Cantor Fitzgerald
Jenis perusahaan | Persekutuan terbatas |
|---|---|
| Industri | Layanan keuangan Perbankan investasi |
| Didirikan | 1945 |
| Kantor pusat | Kota New York, A.S. |
Tokoh kunci | Brandon Lutnick (Ketua) Pascal Bandelier, Sage Kelly, dan Christian Wall (para CEO bersama) |
Karyawan | 12,000[1] |
| Situs web | www |
Cantor Fitzgerald, L.P. adalah perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1945. Perusahaan ini memiliki spesialisasi dalam penjualan dan perdagangan ekuitas institusional serta surat utang tetap, serta melayani pasar menengah melalui layanan perbankan investasi, pialang utama, dan pembiayaan real estat komersial.[2] Selain itu, Cantor Fitzgerald juga aktif dalam berbagai bidang usaha baru, termasuk layanan konsultasi dan manajemen aset, teknologi permainan, serta perdagangan elektronik dan tercatat memiliki lebih dari 5.000 klien institusional.
Cantor Fitzgerald merupakan salah satu dari 24 dealer utama yang diberi wewenang untuk memperdagangkan surat berharga pemerintah Amerika Serikat dengan Federal Reserve Bank of New York.[3]
Sebanyak 1.600 karyawan Cantor Fitzgerald bekerja di lebih dari 30 lokasi, termasuk pusat-pusat keuangan di wilayah Amerika Latin, Eropa, Asia-Pasifik, dan Timur Tengah. Bersama dengan afiliasinya, Cantor Fitzgerald beroperasi di lebih dari 60 kantor di 20 negara dan memiliki lebih dari 12.500 karyawan.[4]
Sebelum tahun 2001, kantor pusat perusahaan ini terletak di antara lantai 101 hingga 105 Menara Utara World Trade Center di Kota New York, tepat di atas lokasi tumbukan pesawat American Airlines Penerbangan 11 dalam serangan 11 September. Sebanyak 658 karyawan Cantor Fitzgerald yang berada di lokasi pada hari itu tewas, menjadikannya sebagai organisasi dengan jumlah korban jiwa terbanyak dalam satu serangan.
Sejarah
Insiden 11 September

Kantor pusat korporasi dan kantor New York City milik Cantor Fitzgerald,[5][6] yang terletak di lantai 101 hingga 105 Gedung 1 World Trade Center di Lower Manhattan (sekitar dua hingga enam lantai di atas zona benturan pesawat American Airlines Penerbangan 11), hancur dalam serangan 11 September. Pada pukul 8:46:46 pagi., delapan belas detik setelah pesawat menabrak menara, sebuah server milik Goldman Sachs mengeluarkan peringatan bahwa sistem perdagangannya tidak dapat berfungsi karena kehilangan koneksi dengan server.[7][8] Karena seluruh tangga yang melewati zona benturan hancur akibat tabrakan awal atau tertutup asap, api, dan puing-puing, seluruh karyawan yang bekerja di kantor Cantor Fitzgerald antara lantai 101 hingga 105 pada pagi itu tewas dalam serangan tersebut.[a] Sebanyak 658 dari 960 karyawan New York Cantor Fitzgerald dinyatakan tewas atau hilang,[9] yang setara dengan 68,5% dari total tenaga kerjanya — angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan para penyewa lain di Penyewa World Trade Center, Kepolisian Kota New York, Kepolisian Otoritas Pelabuhan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota New York, maupun Departemen Pertahanan. Empat puluh enam kontraktor, pekerja layanan makanan, dan pengunjung yang berada di kantor Cantor Fitzgerald saat itu juga tewas.[10] CEO Howard Lutnick tidak berada di lokasi pada hari tersebut, tetapi adiknya, Gary, termasuk di antara korban yang tewas. Lutnick bertekad untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan, dan perusahaan berhasil mengaktifkan kembali pasar perdagangannya dalam waktu kurang dari satu minggu.[11][12]
Pada 19 September, Cantor Fitzgerald berjanji untuk mendistribusikan 25% dari laba perusahaan selama lima tahun ke depan (yang seharusnya didistribusikan kepada mitra usaha) dan berkomitmen untuk membayar asuransi kesehatan selama sepuluh tahun bagi keluarga 658 mantan karyawan Cantor Fitzgerald, eSpeed, dan TradeSpark.[13] Pada tahun 2006, perusahaan telah memenuhi janjinya dengan total pembayaran sebesar $180 juta dolar (ditambah $17 juta dolar tambahan dari dana bantuan yang dikelola oleh saudari Lutnick, Edie).[14]
Sebelum serangan tersebut, Cantor Fitzgerald menangani sekitar seperempat dari transaksi harian di pasar surat utang pemerintah Amerika Serikat yang bernilai triliunan dolar. Setelah kejadian itu, perusahaan membangun kembali infrastrukturnya, sebagian melalui bantuan dari kantor London,[15] dan memindahkan kantor pusatnya ke Midtown Manhattan.
Pada 2 September 2004, Cantor bersama organisasi lain mengajukan gugatan perdata terhadap Arab Saudi, dengan tuduhan bahwa negara tersebut memberikan dana kepada para pembajak dan kelompok al-Qaeda.[16] Gugatan tersebut kemudian juga diikuti oleh Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey.[17] Sebagian besar klaim terhadap Arab Saudi ditolak pada 18 Januari 2005.[18]
Pada Desember 2013, Cantor Fitzgerald mencapai penyelesaian gugatan terhadap American Airlines dengan nilai 135 juta dolar AS. Cantor Fitzgerald menuntut atas kerugian properti dan gangguan bisnis dengan menuduh maskapai tersebut lalai karena telah mengizinkan para pembajak naik ke pesawat penerbangan 11.[19]
Filantropi
Saudari dari mantan ketua dan CEO Howard Lutnick, Edie, menulis buku berjudul An Unbroken Bond: The Untold Story of How the 658 Cantor Fitzgerald Families Faced the Tragedy of 9/11 and Beyond. Seluruh hasil penjualan buku tersebut disumbangkan untuk Cantor Fitzgerald Relief Fund dan berbagai lembaga amal yang didukungnya.[20]
Cantor Fitzgerald Relief Fund telah menyalurkan dana sebesar 10 juta dolar AS kepada keluarga-keluarga yang terdampak oleh Badai Sandy. Howard Lutnick dan lembaga bantuan tersebut "mengadopsi" 19 sekolah dasar di wilayah yang terkena dampak dengan mendistribusikan kartu debit prabayar senilai 1.000 dolar AS kepada setiap keluarga dari sekolah-sekolah yang terkena dampak.[21] Secara keseluruhan, dana sebesar 10 juta dolar AS diberikan kepada keluarga-keluarga yang terdampak badai tersebut.[22]
Dua hari setelah tornado Moore pada tahun 2013 melanda Moore, Oklahoma yang menewaskan 24 orang dan melukai ratusan lainnya. Howard Lutnick berjanji akan menyumbangkan 2 juta dolar AS untuk membantu keluarga-keluarga korban tornado. Donasinya disalurkan dalam bentuk kartu debit senilai 1.000 dolar AS untuk setiap keluarga.[23][24]
Setiap tahun, pada tanggal 11 September, Cantor Fitzgerald dan afiliasinya, BGC Partners, menyumbangkan 100% dari pendapatan mereka untuk kegiatan amal dalam acara tahunan, yang awalnya dibentuk untuk menggalang dana guna membantu keluarga karyawan Cantor yang tewas dalam serangan di World Trade Center.[25] Sejak pertama kali diselenggarakan, Charity Day telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 192 juta dolar AS untuk berbagai lembaga amal di seluruh dunia.[26][27]
Catatan
- ^ Satu-satunya karyawan Cantor Fitzgerald yang selamat adalah mereka yang tidak hadir di kantor ketika pesawat menabrak, seperti Lauren Manning.
Referensi
- ^ "Company History".
- ^ "IAPD - Investment Adviser Public Disclosure - Homepage". adviserinfo.sec.gov. Diakses tanggal August 16, 2022.
- ^ "Primary Dealers - Federal Reserve Bank of New York - FEDERAL RESERVE BANK of NEW YORK". www.newyorkfed.org. Diakses tanggal 2024-02-21.
- ^ "Company History". Cantor Fitzgerald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-21.
- ^ a b "office locations." Cantor Fitzgerald. March 4, 2000. Retrieved on October 4, 2009.
- ^ "office locations." Cantor Fitzgerald. August 9, 2001. Retrieved on October 4, 2009.
- ^ McCullagh, Declan (November 25, 2009). "Egads! Confidential 9/11 Pager Messages Disclosed". CBS News. Diakses tanggal January 8, 2017.
- ^ "9/11 hit home for Scott Auker". Manheim Central News. September 11, 2011. Diarsipkan dari asli tanggal March 25, 2013. Diakses tanggal June 25, 2012.
- ^ Grove, Lloyd (September 11, 2013). "Reliving 9/11, With Tears: Out of the Clear Blue Sky, Reviewed". The Daily Beast.
- ^ Blais, Allison; Rasic, Lynn (2011). A Place of Remembrance: Official Book of the National September 11 Memorial (dalam bahasa Inggris). National Geographic Books. ISBN 978-1-4262-0807-2.
- ^ Roche, Julia La. "The Amazing And Heartbreaking Story Of The CEO Who Lived And Rebuilt His Firm After 9/11: Howard Lutnick". Business Insider (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-09-08.
- ^ Urbina, Ian (November 19, 2014). "The Secret Lives of Passwords". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal January 1, 2022. Diakses tanggal November 13, 2020.
- ^ Diebel, Matthew; Cahli, Petra; Navrrao, Bruno; McCartney, Ryan; Bratu, Becky (2010). "Iconic 9/11 figures: Where are they now?". Today.com. NBC. Diarsipkan dari asli tanggal January 8, 2017. Diakses tanggal January 8, 2017.
- ^ Jessica Pressler (August 27, 2011). "The Encyclopedia of 9/11: Cantor Fitzgerald: The firm that lost the most". New York.
- ^ David Cohen (September 11, 2009). "Cantor Fitzgerald... the City firm that rose from the 9/11 ashes". London Evening Standard.
- ^ WTC agency sues Saudis over 9/11, BBC News Online, September 11, 2004
- ^ Port Authority to Join Suit Against Saudi Arabia Over 9/11 Attack, Associated Press, September 13, 2004,
- ^ Glovin, David (January 18, 2005). "Saudi Arabia Wins Dismissal From Sept. 11 Lawsuits (Update1)". Bloomberg. Diakses tanggal October 19, 2012.
- ^ Benjamin Weiser (December 17, 2013). "Cantor Fitzgerald Settles 9/11 Suit Against American Airlines for $135 Million". The New York Times. Diakses tanggal December 18, 2013.
- ^ Lutnick, Edie (September 11, 2012). "Honor the Past By Building a Positive Future". Huffington Post.
- ^ "Cantor Fitzgerald, Robin Hood Sandy Aid Tops $70 Million". Bloomberg.
- ^ "Cantor Fitzgerald gives $10M to victims". Crain's New York Business. Bloomberg. March 25, 2013. Diakses tanggal December 6, 2013.
- ^ Wells, Jesse (September 23, 2013). "NEW: NY group in 9/11 makes $1000 donations to May 20th storm victims". KFOR-TV. KFOR. Diakses tanggal December 6, 2013.
- ^ "$1000 gift cards given". NewsOK. NewsOK.com.
- ^ "Princes Break Trading World Record As Celebs Raise $12M for Charity". Look to the Stars. September 16, 2013.
- ^ "Relief Fund". Cantor Fitzgerald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-07.
- ^ "Princes Break Trading World Record As Celebs Raise $12M for Charity". Look to the Stars (dalam bahasa Inggris). September 16, 2013. Diakses tanggal March 21, 2017.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


