Celepuk mentawai

Celepuk mentawai
Celepuk mentawai
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Strigiformes
Famili: Strigidae
Genus: Otus
Spesies:
O. mentawi
Nama binomial
Otus mentawi
Chasen & Kloss, 1926

Celepuk mentawai (Otus mentawi) adalah spesies burung hantu langka dan endemik yang hidup di hutan-hutan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia.[3] Spesies ini memiliki status konservasi berisiko rendah atau kurang terancam.[4][3]

Morfologi

Celepuk mentawai adalah satau satu jenis burung hantu bertubuh kecil yaitu panjang dewasanya adalah 20 cm.[3] Burung ini memiliki bulu berwarna dominan cokelat dengan bintik-bintik. Sementara itu ia memiliki mata berwarna kuning kecoklatan, kaki berwarna abu-abu dan paruh berwarna seperti kuku atau gading.[3] Celepuk mentawai memiliki suara berupa teriakan mirip gonggongan yang berakhir tiba-tiba, seringkali dalam sepasang atau serangkaian nada dengan jarak tertentu.[5] Sama dengan jenis burung hantu lainnya, celepuk mentawai juga merupakan hewan yang nokturnal atau aktif pada malam hari.[6] Makanan utama celepuk mentawai adalah serangga.[3]

Taksonomi

Secara taksonomi, celepuk mentawai adalah bagian dari kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Strigiformes, famili Strigidae dan genus Otus.[7]

Persebaran

Celepuk mentawai adalah burung endemik hanya ditemukan di beberapa pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.[3] Burung ini tinggal di hutan dataran rendah yaitu antara 0-450 meter di atas permukaan laut.[4] Tempat hidup burung ini adalah mulai dari hutan hujan yang masih asli dan juga di perkebunan masyarakat serta hutan di sekitar tempat tinggal manusia.[7] Burung ini ditemukan di pulau-pulau utama atau pulau-pulau besar di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat yaitu antara lain Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan.[7] Di Pulau Siberut terdapat Taman Nasional Siberut yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam ± 132.900 (seratus tiga puluh dua ribu sembilan ratus) hektar, Hutan Lindung seluas ± 3.500 (tiga ribu lima ratus) hektar yang didiami oleh 134 spesies burung.[8] Celepuk mentawai menjadi satu-satunya spesies burung endemik di taman nasional tersebut.[8]

Referensi

  1. ^ BirdLife International (2023). "Otus mentawi" e.T22688713A229809425. doi:10.2305/IUCN.UK.2023-1.RLTS.T22688713A229809425.en.
  2. ^ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ^ a b c d e f "Burung Hantu mentawai | Biodiversity Warriors | Kehati" (dalam bahasa American English). 2015-05-02. Diakses tanggal 2026-02-21.
  4. ^ a b BirdLife International (BirdLife International) (2023-07-24). "IUCN Red List of Threatened Species: Otus mentawi". IUCN Red List of Threatened Species.
  5. ^ "Celepuk mentawai - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-02-28. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ^ Febrianti (2024-12-15). "Melihat Satwa Endemik Mentawai di Pulau Siberut". Diakses tanggal 2026-02-21.
  7. ^ a b c LIST, RED (2023-07-24). "Mentawai Scops-owl". RED LIST. Diakses tanggal 2026-02-21.
  8. ^ a b Kehutanan, Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian. "Profil TN Siberut". ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2026-02-28. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement