Carissa haematocarpa

Carissa haematocarpa
Tidak dievaluasi (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Carissa
Spesies:
C. haematocarpa
Nama binomial
Carissa haematocarpa
Sinonim[1]
  • Arduina ferox E.Mey.
  • Arduina haematocarpa Eckl.
  • Carissa ferox (E.Mey.) A.DC.
  • Jasminonerium ferox Kuntzel
  • Jasminonerium haematocarpum (Eckl.) Kuntzel

Carissa haematocarpa adalah spesies tanaman[2] berbentuk perdu belukar lebat berduri atau pohon kecil, yang dikenal dengan nama umum Karoo num-num atau Karoo noem-noem. Spesies ini merupakan tanaman endemik wilayah sabana kering di Afrika bagian selatan, termasuk selatan Namibia dan Provinsi Tanjung di Afrika Selatan.[3][4][5][6]

Deskripsi

Morfologi umum

Carissa haematocarpa umumnya tumbuh hingga sekitar 3 meter, dan kadang mencapai 4 meter dalam kondisi optimal. Tanaman ini bercabang rapat, dengan dahan yang terbuka lebar dan duri yang kuat, yang bercabang satu atau dua kali sehingga berbentuk seperti huruf Y. Duri ini biasanya berukuran sekitar 2–5 cm, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi cokelat kayu saat tua, serta muncul berpasangan di ujung tunas dan bertahan lama.[5][6][7][8][9]

Bagian batang muda ditutupi rambut halus, sedangkan kulit batang yang lebih tua berwarna kehijauan dan berkerut. Seluruh bagian tanaman mengeluarkan lateks berwarna putih ketika dilukai.[5][6][9]

Daun

Daun C. haematocarpa tumbuh secara berhadapan, bertangkai pendek, dan memiliki bentuk elips hingga ovate-elliptik. Ukuran daun sekitar 1–4 cm panjang. Permukaan atas daun berwarna hijau tua mengilap, sedangkan permukaan bawah lebih pucat. Tekstur daun relatif tebal dan kasar, dengan ujung daun yang runcing dan pangkal yang meruncing.[5][10][7][8]

Bunga

Bunga Carissa haematocarpa berukuran kecil dan berwarna putih, dengan aroma harum yang manis. Susunan bunga membentuk kelompok kecil yang dikenal sebagai cyme di ujung cabang, dan biasanya hampir tanpa tangkai. Bunga sering dikaitkan dengan aroma yang mirip kacapiring atau melati.[3][6][11][7][8]

Bunga muncul terutama pada musim semi hingga musim panas di belahan bumi selatan, sekitar bulan Oktober hingga Maret.[3][6][7][9]

Buah

Buah C. haematocarpa berbentuk beri yang globose hingga subglobose, berukuran relatif kecil dengan diameter sekitar 5–10 mm, Saat matang, buah berwarna ungu tua hingga hitam; epitheton spesifik haematocarpa sendiri berarti “berbuah merah darah” dalam bahasa Yunani,[12][13][14] yang merujuk pada warna merah yang khas sebelum menjadi lebih gelap. Buah yang mentah mengandung lateks dan tidak layak untuk dikonsumsi, tetapi buah yang benar-benar matang dapat dimakan dan memiliki rasa manis-asam, dan buah yang matang ini menjadi sumber makanan bagi burung dan hewan-hewan kecil. Setiap buah biasanya mengandung 1–2 biji per buah, berbentuk elips tak beraturan, dengan kulit biji yang kasar dan keras.[5][6][15]

Persebaran dan habitat

Spesies ini tersebar di wilayah selatan Afrika, dari selatan Namibia hingga Tanjung Barat hingga Tanjung Timur di Afrika Selatan, termasuk wilayah gersang Karoo dan semi-Karoo. Habitat utamanya meliputi:[6][5]

  • Padang semak kering (Karoo shrubland dan Nama-Karoo)
  • Daerah semi-gurun dan gersang
  • Lereng berbatu, tanah berpasir, dan berbagai jenis tanah dengan pH 6–8

Sama dengan spesies genus Carissa lainnya, Carissa haematocarpa sangat toleran terhadap kekeringan, angin kencang, dan tanah miskin nutrisi, sehingga cocok untuk kondisi ekstrem di bioma kering.[6][9][16][17]

Perbanyakan

Carissa haematocarpa dapat diperbanyak secara generatif melalui biji maupun vegetatif melalui setek batang. Perkembangannya tergolong lambat; tanaman yang berasal dari biji umumnya memerlukan waktu beberapa tahun sebelum mulai berbunga dan menghasilkan buah. Spesies ini memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan dan kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Karena pertumbuhannya yang rapat serta keberadaan duri-duri kuat, tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai pagar hidup alami di daerah kering.[3][6][18]

Kandungan Kimia

Seperti spesies genus Carissa lainnya, C. haematocarpa mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk terpenoid (seperti triterpenoid pentasiklik), flavonoid, lignan, sterol, dan lateks kaya kardenolida.[19][20]

Pemanfaatan tradisional

Buah matang dimakan segar oleh masyarakat lokal atau diolah menjadi makanan (meskipun dapat menodai gigi). Tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias, pagar hidup, penstabil tanah di daerah kering, dan sumber pakan bagi hewan liar selama masa kekeringan.[3][19]

Ekologi

Bunga menarik serangga penyerbuk seperti lebah, kupu-kupu, dan serangga lainnya berkat aroma harumnya. Buah matang menjadi sumber makanan penting bagi burung dan mamalia kecil, yang berperan dalam penyebaran biji. Tanaman ini mendukung biodiversitas di habitat kering dengan menyediakan perlindungan dan makanan bagi fauna lokal.[butuh rujukan]

Etimologi

Nama Carissa haematocarpa merupakan gabungan dari nama genus Carissa dan epithet spesifik haematocarpa.[21][17][22]

  • Genus Carissa secara etimologis berasal dari nama tumbuhan yang digunakan dalam literatur botani awal, yang kemungkinan diturunkan dari kata lokal untuk beberapa spesies Carissa di India dan disebutkan dalam kaitannya dengan Carissa carandas sebagai nama asalnya; istilah ini kemudian digunakan secara formal untuk seluruh genus tumbuhan berbunga ini.[23]
  • Epithet spesifik haematocarpa berasal dari bahasa Yunani, di mana “haemato-” berasal dari kata αἷμα (haima) yang berarti berkaitan dengan darah atau berwarna merah,[12][13][14] dan “-carpa” yang berasal dari kata καρπός (karpos) berarti buah.[24][25] Secara harfiah haematocarpa menunjukkan buah berwarna merah atau merah darah, yang merujuk pada warna buah yang dihasilkan oleh spesies ini.[3][5][6]

Referensi

  1. ^ "Carissa haematocarpa (Eckl.) A.DC. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  2. ^ "Karoo Num-num (Carissa haematocarpa)". iNaturalist (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 22 January 2026.
  3. ^ a b c d e f DeWetsWild (2023-10-21). "Carissa haematocarpa". DeWetsWild (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  4. ^ "Carissa haematocarpa". plantamor.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
  5. ^ a b c d e f g "Carissa haematocarpa (Eckl.) A.DC. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  6. ^ a b c d e f g h i j Lorraine (2013-04-28). "Carissa haematocarpa". Kumbula Indigenous Nursery (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  7. ^ a b c d "Carissa Haematocarpa - Karoo Num-num - 5 Seed Pack | Online Seed Store" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  8. ^ a b c "Carissa haematocarpa (100 seeds) – Lifestyle Seeds". lifestyleseeds.co.za. Diakses tanggal 2026-01-22.
  9. ^ a b c d "Carissa macrocarpa | PlantZAfrica". pza.sanbi.org. Diakses tanggal 2026-01-22.
  10. ^ "Carissa haematocarpa [family APOCYNACEAE]". JSTOR. Diakses tanggal 2026-01-22.
  11. ^ "Carissa haematocarpa - Fruit & Useful Plants, C". www.sunshine-seeds.de. Diakses tanggal 2026-01-22.
  12. ^ a b "Hemo- - Etymology & Meaning of the Suffix". etymonline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-22.
  13. ^ a b Masinton, Barb (2025-07-23). "Red Barberry – An Unforgettable Encounter". a curious nature (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  14. ^ a b "Red barberry — December 2010 | Deer Canyon Folks". www.deercanyonfolks.org. Diakses tanggal 2026-01-22.
  15. ^ "Carissa, Eat The Weeds". growables.org. Diakses tanggal 2026-01-22.
  16. ^ "Flora of Zimbabwe: Genus page: Cryptostephanus". www.zimbabweflora.co.zw. Diakses tanggal 2026-01-22.
  17. ^ a b "Carissa L. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  18. ^ "Carissa, Fruits of Warm Climates". www.growables.org. Diakses tanggal 2026-01-22.
  19. ^ a b Kaunda, Joseph Sakah; Zhang, Ying-Jun (2017-04). "The Genus Carissa: An Ethnopharmacological, Phytochemical and Pharmacological Review". Natural Products and Bioprospecting. 7 (2): 181–199. doi:10.1007/s13659-017-0123-0. ISSN 2192-2195. PMC 5397391. PMID 28243901.
  20. ^ Dhatwalia, Jyoti; Kumari, Amita; Verma, Rachna; Upadhyay, Navneet; Guleria, Ishita; Lal, Sohan; Thakur, Shabnam; Gudeta, Kasahun; Kumar, Vikas (2021-11-20). "Phytochemistry, Pharmacology, and Nutraceutical Profile of Carissa Species: An Updated Review". Molecules (Basel, Switzerland). 26 (22): 7010. doi:10.3390/molecules26227010. ISSN 1420-3049. PMC 8624575. PMID 34834102. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  21. ^ Kaunda, Joseph Sakah; Zhang, Ying-Jun (2017-04). "The Genus Carissa: An Ethnopharmacological, Phytochemical and Pharmacological Review". Natural Products and Bioprospecting. 7 (2): 181–199. doi:10.1007/s13659-017-0123-0. ISSN 2192-2195. PMC 5397391. PMID 28243901.
  22. ^ "Carissa haematocarpa | International Plant Names Index". www.ipni.org. Diakses tanggal 2026-01-22.
  23. ^ "Carissa - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
  24. ^ "Etymonline - Online Etymology Dictionary". etymonline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-22.
  25. ^ "καρπός". billmounce.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement