Cagar Biosfer Cibodas

Cagar Biosfer Cibodas adalah salah satu cagar biosfer pertama di Indonesia yang diakui oleh UNESCO pada tahun 1977 melalui program Man and the Biosphere (MAB). Kawasan ini berada di Jawa Barat, mencakup Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cagar Alam Cibodas, dan wilayah penyangga di sekitarnya. Penetapan ini menjadikan Cibodas sebagai bagian dari jaringan World Network of Biosphere Reserves yang berfungsi sebagai laboratorium alam bagi konservasi, penelitian, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan. [1]

Sejarah dan Penetapan

Cagar Biosfer Cibodas ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu dari tiga cagar biosfer pertama di Indonesia pada tahun 1977, bersama dengan Cagar Biosfer Tanjung Puting dan Cagar Biosfer Lore Lindu. Penetapan ini didasarkan pada keanekaragaman hayati tinggi di kawasan Gunung Gede Pangrango dan keberadaan berbagai tipe ekosistem hutan pegunungan.

Pada tahun 2018, status Cagar Biosfer Cibodas diperkuat dengan penataan zonasi dan perluasan fungsi kawasan untuk mendukung integrasi antara konservasi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitarnya. [2]

Lokasi dan Luas

Cagar Biosfer Cibodas mencakup kawasan inti berupa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan luas sekitar 24.270 hektare. Kawasan ini berada di antara Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. Zona penyangga dan transisi meliputi area perkebunan, hutan lindung, serta permukiman yang berfungsi untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat lokal. [2]

Keanekaragaman Hayati

Kawasan ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi, khususnya ekosistem hutan pegunungan tropis.

Owa Jawa
  • Flora: Lebih dari 200 spesies anggrek, edelweiss Jawa (Anaphalis javanica), rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima wallichii), hingga tumbuhan paku endemik.
  • Fauna: Satwa langka seperti owa Jawa (Hylobates moloch), macan tutul Jawa (Panthera pardus melas), surili (Presbytis comata), dan lebih dari 250 spesies burung, termasuk elang Jawa (Nisaetus bartelsi), yang menjadi satwa endemik dan simbol konservasi.

Keanekaragaman tersebut menjadikan Cibodas sebagai salah satu pusat konservasi keanekaragaman hayati di Jawa. [3]

Fungsi dan Manfaat

Sebagai cagar biosfer, Cibodas memiliki tiga fungsi utama:

  1. Konservasi: melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan pegunungan Jawa Barat.
  2. Pembangunan berkelanjutan: mendukung masyarakat lokal melalui ekowisata, pertanian ramah lingkungan, dan pemanfaatan hasil hutan non-kayu.
  3. Dukungan logistik: menjadi pusat penelitian, pendidikan lingkungan, serta pemantauan ekologi tropis.

Selain itu, kawasan ini juga berperan sebagai daerah tangkapan air penting bagi wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Beberapa tantangan dalam pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas antara lain adalah tekanan populasi manusia, konversi lahan di zona penyangga, serta perburuan satwa liar. Pengelolaan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat lokal, dan lembaga internasional terus diupayakan untuk menjaga keberlanjutan kawasan. [1]

Referensi

  1. ^ a b "UNESCO - Informasi Jejak Budaya & Jembatan Masa Depan" (dalam bahasa American English). 2025-09-26. Diakses tanggal 2025-09-26.
  2. ^ a b "gedepangrango.org - Jawa Barat". 24b121-79d52.preview.sitehub.io (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-26.
  3. ^ Steenis, Cornelis Gijsbert Gerrit Jan (2006). The Mountain Flora of Java (dalam bahasa Inggris). Brill. ISBN 978-90-04-15347-9.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement