Burung lonceng selandia baru

Burung lonceng selandia baru
Burung lonceng selandia baru (jantan)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Meliphagidae
Genus: Anthornis
Spesies:
A. melanura
Nama binomial
Anthornis melanura
(Sparrman, 1786)
     Sebaran asli
Sinonim[2]
Daftar
  • Certhia melanura
    Sparrman, 1786
  • Certhia sannio
    Gmelin, 1788
  • Philedon dumerilii
    Lesson & Garnot, 1828
  • Anthomiza caeruleocephala
    Swainson, 1837
  • Philedon sannio
    (Gmelin); Lesson 1838
  • Anthornis melanura
    (Sparrman); G.R. Gray 1840
  • Certhia olivacea
    J.R. Forster, 1844
  • Anthornis melanura
    Ellman, 1861
  • Anthornis ruficeps
    Von Pelzeln, 1867
  • Anthornis incoronata
    Bangs, 1911
  • Anthornis melanura melanura
    (Sparrman); Mathews & Iredale 1913
  • Anthornis melanura dumerilii
    (Lesson) [sic]; Mathews & Iredale 1913
  • Anthornis melanura incoronata
    Bangs; Mathews & Iredale 1913

Burung lonceng selandia baru (Anthornis melanura), atau yang dikenal dalam bahasa Māori sebagai korimako, makomako dan kōmako, adalah sebuah spesies pengisap madu berukuran sedang yang endemik ke Selandia Baru. Spesies ini telah menjadi satu-satunya spesies dalam genus Anthornis semenjak burung lonceng chatham punah pada awal abad ke-20. Kerabat terdekat burung lonceng ini adalah tūī (Prosthemadera novaeseelandiae), yang berada pada famili pengisap madu yang sama dengan spesies ini. Burung ini menjadi komponen signifikan pada paduan suara fajar burung. Kemampuan nyanyiannya telah diamati oleh Kapten James Cook, yang mendeskripsikan nyanyiannya sebagai "mirip lonceng kecil yang disetel dengan sangat baik".[3]

Burung ini memiliki panjang 17–20 cm (6,7–7,9 in), dengan betina berbobot sekitar 25 g (0,88 oz), sementara jantan 33 g (1,2 oz). Jantan sebagian besar hijau zaitun dengan perut yang lebih pucat, setra sayap dan ekor hitam kebiruan. Betina berwarna lebih cokelat dan pucat. Seperti pengisap madu lainnya, burug lonceng memiliki lidah mirip sikat yang memudahkannya untuk memakan nektar dari bunga-bunga dalam. Spesies ini umum ditemukan di sepanjang Selandia Baru, Kepulauan Auckland, dan pulau-pulau di lepas pantainya. Namun, burung ini jarang ditemukan di utara Waikato dan di sepanjang Dataran Canterbury dan Otago Tengah. Habitatnya mencakup hutan serta sesemakan asli dan eksotis, serta sering dijumpai di taman-taman dan kebun-kebun.

Burung lonceng memakan nektar, serangga, madu serangga, dan buah-buahan. Selama musim kawin, mereka menjadi sangat teritorial dan secara agresif melindungi teritori lainnya dari penggangu. Burung ini monogami dengan hubungan yang berlangsung lama, hingga bertahun-tahun. Betina biasanya menelurkan 3-4 telur dan mengeraminya selama 13 sampai 15 hari. Lepas sarang terjadi sekitar 19 hari setelah menetas. Burung ini memiliki sayap terbang primer kesembilan yang termodifikasi, memungkinan mereka untuk menghasilkan suara deru khas yang mereka hasilkan pada saat melindungi teritorinya atau kawin. Burung lonceng dianggap sebagai taonga (harta budaya atau spiritual) oleh Orang Māori, yang secara tradisional menghargai burung ini karena daging dan kemampuan kicauannya.

Referensi

  1. ^ BirdLife International (2017). "Anthornis melanura". 2017 e.T22704447A110985953. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22704447A110985953.en. ;
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Checklist
  3. ^ Cook, James (1890). The Three Famous Voyages of Captain James Cook Round the World. London: Ward, Locke and Company. hlm. 165.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement