Cedrus deodara
| Cedrus deodara Rentang waktu: [1]
| |
|---|---|
| Pohon dewasa di Himachal Pradesh, India | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Cedrus |
| Spesies: | C. deodara
|
| Nama binomial | |
| Cedrus deodara | |
Cedrus deodara merupakan spesies pohon cedar yang berasal dari wilayah pegunungan Himalaya.[3] Pohon ini secara alami tumbuh di Afganistan bagian timur, Tibet barat daya, Nepal barat, Pakistan utara, serta India bagian utara hingga tengah, pada ketinggian antara 1.500 hingga 3.200 meter di atas permukaan laut.[4] Nama “deodara” berasal dari bahasa Sanskerta devadāru, yang berarti “kayu para dewa”, gabungan dari kata deva (dewa) dan dāru (kayu atau pohon).[5][6]
Deskripsi
Pohon ini merupakan jenis konifer berukuran besar yang dapat tumbuh hingga 40–50 meter, dan dalam beberapa kasus mencapai ketinggian sekitar 60 meter dengan diameter batang mencapai 3 meter. Bentuk tajuknya menyerupai kerucut dengan cabang-cabang mendatar serta ranting yang menjuntai ke bawah. Daunnya berbentuk jarum dengan panjang umumnya 2,5–5 cm, kadang mencapai 7 cm, dan tebal sekitar 1 mm. Daun tumbuh tunggal pada tunas panjang serta dalam kelompok padat berisi 20–30 jarum pada tunas pendek. Warnanya bervariasi dari hijau terang hingga biru kehijauan keabu-abuan. Kerucut betina berbentuk seperti tong dengan panjang 7–13 cm dan lebar 5–9 cm, yang akan hancur setelah matang (sekitar 12 bulan) untuk melepaskan biji bersayap. Sementara itu, kerucut jantan berukuran sekitar 4–6 cm dan melepaskan serbuk sarinya pada musim gugur.[7]
Kegunaan
Tanaman ini sangat dihargai sebagai bahan bangunan karena ketahanannya yang tinggi, sifat alaminya yang tahan terhadap pembusukan, serta teksturnya yang halus dan rapat, sehingga mudah dipoles hingga mengilap. Secara historis, kayu ini sering digunakan untuk membangun kuil dan menata lanskap di sekitar kawasan keagamaan. Ketahanannya terhadap pembusukan juga menjadikannya bahan utama dalam pembuatan rumah perahu tradisional di Srinagar, Kashmir. Pada masa kolonial Inggris di Pakistan dan India, kayu deodar banyak dimanfaatkan untuk pembangunan barak, bangunan publik, jembatan, saluran air, hingga gerbong kereta api. Selain itu, Cedrus deodara juga memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional Ayurveda.[8]
Minyak dari tanaman ini banyak dimanfaatkan karena aroma alaminya yang khas, terutama dalam praktik aromaterapi. Minyak tersebut memiliki wangi kayu yang kuat, yang dapat sedikit berubah seiring proses pengeringan. Secara fisik, minyak mentahnya berwarna kekuningan hingga kecokelatan. Penggunaannya cukup beragam, antara lain sebagai bahan parfum pada sabun, semprotan rumah tangga, pemoles lantai, serta insektisida alami. Selain itu, minyak ini juga digunakan dalam bidang mikroskopi sebagai bahan pembersih khusus.[9]
Referensi
- ^ Chauhan, M. S. (1991). "A Catalogue of Fossil Plants from India Part 6: Cenozoic (Quaternary) Palynology and Palaeobotany". Paleobotany.
- ^ Farjon, A. (2013). "Cedrus deodara". 2013 e.T42304A2970751. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42304A2970751.en. ;
- ^ "Cedrus deodara". Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database.
- ^ Kumar, Avadhesh; Singh, Vandana; Chaudhary, Amrendra Kumar (2011-03-24). "Gastric antisecretory and antiulcer activities of Cedrus deodara (Roxb.) Loud. in Wistar rats". Journal of Ethnopharmacology (dalam bahasa Inggris). 134 (2): 294–297. doi:10.1016/j.jep.2010.12.019. ISSN 0378-8741. PMID 21182918.
- ^ Shinde, U. A.; Phadke, A. S.; Nair, A. M.; Mungantiwar, A. A.; Dikshit, V. J.; Saraf, M. N. (1999-06-01). "Membrane stabilizing activity — a possible mechanism of action for the anti-inflammatory activity of Cedrus deodara wood oil". Fitoterapia (dalam bahasa Inggris). 70 (3): 251–257. doi:10.1016/S0367-326X(99)00030-1. ISSN 0367-326X.
- ^ Mehta, Devanssh (2012-01-01). "An insight into traditional system of medicine".
- ^ Aljos, Farjon (1990). Pinaceae: drawings and descriptions of the genera Abies, Cedrus, Pseudolarix, Keteleeria, Nothotsuga, Tsuga, Cathaya, Pseudotsuga, Larix and Picea. Koenigstein: Koeltz Scientific Books. ISBN 978-3-87429-298-6.[halaman dibutuhkan]
- ^ McGowan, Chris (March 5, 2008). "The Deodar Tree: the Himalayan 'Tree of God'".
- ^ "Cedarwood Oils". Flavours and fragances of plant origin. Food and Agriculture Organization of the United Nations. 1995. ISBN 92-5-103648-9. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-18. Diakses tanggal 2008-08-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


