Burung hantu elang firaun

Burung hantu elang firaun
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Strigiformes
Famili: Strigidae
Genus: Bubo
Spesies:
B. ascalaphus
Nama binomial
Bubo ascalaphus

Burung hantu elang firaun[2] (Bubo ascalaphus) adalah spesies burung hantu dari Timur Tengah dan Afrika Utara yang termasuk dalam famili Strigidae. IUCN mengklasifikasikannya sebagai spesies berisiko rendah.[3]

Deskripsi

Burung hantu elang Firaun memiliki bulu bercorak dan mata besar berwarna oranye-kuning. Kepala dan bagian atas tubuh berwarna cokelat kekuningan dengan garis dan bercak hitam serta putih krem yang padat, sedangkan bagian bawah tubuh berwarna krem pucat, dengan garis hitam di dada atas dan vermikulasi cokelat kemerahan halus di dada bawah dan perut. Wajah memiliki bentuk cakram khas burung hantu, dibatasi oleh tepi gelap. Paruhnya tebal, hitam, dan melengkung, sedangkan kepala dihiasi jambul telinga kecil. Dengan panjang tubuh 46–50 cm, spesies ini termasuk salah satu burung hantu elang yang lebih kecil. Dua subspesies pernah dinamai, B. a. ascalaphus dan B. a. desertorum, yang terakhir dulunya dianggap lebih kecil dan berwarna lebih pucat dengan warna pasir; namun kini keduanya tidak lagi diterima sebagai berbeda karena variasi bersifat kontinu tanpa dasar geografis, sehingga spesies ini sekarang dianggap monotipik.[4][5]

Perilaku

Burung hantu elang Firaun bersifat nokturnal dan muncul pada senja untuk berburu di area sekitar 5 km². Burung ini bertengger di tempat tinggi, mengamati dan mendengarkan mangsa yang bergerak sebelum menyambar korban.[6] Burung ini memakan berbagai hewan kecil yang dapat ditemukan, tetapi tikus, terutama gerbil, menjadi mangsa favorit. Mamalia lain seperti kelelawar, rubah gurun, dan kelinci juga dimangsa, selain burung kecil, ular, kadal, kumbang, dan kalajengking.[7] Kadang-kadang burung ini juga memangsa burung pemangsa lain seperti burung hantu gudang, burung hantu kecil, dan alap-alap biasa.[8]

Burung ini monogami dan membentuk ikatan seumur hidup. Musim kawin berlangsung pada akhir musim dingin; sarang berupa cekungan di celah batu atau di antara batu-batu. Betina bertelur dua butir dan mengeraminya selama sekitar 31 hari. Kedua induk memberi makan anak-anak burung, yang meninggalkan sarang pada usia sekitar 20–35 hari, tetapi tetap bergantung pada induknya selama beberapa bulan berikutnya.[6]

Referensi

  1. ^ IUCN Detail 22688938
  2. ^ A, Arsyil (2025-01-20). "Melahap 1.500 Tikus per Tahun, Burung Hantu 'Firaun' Jadi Penyeimbang Ekologi di Saudi". Mengabarkan Kebaikan. Diakses tanggal 2026-03-29.
  3. ^ BirdLife International (2019). "Bubo ascalaphus" e.T22688938A155475822. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22688938A155475822.en. ; ;
  4. ^ König, Claus; Weick, Friedhelm (2008-11-15). Owls of the World. London: A&C Black. hlm. 325–326. ISBN 978-0-7136-6548-2.
  5. ^ "Owls – IOC World Bird List". IOC World Bird List – Version 14.2. 2024-08-17. Diakses tanggal 2024-12-23.
  6. ^ a b "Pharaoh eagle-owl (Bubo ascalaphus)". ARKive. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-22. Diakses tanggal 2013-12-22.
  7. ^ Holt, D. W., R. Berkley, C. Deppe, P. L. Enríquez, J. L. Petersen, J. L. Rangel Salazar, K. P. Segars, K. L. Wood, E. de Juana, and J. S. Marks (2020). Pharaoh Eagle-Owl (Bubo ascalaphus), version 1.0. In Birds of the World (J. del Hoyo, A. Elliott, J. Sargatal, D. A. Christie, and E. de Juana, Editors). Cornell Lab of Ornithology, Ithaca, NY, USA. https://doi.org/10.2173/bow.pheowl1.01
  8. ^ Thévenot, M. (2006). Aperçu du régime alimentaire du Grand-duc d'Afrique du Nord Bubo ascalaphus à Tata, Moyen Draa. Go-South Bulletin. 3: 28-30.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement