Calendula maritima

Calendula maritima
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Calendula
Spesies:
C. maritima
Nama binomial
Calendula maritima
Guss. (Giovanni Gussone)
Sinonim

Calendula suffruticosa subsp. maritima (Guss.) Meikle

Calendula maritima merupakan spesies langka dari famili Asteraceae, dan oleh sebagian ahli botani sering dianggap sebagai subspesies dari Calendula suffruticosa.[2] Tanaman halofit ini bersifat endemik di wilayah pesisir barat Sisilia, tumbuh terbatas pada habitat pantai kecil, dan saat ini berstatus terancam punah.[3] Hingga tahun 2012, populasinya hanya diketahui bertahan di lima lokasi kecil di bagian barat pulau tersebut. Provinsi Trapani bahkan telah menetapkan tanaman ini sebagai simbol resminya.[4] Spesies ini hanya ditemukan di wilayah pesisir Sisilia, terutama di daratan antara Marsala dan Monte Cofano, serta di dua pulau kecil terdekat, yaitu Isola Grande dello Stagnone dan Isola la Formica. Populasi terbesarnya berada di kawasan cagar alam Riserva Naturale Saline di Trapani e Paceco, yang mencakup area seluas sekitar 10 km².[5]

Tanaman ini terdapat dalam Daftar Merah IUCN spesies tanaman yang terancam punah.[6][1]

Deskripsi

Calendula maritima merupakan tanaman tahunan yang tumbuh setinggi 20–40 cm, dengan batang yang bagian bawahnya dapat mengeras dan daun yang tertutup rambut pendek lengket. Batang mudanya tumbuh tegak pada awalnya, tetapi seiring waktu menjadi menggantung dan menyebar di permukaan tanah. Berbeda dari Calendula officinalis, daun tanaman ini lebih tebal dan berdaging serta mengeluarkan aroma tajam, dengan bentuk yang bervariasi dari oval hingga linier tergantung posisinya di batang. Bunganya tersusun dalam keranjang tunggal berwarna kuning pucat hingga kuning cerah, berdiameter sekitar 3–5 cm, dan biasanya mekar pada bulan Mei hingga Juni.[7]

Ancaman

Habitat alami Calendula maritima di luar kawasan cagar alam menghadapi ancaman serius akibat aktivitas pembangunan, terutama dari proyek urbanisasi seperti perluasan Pelabuhan Marsala. Selain tekanan dari pembangunan, kelangkaan spesies ini juga disebabkan oleh faktor lain, termasuk polusi udara yang berasal dari pabrik garam di sekitar kawasan lindung serta kompetisi dengan spesies invasif seperti Carpobrotus edulis yang mendominasi lokasi-lokasi asalnya. Hingga kini, jumlah pasti individu liar yang masih bertahan belum dapat dipastikan.[8]

Kultivasi

Tanaman ini sering dibudidayakan sebagai tanaman hias, berfungsi sebagai penutup tanah berbunga maupun tanaman dalam wadah. Beberapa kultivar populer, seperti Skyfire dan Summerlovers Skyfire Yellow, memiliki bunga berwarna kuning cerah dan kerap ditanam di taman, kebun, median jalan, serta sepanjang jalan raya. Selain itu, tanaman ini juga sering ditempatkan di pot hias untuk memperindah teras dan balkon.[9]

Referensi

  1. ^ a b Troìa, A.; Pasta, S. (2006). "Calendula maritima". 2006 e.T61618A12524417. doi:10.2305/IUCN.UK.2006.RLTS.T61618A12524417.en. ;
  2. ^ "Calendula suffruticosa subsp. maritima | Herbaceous Perennial/RHS Gardening". www.rhs.org.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-05-31.
  3. ^ EOL overview: Calendula maritima . accessed 11.30.2011
  4. ^ "Advancing the Species Conservation Agenda" (PDF). An overview of the IUCN SSC Network 2009 – 2012. IUCN Species Survival Commission. hlm. 90. Diakses tanggal 4 September 2012.
  5. ^ EOL distribution and habitat: : Calendula maritima . accessed 11.30.2011
  6. ^ IUCN
  7. ^ Sr, Todd Sain (2020-02-05). "Sea Marigold". Our Breathing Planet (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-05-12.
  8. ^ Bertrand de Montmollin, Wendy Strahm & IUCN/SSC Mediterranean Islands Plant Specialist Group.: The top 50 Mediterranean Island plants : wild plants at the brink of extinction, and what is needed to save them.
  9. ^ "IUCN Top 50 - Calendula maritima". top50.iucn-mpsg.org. Diakses tanggal 2025-11-11.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement