Carla Power
| Carla Power | |
|---|---|
| Lahir | St. Louis, Missouri, U.S. |
| Almamater | |
| Pekerjaan | Penulis |
Carla Power lahir di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, dan masa kecilnya dihabiskan di berbagai negara seperti Iran, India, Afghanistan, Mesir, dan Italia, seiring dengan mobilitas keluarganya.[1]
Ia menempuh pendidikan sarjana (B.A.) di Yale University, kemudian memperoleh M.Phil dalam Studi Timur Tengah Modern di St Antony’s College, Oxford, dan memiliki gelar jurnalisme dari Columbia University School of Journalism.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
Sebagai seorang anak, Power tinggal di St. Louis, Missouri dan juga di Iran, India, Afghanistan, Mesir, dan Italia karena keluarganya sering berpindah-pindah. Ia menempuh pendidikan di Yale University, dan memperoleh gelar M.Phil. dalam studi Timur Tengah modern dari St Antony's College, Oxford serta gelar dari Columbia University Graduate School of Journalism.[3]
Karier
Setelah meniti karier sebagai jurnalis, Carla Power bekerja sebagai koresponden luar negeri untuk Newsweek dan menulis untuk berbagai media seperti Time, The New York Times Magazine, Vogue, The Guardian, dan Foreign Policy.
Di antara prestasi jurnalistiknya, ia meraih penghargaan seperti Awards dari Overseas Press Club dan Women in Media. [4] Buku karyanya berjudul ‘'Home, Land, Security’' masuk sebagai finalis Penghargaan Pulitzer 2022.[5]
Buku
Buku pertamanya berjudul ‘Jika Lautan Menjadi Tinta: Persahabatan yang Tak Terduga dan Perjalanan ke Hati Al-Qur’an’ (2015), yang mendokumentasikan perjalanannya selama satu tahun mempelajari Al-Qur’an bersama ulama tradisional Mohammad Akram Nadwi. Melalui kisah persahabatan dan dialog lintas budaya, buku ini mengeksplorasi jembatan antara dunia Barat dan dunia Islam dengan pendekatan empatik dan reflektif. Karya ini menjadi finalis untuk Penghargaan Pulitzer dan National Book Award, serta dipuji karena kemampuannya menghubungkan pengalaman spiritual dengan wacana sosial dan intelektual kontemporer.[1]
Karya berikutnya, ‘Rumah, Tanah, Keamanan: Deradikalisasi dan Perjalanan Kembali dari Ekstremisme’ (2021), membahas proses deradikalisasi di berbagai negara. Buku ini menyoroti kisah nyata para mantan ekstremis serta peran keluarga, terutama para ibu, dalam proses pemulihan dan reintegrasi sosial. Melalui riset mendalam dan pendekatan kemanusiaan, Power mengungkap sisi personal dan kompleks dari isu ekstremisme global. Buku ini juga terpilih sebagai finalis Penghargaan Pulitzer 2022, memperkuat reputasinya sebagai penulis yang berfokus pada jembatan antara identitas, keagamaan, dan kemanusiaan.[a]
Fokus Penelitian dan Kepedulian
Carla Power secara konsisten tertarik pada isu-isu lintas budaya, identitas, Islam dan dunia Muslim, serta fenomena radikalisasi dan deradikalisasi. Ia menggali bagaimana kelompok yang dianggap “lain” atau “ekstrem” dipahami dan bagaimana masyarakat dapat merespons dengan cara yang lebih manusiawi dan konstruktif.[1]
———————
- Catatan
- ^ Dibahas singkat dalam chronicles-from-the-land-of-the-happiest-people-on-earth-savage-tongues-three-girls-from-bronzeville-and-home-land-security September 27, 2021 issue dari ‘’The New Yorker‘’, hlm. 83.
Referensi
- ^ a b c "Carla Power | Penguin Random House Speakers Bureau" (dalam bahasa American English). 2016-05-12. Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ "Pulitizer Prize Finalist Carla Power discusses new book "Home, Land, Security" & Deradicalization with St. Louis Public Radio's Jason Rosenbaum and LBB". St Louis. September 2, 2021.
- ^ "About". Carla Power. Diakses tanggal 11 May 2022.
- ^ "Finalist: If the Oceans Were Ink: An Unlikely Friendship and a Journey to the Heart of the Quran, by Carla Power (Henry Holt)". The Pulitzer Prizes.
- ^ "Pulitzer Prizes 2022: A Guide to the Winning Books and Finalists". The New York Times. May 9, 2022.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


