Cagar Alam Gunung Tukung Gede
| Cagar Alam Gunung Tukung Gede | |
|---|---|
| Lokasi | Banten, Indonesia |
| Kota terdekat | Serang, Cilegon |
| Koordinat | 6°08′33″S 105°56′49″E / 6.14252°S 105.94683°E |
| Luas | 1519.50 ha |
| Didirikan | 1979 |
| Badan pengelola | Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat |
| Cagar Alam Gunung Tukung Gede | |
Cagar Alam Gunung Tukung Gede adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kawasan ini ditetapkan pada 6 Mei 2014 berdasarkan SK Menteri Kehutanan, mencakup luas 1.519,50 hektare.[1] CA Gunung Tukung Gede merupakan tipe hutan pegunungan hutan alam dan hutan tanaman.[2]
Lokasi dan Geografi
Cagar alam ini meliputi wilayah Kecamatan Pabuaran, Mancak, Anyer, dan Cinangka. Ketinggian berkisar antara 125 hingga 750 meter dpl dengan tanah regosol dan latosol dari batuan vulkanik dan sedimen.[1] Topografi di kawasan ini berupa lereng dengan kemiringan 30°–60° dan pegunungan atau bukit-bukit dengan ketinggian 125–750 mdpl.[3]
Kawasan ini berdampingan langsung dengan Cagar Alam Rawa Danau, sebuah kawasan konservasi yang memiliki ekosistem rawa pegunungan satu-satunya di Pulau Jawa.[4] Kedekatan geografis ini menjadikan kedua cagar alam sebagai bagian penting dari sistem ekologis DAS Cidanau.
Iklim dan Hidrologi
Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, kawasan ini memiliki iklim tipe A, dengan curah hujan sekitar 2.151 mm/tahun dan suhu rata-rata 17–25 °C.[1] Kawasan ini merupakan hulu bagi DAS Cisirih, DAS Cikoneng, DAS Cianyar Hulu serta DAS Cidanau.[5]
Flora dan Fauna
Flora
Jenis vegetasi mencakup:[1]
- Hutan alam: Bungur (Lagerstroemia sp.), Hantap (Sterculia coccinea), Puspa (Schima walichii), Pasang (Quercus javanicus)
- Liana dan epifit: Owar (Flagellaria indica), Kasungka (Gnetum sp.), Anggrek (Phalaenopsis sp.), Kadaka (Drynaria sp.)
- Budidaya: Teureup (Artocarpus elastica), Durian (Durio sp), Aren (Arenga pinnata), Kaliandra (Calliandra sp.) dan Sengon (Paraserianthes falcataria).
Fauna
Spesies yang ditemukan meliputi:[1]
- Primata: Owa Jawa, Lutung, Surili Jawa
- Mamalia: Tando, Macan Tutul Jawa
- Burung: Kangkareng, Elang ruyuk, Elang bondol
- Reptil: Biawak, Ular sanca
Konservasi
Macan tutul Jawa dan Surili Jawa yang mendiami kawasan termasuk dalam daftar spesies terancam punah menurut IUCN dan CITES. Fragmentasi habitat menjadi ancaman utama terhadap kelangsungan populasi.[6]
Akses dan Pengelolaan
Kawasan dapat diakses dari Serang menuju Mancak atau Anyer. Dikelola oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat, cagar alam ini terbagi dalam blok perlindungan, koleksi, dan pemanfaatan terbatas.[1]
Lihat pula
- Bendung Cikoncang
- Daftar daerah aliran sungai di Indonesia
- Pertanian Regeneratif
- Taman Nasional Ujung Kulon
- Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung
Referensi
- ^ a b c d e f "Cagar Alam Gunung Tukung Gede". BBKSDA Jabar. Diakses tanggal 2025-07-10.
- ^ Sunarti, Siti (2011). "Penelitian Vegetasi Hutan di Cadas Gantung dan Cadas Pagar, Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Serang" (PDF). Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus (5A): 109–119.
- ^ Djarwaningsih, Tutie (2011). "Keragaman Flora di Wilayah Desa Cikolelet - CA Gunung Tukung Gede" (PDF). Berkala Hayati (5A): 15–20.
- ^ "CA Rawa Danau". BBKSDA Jabar. Diakses tanggal 2025-07-10.
- ^ "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". geoportal.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2025-07-10.
- ^ KSDAE, Datin. "Estimasi Populasi Macan Tutul, Si Penghuni Gunung Gede Pangrango - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem". ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2025-07-10.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


