Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria
Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria adalah kawasan biosfer yang diakui oleh UNESCO, yang meliputi wilayah di Kabupaten Jepara serta bagian dari wilayah pegunungan Muria, di Jawa Tengah, Indonesia. Kawasan ini ditetapkan sebagai cagar biosfer untuk melindungi keanekaragaman hayati, ekosistem laut dan darat, serta mengintegrasikan konservasi alam dengan pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. [1]
Sejarah dan Penetapan
Kawasan ini ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO pada tanggal 28 Oktober 2020 melalui Sidang ke-32 International Coordinating Council (ICC) dari program Man and the Biosphere (MAB). [2] Pengajuan usulan untuk Karimunjawa menjadi cagar biosfer dimulai sejak tahun 2017, dan proses penyiapan proposal, data, koordinasi, hingga pengiriman dokumen memakan waktu sekitar 2,5 tahun.
Lokasi dan Luas
Wilayah Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria, yaitu meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Nama “Muria” merujuk pada Pegunungan Muria di Jepara/Kudus. Total luasnya mencapai 1.236.083,97 hektare. Komposisi ekosistem dalam biosfer ini melibatkan ekosistem darat, pesisir, dan laut. Beberapa jenis ekosistem yang dijadikan alasan utama pengajuan adalah hutan hujan tropis dataran rendah, hutan mangrove, hutan pantai, padang lamun, dan terumbu karang. [3]
Keanekaragaman Hayati
Cagar biosfer ini mengandung keanekaragaman ekosistem laut yang signifikan, termasuk terumbu karang; luas terumbu karang yang dijumpai di Karimunjawa mencapai sekitar 7.487,55 hektare. Mangrove di Karimunjawa termasuk jenis mangrove sejati dan banyak berada di tepi pantai dan tepian pulau. Hutan hujan tropis dataran rendah juga disertakan dalam komponen ekosistem darat. [1]
Penetapan ini menambah jumlah cagar biosfer di Indonesia menjadi salah satu kawasan yang diakui secara internasional dalam jaringan World Network of Biosphere Reserves (WNBR). Memberikan peluang untuk pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui pariwisata alam, konservasi laut, dan pulau-pulau kecil, serta pendidikan lingkungan dan penelitian. [1]
Referensi
- ^ a b c News, Tagar (2017-12-23). "UNESCO Tetapkan 3 Cagar Biosfer Baru di Indonesia". TAGAR. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ antaranews.com (2020-11-04). "UNESCO tetapkan Karimunjawa Jepara sebagai cagar biosfer". Antara News. Diakses tanggal 2025-09-26.
- ^ "Bangga! UNESCO Tetapkan Kawasan Karimunjawa sebagai Cagar Biosfer - Sonora.id". www.sonora.id. Diakses tanggal 2025-09-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


