Cagar Biosfer Berbak-Sembilang

Cagar Biosfer Berbak–Sembilang adalah kawasan konservasi yang terletak di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, Indonesia. Kawasan ini ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO melalui Program Man and the Biosphere (MAB) pada 2018. Penetapan ini didasarkan pada nilai ekologisnya yang tinggi, terutama karena mencakup ekosistem rawa gambut, hutan mangrove, dan kawasan pesisir yang kaya keanekaragaman hayati.

Cagar biosfer ini menggabungkan dua kawasan lindung utama, yaitu Taman Nasional Berbak di Jambi dan Taman Nasional Sembilang di Sumatera Selatan. Keduanya merupakan habitat penting bagi berbagai spesies endemik dan terancam punah di Sumatra. [1]

Sejarah dan Penetapan

Taman Nasional Berbak ditetapkan pada tahun 1992 dan dikenal sebagai salah satu hutan rawa gambut terbesar yang masih utuh di Asia Tenggara.

Taman Nasional Sembilang ditetapkan pada tahun 2001 dan merupakan habitat pesisir yang penting, terutama sebagai jalur migrasi burung air dan lokasi hutan mangrove terluas di Sumatra.

Pada 25 Juli 2018, UNESCO menggabungkan kedua kawasan tersebut ke dalam satu kesatuan sebagai Cagar Biosfer Berbak–Sembilang. [1]

Lokasi dan Luas

Cagar biosfer ini meliputi area yang sangat luas di pesisir timur Sumatra. Luas keseluruhan mencapai sekitar 2,3 juta hektare, yang terbagi atas zona inti, zona penyangga, dan zona transisi. Zona inti terdiri dari kedua taman nasional, sementara zona penyangga mencakup lahan basah, perkebunan, serta pemukiman masyarakat di sekitar kawasan. [2]

Keanekaragaman Hayati

Cagar biosfer ini menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna penting, antara lain:

Flora: hutan rawa gambut, hutan mangrove, dan hutan dataran rendah tropis dengan jenis dominan seperti ramin (Gonystylus bancanus), jelutung (Dyera polyphylla), dan meranti.

Fauna:

Buaya Muara di Solo Safari

Lebih dari 200 spesies burung, termasuk burung migran dari Siberia dan Asia Timur.

Selain itu, kawasan pesisirnya merupakan daerah penting bagi ikan dan biota laut yang menopang kehidupan masyarakat nelayan. [2]

Fungsi dan Tantangan

Sebagai cagar biosfer, Berbak–Sembilang memiliki tiga fungsi utama:

  1. Konservasi – melindungi ekosistem rawa gambut, mangrove, dan keanekaragaman hayati khas Sumatra.
  2. Pembangunan berkelanjutan – mendukung aktivitas ekonomi lokal berbasis perikanan tradisional, ekowisata, dan pertanian berkelanjutan.
  3. Dukungan ilmiah – menjadi lokasi penelitian dan pendidikan lingkungan, terutama terkait restorasi gambut dan pengelolaan pesisir.

Namun, kawasan ini menghadapi tantangan berupa perambahan lahan, kebakaran hutan dan lahan gambut, serta konversi mangrove menjadi tambak. Isu perubahan iklim juga memperburuk kerentanan ekosistem gambut terhadap degradasi.

Cagar Biosfer Berbak–Sembilang memiliki peran penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia, karena menyimpan cadangan karbon besar dari ekosistem gambut. Kawasan ini juga berkontribusi pada konservasi spesies global yang terancam punah dan mendukung penghidupan masyarakat lokal secara berkelanjutan. [1]

Referensi

  1. ^ a b c https://plus.google.com/+UNESCO. "Berbak-Sembilang Biosphere Reserve, Indonesia". UNESCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-26. ;
  2. ^ a b "Landing". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-09-26.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement