Celepuk mentawai
| Celepuk mentawai | |
|---|---|
| Celepuk mentawai | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Strigiformes |
| Famili: | Strigidae |
| Genus: | Otus |
| Spesies: | O. mentawi
|
| Nama binomial | |
| Otus mentawi | |
Celepuk mentawai (Otus mentawi) adalah spesies burung hantu langka dan endemik yang hidup di hutan-hutan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia.[3] Spesies ini memiliki status konservasi berisiko rendah atau kurang terancam.[4][3]
Morfologi
Celepuk mentawai adalah satau satu jenis burung hantu bertubuh kecil yaitu panjang dewasanya adalah 20 cm.[3] Burung ini memiliki bulu berwarna dominan cokelat dengan bintik-bintik. Sementara itu ia memiliki mata berwarna kuning kecoklatan, kaki berwarna abu-abu dan paruh berwarna seperti kuku atau gading.[3] Celepuk mentawai memiliki suara berupa teriakan mirip gonggongan yang berakhir tiba-tiba, seringkali dalam sepasang atau serangkaian nada dengan jarak tertentu.[5] Sama dengan jenis burung hantu lainnya, celepuk mentawai juga merupakan hewan yang nokturnal atau aktif pada malam hari.[6] Makanan utama celepuk mentawai adalah serangga.[3]
Taksonomi
Secara taksonomi, celepuk mentawai adalah bagian dari kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Strigiformes, famili Strigidae dan genus Otus.[7]
Persebaran
Celepuk mentawai adalah burung endemik hanya ditemukan di beberapa pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.[3] Burung ini tinggal di hutan dataran rendah yaitu antara 0-450 meter di atas permukaan laut.[4] Tempat hidup burung ini adalah mulai dari hutan hujan yang masih asli dan juga di perkebunan masyarakat serta hutan di sekitar tempat tinggal manusia.[7] Burung ini ditemukan di pulau-pulau utama atau pulau-pulau besar di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat yaitu antara lain Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan.[7] Di Pulau Siberut terdapat Taman Nasional Siberut yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam ± 132.900 (seratus tiga puluh dua ribu sembilan ratus) hektar, Hutan Lindung seluas ± 3.500 (tiga ribu lima ratus) hektar yang didiami oleh 134 spesies burung.[8] Celepuk mentawai menjadi satu-satunya spesies burung endemik di taman nasional tersebut.[8]
Referensi
- ^ BirdLife International (2023). "Otus mentawi" e.T22688713A229809425. doi:10.2305/IUCN.UK.2023-1.RLTS.T22688713A229809425.en.
- ^ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
- ^ a b c d e f "Burung Hantu mentawai | Biodiversity Warriors | Kehati" (dalam bahasa American English). 2015-05-02. Diakses tanggal 2026-02-21.
- ^ a b BirdLife International (BirdLife International) (2023-07-24). "IUCN Red List of Threatened Species: Otus mentawi". IUCN Red List of Threatened Species.
- ^ "Celepuk mentawai - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-02-28. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Febrianti (2024-12-15). "Melihat Satwa Endemik Mentawai di Pulau Siberut". Diakses tanggal 2026-02-21.
- ^ a b c LIST, RED (2023-07-24). "Mentawai Scops-owl". RED LIST. Diakses tanggal 2026-02-21.
- ^ a b Kehutanan, Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian. "Profil TN Siberut". ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2026-02-28. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


