Calon abadi
Calon abadi adalah seseorang yang sering mengikuti pemilihan untuk sebuah jabatan namun jarang atau tidak pernah menang. Calon abadi biasanya adalah anggota partai politik minoritas atau memiliki pendapat politik yang tidak umum. Mereka biasanya tidak mengikuti pemilihan dengan harapan menang, melainkan untuk menyebarluaskan pandangan-pandangannya. Calon abadi paling banyak adalah John C. "The Engineer" Turmel, yang memegang rekor dunia mengikuti pemilihan 61 kali.
Calon abadi terkenal
Indonesia

- Alzier Dianis Thabranie, politikus dan pengusaha yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung pada tahun 2003, 2008, dan 2014, di mana dua dari kemenangan awalnya dibatalkan.
- Prabowo Subianto, mantan Letnan jenderal TNI Angkatan Darat, mencalonkan diri namun gagal sebagai presiden dan wakil presiden sebanyak tiga kali: pada 2009 sebagai pasangan dari Megawati Sukarnoputri, serta pada 2014 dan 2019 sebagai calon presiden.[1] Pada Agustus 2022, Prabowo mengumumkan bahwa ia menerima pencalonan dari Partai Gerakan Indonesia Raya untuk mengikuti pemilihan presiden 2024, menandai upaya keempatnya berturut-turut dalam kepemimpinan nasional dan ketiga kalinya sebagai calon presiden, yang akhirnya dimenangkan olehnya.[2]
AS
- Eugene V. Debs adalah calon abadi dari partai Social Democratic Party pada 1900 dan kemudian untuk Socialist Party dalam pemilu 1904, 1908, 1912, dan 1920.
- Earl Dodge adalah kandidat presiden dari Prohibition Party dalam 6 pemilu, dari 1984 sampai 2004. Ia juga kandidat wakil presiden partai itu pada 1976 dan 1980. Ia mengikuti pemilihan gubernur Colorado lima kali (1970, 1974, 1982, 1986, dan 1994).
- John Hagelin adalah kandidat presiden dari Natural Law Party, mengikuti pemilu 3 kali (1992, 1996, dan 2000).
- Gus Hall, pemimpin Communist Party USA, mengikuti pemilihan gubernur Ohio pada 1940 dan pemilu presiden 4 kali, dari 1972 sampai 1984.
- Alan Keyes mengikuti pemilihan untuk menjadi United States Senate pada 1988, 1992, dan 2004, dan untuk nominasi partai Republik sebagai presiden pada 1996 dan 2000.
- Lyndon LaRouche mengikuti pemilu presiden 8 kali, mulai 1976 sampai sekarang, sekali sebagai wakil U.S. Labor Party dan 7 kali sebagai wakil partai Demokrat.
- Ralph Nader telah mengikuti pemilu presiden 4 kali (1992, 1996, 2000, dan 2004).
- Pat Paulsen mengikuti pemilu presiden dari 1968 sampai 1996, setahun sebelum kematiannya.
- Al Sharpton mengikuti pemilihan senator New York pada 1988, 1992, dan 1994. Ia juga mengikuti pemilihan wali kota NYC pada 1997 dan presiden pada 2004.
- Harold Stassen, mantan gubernur Minnesota, mengikuti pemilu presiden 9 kali antara 1948 sampai 1992. Ia hanya dianggap calon kuat pada 1948 dan 1952.
- Norman Thomas adalah kandidat presiden Socialist Party enam kali dari 1928 sampai 1948.
Inggris
Kanada
Prancis
Referensi
- ^ 3 Kali Kalah, Jejak Prabowo Subianto di Pilpres 2009, 2014, dan 2019, Suara.com (dalam bahasa Indonesia), 21 Mei 2019
- ^ "Indonesia defence minister Prabowo accepts party's nomination to run for president". Reuters. 12 Agustus 2022.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


