Bukit Batu

Bukit Batu adalah destinasi wisata alam di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Terletak di tepi Waduk Riam Kanan, bukit ini menawarkan pemandangan hamparan air biru kehijauan dikelilingi perbukitan hijau dan padang sabana. Meskipun belum dikembangkan secara besar-besaran, bukit ini menjadi spot rekreasi sederhana bagi wisatawan lokal yang mencari ketenangan, terutama saat matahari terbenam.[1]

Sejarah

Bukit Batu menjadi bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, kawasan hutan lindung yang dikelola Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Waduk Riam Kanan dibangun pada 1980-an untuk irigasi dan pembangkit listrik, dengan luas 8.000 hektar yang menciptakan ekosistem unik. Bukit ini mulai dikenal sebagai wisata pada 2010-an, tapi sempat ditutup selama pandemi COVID-19. Pada 1 November 2021, kawasan dibuka kembali saat level PPKM turun ke 2, dengan penekanan pada protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan jaga jarak. Pengelolaan tetap swadaya warga, dengan fasilitas dasar seperti parkir dan tempat sampah yang ditambahkan secara bertahap.[2][3]

Viralitasnya meledak pada 2021 melalui media sosial, menarik wisatawan yang membandingkannya dengan Danau Toba, meskipun skala lebih kecil. Sejarah singkatnya terkait Waduk Riam Kanan, yang dibangun untuk mengatasi banjir dan mendukung pertanian, dengan bukit di tepi waduk menjadi spot alam tak terduga.[4]

Deskripsi

Bukit Batu menawarkan panorama Waduk Riam Kanan dengan air biru yang dikelilingi batu karang, pulau kecil, dan perahu nelayan tradisional. Sabana rumput hijau bergelombang kontras dengan Pegunungan Meratus di kejauhan, menciptakan ilusi Danau Toba mini. Suara burung, monyet, jangkrik, dan air mengalir menambah nuansa alam. Udara segar dan angin sepoi menjadi daya tarik utama, meskipun jalur pendakian curam dan licin saat hujan. Fasilitas mencakup parkir, gazebo, tempat sampah, dan pengamanan oleh Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) dari pukul 08.00–18.00 WITA. Berenang dilarang karena kedalaman waduk dan absennya lifeguard.[1][2][3]

Tiket masuk Rp10.000 per orang, dengan parkir Rp5.000 untuk roda dua dan Rp10.000 untuk roda empat.[1]

Pengunjung biasanya datang pagi atau sore untuk memancing ikan air tawar seperti mujair atau nila, berfoto dengan latar sabana, atau piknik keluarga. Berjalan kaki di jalur setapak atau mengamati burung dan monyet juga populer, meskipun tidak ada pemandu resmi. Saat hujan, rute licin, jadi disarankan cuaca cerah. Tidak ada aktivitas air seperti perahu wisata, sehingga pengalaman bergantung pada inisiatif pribadi. Warung lokal menawarkan minuman dan camilan sederhana.[1][3][4]

Bukit Batu mendukung pariwisata Kabupaten Banjar dengan menarik wisatawan dari Banjarmasin (sekitar 1 jam perjalanan), meskipun belum nasional. Kehadirannya memberikan pendapatan kecil bagi warga melalui parkir dan warung, sambil mempromosikan pelestarian Tahura Sultan Adam.[2][3]

Referensi

  1. ^ a b c d "Bukit Batu di Kalimantan Selatan: Daya Tarik, Lokasi, dan Rute". Kompas Regional. 2 Januari 2024. Diakses tanggal 15 November 2025.
  2. ^ a b c "Wisata Bukit Batu Buka 1 November, Dishut Kalsel Tegaskan Penerapan Prokes". Diskominfomc Kalselprov. 30 Oktober 2021. Diakses tanggal 15 November 2025.
  3. ^ a b c d "Bukit Batu Tahura, Pilihan Destinasi Wisata Warga Banua". RRI. Diakses tanggal 15 November 2025.
  4. ^ a b "Viral di Tahun 2021, Ini Sejarah Singkat Wisata Bukit Batu Riam Kanan". Teras7. 2021. Diakses tanggal 15 November 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement