Bukit Humon Lelogama


Bukit Humon adalah hamparan padang savana yang terletak di Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam bahasa Dawan, Humon berarti wajah kita sebagai simbol identitas orang Amfoang. Oleh masyarakat dan pengunjung lokal, Bukit Humon biasanya juga disebut Bukit Teletubbies.[1]

Bukit Humon tidak hanya menyajikan pemandangan yang indah, tetapi juga sarat akan budaya yang kental. Keberadaan ternak, seperti sapi dan kuda serta hasil panen seperti padi dan jagung mencerminkan nilai kekayaan tradisional masyarakat Amfoang.[2]

Berjarak kurang lebih 76 km dari Oelamasi, Kabupaten Kupang, perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 1 jam perjalanan. Wisatawan dapat menggunakan mobil maupun motor dan akses dalam kondisi baik. Sedangkan dari pusat Kota Kupang, wisatawan dapat menempuh jarak sejauh kurang lebih 116 km dan membutuhkan waktu 1 sampai 3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan bukit hijau yang menyegarkan mata.[2]

Suasana Bukit Humon

Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut membuat suasana di Bukit Humon terasa sejuk. Kondisi cuaca bisa berubah dengan cepat dan tidak dapat diprediksi. Pada saat musim kemarau, angin bertiup kencang dan di waktu tertentu padang akan diselimuti kabut yang dapat membatasi jarak pandang. Pengunjung pun diharapkan untuk membawa jaket dan pakaian hangat saat hendak berwisata.

Daya tarik utama di Bukit Humon ialah pemandangan bukit di kawasan Gunung Timau, formasi bebatuan unik yang dinamai Batu Basusun, serta langit malam yang dipenuhi bintang. Pada saat musim hujan, bukit akan berubah menjadi hijau dan akan terlihat memukau. Lelogama pernah masuk dalam nominasi dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia pada tahun 2021. Lanskap perbukitan yang membentang dari kaki Gunung Timau memberikan kesan seperti di negari dongeng, sehingga kerap disebut Bukit Teletubbies.[2]

Bukit Humon bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai lahan pakan bagi ternak yang dilepasliarkan oleh penduduk sekitar. Dalam usaha dan pemeliharaan keasrian rumput di Bukit Humon, pemeritah Kelurahan setempat memasang plang peringatan agar jalur tidak dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Referensi

  1. ^ "Wisata NTT , Bukit Humon Lelogama yang Viral,Kabut Tipis Usai Hujan Bikin Nuansa Romantis ala Eropa". Pos-kupang.com. Diakses tanggal 2025-11-03.
  2. ^ a b c Molo, Vincencia Januaria. "Keindahan Padang Lelogama di Kupang NTT, Pemandangan Bukit-Langit Berbintang". detikbali. Diakses tanggal 2025-11-03.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement