Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |

Cagar Biosfer Merapi–Merbabu–Menoreh (bahasa Inggris: Merapi Merbabu Menoreh Biosphere Reserve) adalah kawasan biosfer yang diakui oleh UNESCO, terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan ini mencakup area konservasi, wilayah penyangga dan transisi, dan bertujuan menyelaraskan konservasi sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan. [1]
Sejarah dan Penetapan
Kawasan ini secara resmi ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO pada tanggal 28 Oktober 2020 dalam Sidang ke-32 International Coordinating Council (ICC) dari program Man and the Biosphere (MAB) UNESCO. Usulan penetapan cagar biosfer ini telah dipersiapkan sejak beberapa tahun sebelumnya, melibatkan LIPI (sekarang BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. [2]
Luas dan Zonasi
Total luas area Cagar Biosfer Merapi-Merbabu-Menoreh adalah 254.877 hektar (sekitar 254.876,75 ha). Zona inti (core area) seluas ± 12.447,47 hektar, mencakup Taman Nasional Gunung Merapi, Taman Nasional Gunung Merbabu, dan Suaka Margasatwa Sermo. Area inti difungsikan untuk konservasi ketat, penelitian, pendidikan, dan pelestarian ekosistem tanpa gangguan.
Zona penyangga (buffer zone) memiliki luas ± 108.788,88 hektar, mencakup desa-desa yang berbatasan langsung dengan area inti dan koridor lanskap utama. Fungsi zona ini adalah memproteksi inti dari dampak negatif aktivitas manusia.
Zona transisi memiliki luas ± 133.640,40 hektar, yang mencakup daerah yang mengelilingi zona penyangga dan digunakan untuk pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan, permukiman, aktivitas sosial dan budaya masyarakat lokal. [1]
Lokasi dan Cakupan Administratif
Cagar Biosfer Merapi–Merbabu–Menoreh melintang dua provinsi: Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Termasuk dalam kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, serta kawasan karst dan perbukitan Menoreh yang memiliki lanskap dan ekosistem yang unik. Melibatkan banyak kabupaten/kota dan desa. Ada ratusan desa dalam zona penyangga dan transisi; desa-desa tersebut berada di sekitar kawasan inti dan koridor lanskap antara Gunung Merapi, Merbabu, Menoreh, dan situs budaya seperti Candi Borobudur. [2]
Karakteristik Ekologis dan Keanekaragaman Hayati
Kawasan ini merupakan bagian dari tipe hutan pegunungan Jawa-Bali (Java-Bali montane forest), dan juga mencakup formasi karst di wilayah Menoreh. [3] Ekosistem montane dan karst ini penting untuk konservasi flora dan fauna endemik Jawa serta untuk fungsi ekologis seperti pengaturan aliran air dan pengendalian banjir. Terdapat sejumlah spesies yang dilindungi, terancam, dan endemik. Contohnya: mamalia, burung, ikan, amfibia, dan serangga.[2]
Fungsi dan Manfaat
- Konservasi melindungi ekosistem inti dan keanekaragaman hayati, menjaga habitat untuk spesies endemik, dan menjaga fungsi ekosistem seperti penyediaan air, pengaturan iklim mikro, dan mitigasi bencana alam seperti banjir dan erosi.
- Pembangunan Berkelanjutan melibatkan masyarakat lokal dalam aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan seperti ekowisata, pengelolaan sumber daya alam secara lestari, dan usaha kecil berbasis alam. Zona transisi memungkinkan penggunaan lahan secara sosial dan ekonomi tetapi tetap memperhatikan kelestarian.
- Pendidikan dan Penelitian area inti dan buffer menyediakan lokasi bagi studi ilmiah, penelitian biodiversitas, pengelolaan habitat, ilmu kebumian, serta monitoring lingkungan.[3][2]
Signifikansi Global
Dengan ditetapkannya Merapi–Merbabu–Menoreh sebagai Cagar Biosfer, Indonesia menambah jaringan World Network of Biosphere Reserves UNESCO, memperluas komitmen global terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan. Keberadaan kawasan ini mendukung perlindungan flora dan fauna khas Jawa, mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih lestari, dan menyediakan model bagi pengembangan biosfer lain di wilayah padat dan rawan konflik antara konservasi dan pembangunan. [1]
Pranala luar
https://www.unesco.org/en/mab/merapi-merbaru-menoreh
Referensi
- ^ a b c "Kawasan EKSITU". www.bksdajogja.org. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ a b c d "UNESCO Tetapkan Bunaken, Karimunjawa Hingga Merapi Sebagai Cagar Biosfer". Rmol.id. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ a b Harminanto, F. X. "BOB Gelar BiosfeRun 2024, Ajak Ribuan Pelari Jelajahi Pagerharjo Kulon Progo - Krjogja". BOB Gelar BiosfeRun 2024, Ajak Ribuan Pelari Jelajahi Pagerharjo Kulon Progo - Krjogja. Diakses tanggal 2025-09-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


