. Dr. KH. Bustami A. Ghani |
Rektor Universitas PTIQ Jakarta 1996–2005 |
Diteruskan oleh: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.







