Cekakak kalung-cokelat

Cekakak kalung-cokelat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Alcedinidae
Subfamili: Halcyoninae
Genus: Todiramphus
Spesies:
T. australasia
Nama binomial
Todiramphus australasia
(Vieillot, 1818)
Subspecies
  • T. a. australasia - (Vieillot, 1818)
  • T. a. dammerianus - (Hartert, 1900)
  • T. a. odites - (Peters, JL, 1945)
Sinonim

Todirhamphus australasia (Vieillot, 1818) [orth. error]

Cekakak kalung-cokelat atau Todiramphus Australasia adalah jenis burung yang termasuk dalam famili Alcedinidae yang termasuk dalam ordo Coraciiformes dapat ditemukan di sebagian wilayah Indonesia dan Timor Leste.[2] Jenis ini juga termasuk dalam genus Todiramphus memiliki nama lain yakni Cinnamon‐banded Kingfisher, Cinnamon‐backed Kingfisher, Lesser Sunda Kingfisher. [3]

Morfologi

Cekakak kalung-cokelat mempunyai ciri-ciri fisik punggung yang berwarna biru hijau, tubuh bagian bawahnya berwarna cokelat kayu manis, alis dan kerah lebar cokelat kayu manis, garis kehitaman yang lebar melewati mata, dan topi gelap, paruh berujung putih, dada belang-belang, dan sisik pada beberapa bulu sayap.[4] Pada umumnya ukuran Burung ini adalah 21 centimeter.[5] Jantan dan betina memiliki morfologi yang sama namun betina memiliki ukuran yang lebih besar dan cenderung kusam.[6]

Habitat

Habitat alami Cekakak kalung-coklat adalah hutan dan tepi hutan di dataran rendah dan perbukitan rendah. Burung ini jarang mendatangi area perkebunan. Cekakak kalung-cokelat masih bisa dijumpai di Taman Wisaat Alam Kerandangan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Selain cekakak kalung-coklat, di kawasan ini bisa dijumpai juga burung lainnya yaitu, Cekakak Rinjani (Otus jolandae) dan Elang Flores (Nisaetus floris). Burung sebaran terbatas ini tersebar di empat endemic birds areas (EBA) , mulai dari Lombok hingga Pulau Tanimbar dan memiliki 5 subspesies.[7][8]

Makanan

Cekakak itu termasuk kelompok Kingfisher atau Raja udang yang makanannya ialah ikan, akan tetapi cekakak kalung-cokelat tidak makan udang tetapi memakan serangga dan larvanya. Ia mencari makan dengan bertengger di berbagai tingkat hutan, kemungkinan besar menangkap mangsa dari tanah. Burung ini menunjukkan teknik mencari makan yang khusus, menghindari persaingan dengan mengubah ketinggian berburunya.[9]



Referensi

  1. ^ BirdLife International. (2022). "Todiramphus australasia". 2022 e.T22683428A216522209. doi:10.2305/IUCN.UK.2022-2.RLTS.T22683428A216522209.en. ;
  2. ^ "Todiramphus australasia". Inaturalist. 1 Februari 2022. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  3. ^ "Cinnamon banded kingfisher". observation. 21 June 2011. Diakses tanggal 4 Maret 2026.
  4. ^ "cekakak kalung-cokelat". Ebird. 31 Oktober 2011. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  5. ^ "Todiramphus australasia". picturebirdai. Diakses tanggal 4 Maret 2026. ;
  6. ^ "Kurikulum Pendidikan Konservasi Burung" (PDF). 1 January 2025. Diakses tanggal 4 Maret 2026.
  7. ^ "Siaran Pers Menikmati Sensasi Birdwatching di Taman Wisata Alam Kerandangan Lombok". Kemenpar.go.id. 18 Juni 2023. Diakses tanggal 28 Februari 2026.
  8. ^ "Pemanfaatan Ekosistem Savana Oleh Cekakak Kalung Cokelat Todiramphus Australasia Pada Musim Perkembangbiakan". PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIODIVERSITAS SAVANA NUSA TENGGARA. 15 Agustus 2018. Diakses tanggal 4 Maret 2026.
  9. ^ "Kurikulum Pendidikan Konservasi Burung" (PDF). 1 January 2025. Diakses tanggal 4 Maret 2026.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement