Celurut gajah
| Celurut gajah[1] Rentang waktu:
| |
|---|---|
| Celurut gajah hitam dan merah tua, Rhynchocyon petersi, Kebun Binatang Philadelphia | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Infrakelas: | Placentalia |
| Superordo: | Afrotheria |
| Grandordo: | Afroinsectiphilia |
| Mirordo: | Afroinsectivora |
| Ordo: | Macroscelidea Butler, 1956 |
| Famili: | Macroscelididae Bonaparte, 1838 |
| Genus tipe | |
| Macroscelides A. Smith, 1829
| |
| Genus | |
|
Elephantulus | |
| Peta persebaran celurut gajah berdasarkan genus | |
Celurut gajah, atau celurut lompat, adalah mamalia insektivora kecil asli Afrika yang tergolong familia Macroscelididae, dalam ordo Macroscelidea, yang secara tradisional dinamakan demikian karena adanya kemiripan antara hidungnya yang panjang dengan belalai gajah, dan bentuk tubuhnya yang menyerupai celurut (familia Soricidae) dalam ordo Insektivora. Meskipun demikian, celurut gajah tidak benar-benar diklasifikasikan sebagai celurut meskipun bentuknya serupa, melainkan lebih erat kaitannya dengan gajah dan kerabat mereka yang baru ditemukan, Afrotheria; Ahli biologi Jonathan Kingdon mengusulkan agar hewan ini dinamai sengis,[4] sebuah istilah yang berasal dari bahasa Bantu Afrika.
Celurut gajah tersebar luas di bagian selatan Afrika, dan dapat ditemukan di hampir semua jenis habitat, dari Gurun Namib hingga ke wilayah bebatuan yang bertebaran di Afrika Selatan serta hutan lebat. Salah satu spesies, celurut gajah Afrika Utara, hidup di wilayah semi kering, yakni di negara-negara pegunungan di ujung barat laut benua Afrika.
Catatan
- ^ Templat:MSW3 Macroscelidea
- ^ Martin Pickford; Brigitte Senut; Helke Mocke; Cécile Mourer-Chauviré; Jean-Claude Rage; Pierre Mein (2014). "Eocene aridity in southwestern Africa: timing of onset and biological consequences". Transactions of the Royal Society of South Africa. 69 (3): 139–144. Bibcode:2014TRSSA..69..139P. doi:10.1080/0035919X.2014.933452. S2CID 128423895.
- ^ Martin Pickford (2015). "Chrysochloridae (Mammalia) from the Lutetian (Middle Eocene) of Black Crow, Namibia" (PDF). Communications of the Geological Survey of Namibia. 16: 105–113.
- ^ Kingdon, J. (1997). The Kingdon Field Guide to African Mammals. London: Academic Press. ISBN 978-0-691-11692-1.
Referensi
- Murata Y, Nikaido M, Sasaki T, Cao Y, Fukumoto Y, Hasegawa M, Okada N. Afrotherian phylogeny as inferred from complete mitochondrial genomes. Mol Phylogenet Evol. 2003 Aug;28(2):253-60.
- Murphy WJ, Eizirik E, Johnson WE, Zhang YP, Ryder OA, O'Brien SJ. Molecular phylogenetics and the origins of placental mammals. Nature. 2001 February 1;409(6820):614-8.
- Tabuce R, Marivaux L, Adaci M, Bensalah M, Hartenberger JL, Mahboubi M, Mebrouk F, Tafforeau P, Jaeger JJ. Early Tertiary mammals from North Africa reinforce the molecular Afrotheria clade. Proc Biol Sci. 2007 May 7;274(1614):1159-66.
Pranala luar
- "Elephant Shrew". African Wildlife Foundation. Diakses tanggal February 2010.
- "Sengis (Elephant-Shrews)". California Academy of Sciences. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal October 2012. ;
- "New Species Of Giant Elephant-shrew Discovered". Science Daily. February 2008. Diakses tanggal February 2010.
- "New sengi species is related to an elephant, but small as a mouse". Los Angeles Times. June 2014. Diakses tanggal June 2014.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


