Cevat Çobanlı

Cevat Çobanlı
Julukan18 Mart Kahramanı
(Pahlawan 18 Maret)
Lahir(1870-09-14)14 September 1870
Sultanahmet, Istanbul, Kekaisaran Utsmaniyah
Meninggal13 Maret 1938(1938-03-13) (umur 67)
Istanbul, Turki
DikebumikanErenköy Mezarlığı
Pengabdian Kesultanan Utsmaniyah
 Turki
Dinas/cabang Ottoman Army
 Angkatan Darat Turki
Lama dinas1891–1920 (Utsmaniyah)
1922–1935 (Turki)
PangkatJenderal
KomandanKampanye Gallipoli
Korps XIV
Korps XV
Korps VIII
Tentara Kedua (wakil)
Tentara Kedelapan
Menteri Perang
Kepala Staf Umum
Front Mesopotamia
Tentara Ketiga
Anggota Dewan Militer Tertinggi
Perang/pertempuranPerang Italia–Turki
Perang Balkan
Perang Dunia I
Perang Kemerdekaan Turki

Cevat Çobanlı (14 September 1870[1] atau 1871 – 13 Maret 1938[2]) adalah seorang perwira militer Turki dalam Angkatan Darat Kekaisaran Ottoman sekaligus jenderal Angkatan Bersenjata Turki. Ia dikenal luas karena berhasil menyebabkan kerugian besar bagi armada Sekutu selama Operasi Angkatan Laut dalam Kampanye Dardanella pada masa Perang Dunia I.

Keluarga

Cevat Pasha dan Mustafa Kemal Bey dalam harian Tasvîr-i Efkâr tertanggal 29 Oktober 1915.

Cevat lahir pada 14 September 1870, atau menurut beberapa sumber pada tahun 1871, di kawasan Sultanahmet (Istanbul, Kesultanan Utsmaniyah). Ibunya bernama Emine Hanım, sedangkan ayahnya adalah Müşir Şakir Pasha, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Utsmaniyah. Keluarganya berasal dari daerah Malatya.

Pendidikan dan Karier Militer

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Galatasaray High School, Cevat melanjutkan ke Akademi Militer Utsmaniyah (Mekteb-i Fünûn-u Harbiyye-i Şâhâne) pada tahun 1888. Ia lulus pada 1891 dengan menempati peringkat keempat di kelasnya, lalu bergabung dengan Angkatan Darat Kesultanan Utsmaniyah sebagai perwira infanteri berpangkat Letnan Dua (Mülâzım-ı Sani).[3]

Cevat kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf Militer Utsmaniyah (Mekteb-i Erkân-ı Harbiye-i Şâhâne). Pada tahun 1892, ia naik pangkat menjadi Letnan Satu (Mülâzım-ı Evvel).[3] Dua tahun kemudian, pada 1894, ia lulus dengan pangkat Kapten Staf (Erkân-ı Harp Yüzbaşısı) dan ditugaskan di Staf Umum Istana (Maiyet-i Seniyye Erkân-ı Harbiyesi) sebagai ajudan Sultan.[3]

Pada tahun 1900, ia dipromosikan menjadi Kolonel, dan setahun kemudian menjadi Jenderal Bintang Satu. Setelah beberapa penugasan di luar negeri, ia dipercaya memimpin penguatan sistem pertahanan di Edirne. Pada tahun 1906, Cevat naik menjadi Jenderal Bintang Dua. Namun, setelah diberlakukannya undang-undang reorganisasi militer (Tasfiye-i Rütbe Kanunu) pada tahun 1909, pangkatnya diturunkan dua tingkat.

Perang Balkan

Pada masa Perang Balkan Pertama (1912–1913), Cevat Pasha menjabat sebagai salah satu komandan senior di Angkatan Darat Utsmaniyah. Ia memimpin pasukan di wilayah Trakia Timur dan ikut dalam operasi pertahanan terhadap pasukan gabungan Liga Balkan. Setelah mundurnya pasukan Utsmaniyah dari Edirne, Cevat ditugaskan untuk mengatur pertahanan garis belakang di sekitar Garis Çatalca, yang menjadi benteng terakhir menuju Istanbul.[4]

Cevat dikenal karena kemampuan taktisnya dalam mempertahankan posisi di bawah tekanan berat dan dalam kondisi logistik yang terbatas. Ia turut serta dalam pertempuran sengit melawan pasukan Bulgaria di front Çatalca pada akhir tahun 1912.[5]

Meskipun pasukan Utsmaniyah mengalami kekalahan strategis secara keseluruhan, Cevat berhasil menjaga stabilitas pertahanan hingga penandatanganan Gencatan Senjata Çatalca pada Desember 1912.[6]

Setelah gencatan senjata, ia berperan dalam reorganisasi militer Utsmaniyah bersama dengan Mahmud Şevket Pasha dan sejumlah perwira muda lainnya, yang kemudian menjadi dasar reformasi militer menjelang Perang Dunia I.[7]

Perang Dunia I

Pada awal Perang Dunia I, Cevat Pasha menjabat sebagai komandan Korps XV yang ditempatkan di Selat Dardanella. Ia ditugaskan untuk memperkuat pertahanan pesisir dan garis artileri pesisir yang mengawal jalur laut menuju Konstantinopel.[8]

Ketika Kampanye Dardanella dimulai pada Maret 1915, Cevat Pasha memimpin operasi pertahanan terhadap armada Sekutu yang terdiri atas kapal perang Inggris dan Prancis. Pada tanggal 18 Maret 1915, di bawah koordinasinya, pasukan artileri pantai dan ranjau laut yang diletakkan oleh Letnan Laut Tophaneli Hakki dan kapal penabur ranjau Nusret berhasil menimbulkan kerugian besar bagi armada musuh, menenggelamkan tiga kapal perang besar: HMS Irresistible, HMS Ocean, dan kapal Prancis Bouvet.[9]

Keberhasilan tersebut menjadi titik balik penting yang memaksa Sekutu menghentikan serangan laut langsung ke Istanbul dan beralih ke operasi pendaratan darat di Semenanjung Gallipoli. Karena kepemimpinan dan strategi pertahanannya yang efektif, Cevat kemudian dijuluki "18 Mart Kahramanı" (Pahlawan 18 Maret).[10]

Setelah keberhasilan di Dardanella, ia dipromosikan dan dipercaya untuk memimpin Korps XIV di front timur, kemudian menjabat sebagai komandan Tentara Kedua sementara pada tahun 1916.[8] Pada tahun-tahun berikutnya, Cevat juga ditugaskan dalam operasi di Front Mesopotamia dan Front Palestina dan Sinai, serta sempat menjabat sebagai Kepala Staf Umum dalam masa akhir perang.[11]

Setelah Gencatan Senjata Mudros pada Oktober 1918, Cevat ditangkap oleh pasukan Inggris dan dideportasi ke Malta bersama sejumlah perwira tinggi Utsmaniyah lainnya. Ia dibebaskan pada tahun 1921 dan kembali ke Istanbul.[12]

Masa Republik

Setelah kembali dari pengasingannya di Malta pada tahun 1921, Cevat Pasha bergabung dengan gerakan Perang Kemerdekaan Turki di bawah pimpinan Mustafa Kemal Atatürk. Pada awalnya, ia bertugas di Ankara sebagai penasihat militer, kemudian pada Januari 1922 diangkat sebagai komandan Tentara Ketiga yang bermarkas di Erzurum. Dalam posisi ini, Cevat berperan penting dalam reorganisasi pasukan di Anatolia timur dan memastikan keamanan perbatasan dari ancaman sisa pasukan Rusia Putih dan kelompok bersenjata Kaukasus.[13]

Pasca kemenangan dalam Perang Kemerdekaan Turki, Cevat tetap aktif di dalam struktur militer Republik Turki yang baru berdiri. Ia dipercaya sebagai anggota Dewan Militer Tertinggi (Yüksek Askerî Şûra) dan juga sempat menjabat sebagai Kepala Staf Umum sementara dalam masa transisi pembentukan angkatan bersenjata republik.[14]

Ia pensiun dari dinas aktif pada 14 September 1935, setelah lebih dari empat dekade pengabdian militer sejak masa Kesultanan Utsmaniyah. Setelah pensiun, Cevat menjalani kehidupan yang tenang di Istanbul dan tetap dihormati sebagai salah satu tokoh militer tertinggi yang menjembatani masa Kekaisaran Ottoman dan Republik Turki modern.[15]

Cevat Çobanlı wafat pada 13 Maret 1938 di Istanbul dan dimakamkan di Erenköy Mezarlığı, dengan upacara militer penuh kehormatan. Warisannya diabadikan sebagai salah satu perwira yang mempertahankan kehormatan militer Turki dari masa kekaisaran hingga republik, serta dikenang dengan gelar kehormatan “18 Mart Kahramanı” (Pahlawan 18 Maret).[13]

Tanda Jasa dan Penghargaan

Ordo Medjidieh Kelas Pertama dengan Pedang

Medali Liyakat Emas

Medali Imtiyaz Emas

Ordo Jasa Militer Bulgaria

Ordo Santo Alexander Bulgaria Kelas Kedua

Ordo Isabella yang Katolik Spanyol Kelas Kedua

Ordo Mahkota Prusia Kelas Kedua

Salib Besi Prusia Kelas Pertama dan Kedua

Ordo Elang Merah Prusia

Ordo Jasa Militer Bavaria Kelas Kedua dengan Pedang

Ordo Mahkota Bavaria Kelas Pertama dengan Pedang

Medali Jasa Militer Austria–Hungaria Kelas Kedua

Salib Palang Merah Austria–Hungaria Kelas Pertama

Ordo Mahkota Besi Austria–Hungaria Kelas Pertama

Ordo Mahkota Besi Austria–Hungaria Kelas Kedua (Militer)

Medali Kemerdekaan Turki dengan Pita Merah dan Penghargaan Khusus

Referensi

  1. ^ Mesut Aydın, Türkiye ve Irak Hudûdu Mes'elesi, Avrasya Stratejik Araştırmalar Merkezi Yayınları, 2001, hlm. 53.
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Genelkurmay22
  3. ^ a b c Genelkurmay, Türk İstiklâl Harbine Katılan Tümen ve Daha Üst Kademelerdeki Komutanların Biyografileri, hlm. 23.
  4. ^ Erickson, Edward J. (2003). Defeat in Detail: The Ottoman Army in the Balkans, 1912–1913. Westport: Praeger. hlm. 204–205.
  5. ^ Hall, Richard C. (2000). The Balkan Wars, 1912–1913: Prelude to the First World War. London: Routledge. hlm. 152–154.
  6. ^ Erickson, 2003, hlm. 208.
  7. ^ T.C. Genelkurmay Harp Tarihi Başkanlığı (1972). Türk İstiklâl Harbine Katılan Tümen ve Daha Üst Kademelerdeki Komutanların Biyografileri. Ankara: Genelkurmay Başkanlığı Basımevi. hlm. 23.
  8. ^ a b Erickson, Edward J. (2001). Ordered to Die: A History of the Ottoman Army in the First World War. Westport: Greenwood Press. hlm. 87–89.
  9. ^ Asprey, Robert B. (1994). The First Battle of the World: Gallipoli 1915. Boston: Houghton Mifflin. hlm. 178–180.
  10. ^ T.C. Genelkurmay Harp Tarihi Başkanlığı (1972). Türk İstiklâl Harbine Katılan Tümen ve Daha Üst Kademelerdeki Komutanların Biyografileri. Ankara: Genelkurmay Başkanlığı Basımevi. hlm. 23.
  11. ^ Erickson, Edward J. (2001). Ordered to Die. hlm. 212–213.
  12. ^ Kinross, Patrick. (1964). Atatürk: The Rebirth of a Nation. London: Weidenfeld & Nicolson. hlm. 273.
  13. ^ a b T.C. Genelkurmay Harp Tarihi Başkanlığı (1972). Türk İstiklâl Harbine Katılan Tümen ve Daha Üst Kademelerdeki Komutanların Biyografileri. Ankara: Genelkurmay Başkanlığı Basımevi. hlm. 24.
  14. ^ Erickson, Edward J. (2003). Defeat in Detail: The Ottoman Army in the Balkans, 1912–1913. Westport: Praeger. hlm. 311–312.
  15. ^ Kinross, Patrick (1964). Atatürk: The Rebirth of a Nation. London: Weidenfeld & Nicolson. hlm. 318.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement