Bukit Batas
Bukit Batas adalah sebuah bukit alam di Kalimantan Selatan yang menjadi destinasi wisata alam. Bukit ini berada di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, bukit ini menawarkan pemandangan indah Waduk Riam Kanan dan rangkaian pulau kecil di sekitarnya, sering disebut mirip dengan keindahan Raja Ampat di Papua Barat.[1][2] Bukit ini dikelola sebagai objek wisata alam sederhana, dengan fasilitas dasar yang mendukung kegiatan pendakian dan berkemah.[2]
Deskripsi
Bukit Batas berada di dekat Waduk Riam Kanan, sebuah waduk buatan yang dibangun pada 1970-an untuk irigasi dan pembangkit listrik. Wilayah ini dikelilingi hutan sekunder dan vegetasi tropis, dengan ketinggian bukit sekitar 100-200 meter di atas permukaan waduk. Akses ke puncak memerlukan pendakian sekitar satu jam melalui jalur setapak yang melewati desa dan hutan, sering kali berlumpur setelah hujan. Jalur ini dilengkapi pos pendaftaran, gazebo untuk istirahat, dan spot foto di puncak.[3] Pengunjung biasanya menyeberang waduk menggunakan perahu motor (klotok) dari Dermaga Aranio, yang memakan waktu sekitar 30 menit.
Destinasi ini menarik bagi wisatawan petualang dan pecinta alam. Dari puncak, terlihat panorama pulau-pulau kecil seperti Pulau Pinus, Pulau Bekantan, Pulau Sirang, dan Pulau Rusa, yang tersebar di Waduk Riam Kanan. Pemandangan pegunungan Meratus di kejauhan menambah daya tarik, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Kegiatan utama mencakup trekking, berkemah, dan menikmati udara segar, meskipun fasilitas terbatas—seperti toilet sederhana dan air dari sungai terdekat—memerlukan persiapan mandiri. Tidak ada penginapan tetap, sehingga pengunjung harus membawa tenda sendiri.[1][2]
Untuk mencapai Bukit Batas, perjalanan dari Banjarmasin ke Dermaga Aranio memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan roda empat, menempuh jarak 67,3 kilometer. Dari Martapura, hanya butuh satu jam untuk 35,4 kilometer. Biaya penyeberangan waduk sekitar Rp400.000 per perahu klotok, sementara tiket masuk Rp5.000 per orang.[1][2] Fasilitas seperti gapura wisata dan gazebo masih dalam pengembangan oleh pemerintah daerah.[3]
Bukit Batas mulai dikenal lebih luas sejak 2020-an sebagai alternatif wisata alam di Kalimantan Selatan, meskipun belum memiliki sejarah panjang sebagai situs budaya. Pengelolaannya berada di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar, dengan potensi ekowisata yang masih dieksplorasi. Pengunjung disarankan datang pada musim kemarau untuk menghindari jalur licin, dan membawa perbekalan sendiri karena penjual makanan terbatas di jalur pendakian.[4]
Referensi
- ^ a b c "Bukit Batas di Kalimantan Selatan: Daya Tarik, Biaya, dan Cara Menuju". Kompas.com. 15 Juni 2024. Diakses tanggal 15 November 2025.
- ^ a b c d "Pesona Tersembunyi Bukit Batas, Objek Wisata yang Disebut Mirip Raja Ampat di Papua". Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 15 November 2025.
- ^ a b "Puncak Bukit Batas". Antara News Kalsel. Diakses tanggal 15 November 2025.
- ^ "Detail Destinasi: Bukit Batas". SI Praswita Banjar Kab. Diakses tanggal 15 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


