Betriksaban
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Bevyxxa, dll |
| Nama lain | PRT054021, PRT064445 |
| AHFS/Drugs.com | entry |
| Rute pemberian | Oral |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Pengikatan protein | 60% |
| Waktu paruh eliminasi | 19–27 jam |
| Durasi aksi | ≥72 jam |
| Ekskresi | 85% feses, 11% urine |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.207.746 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C23H22ClN5O3 |
| Massa molar | 451,91 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| | |
Betriksaban, yang dijual dengan berbagai nama merek, adalah sejenis antikoagulan yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah di pembuluh darah vena pada orang dewasa berisiko yang dirawat di rumah sakit karena suatu penyakit.[1] Obat ini memiliki tingkat perdarahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan enoxaparin.[2] Cara mengonsumsi obat ini adalah dengan diminum.[1]
Efek samping yang umum terjadi termasuk pendarahan, serta mungkin reaksi alergi.[3] Aman atau tidaknya penggunaan obat ini pada saat hamil masih belum jelas.[3] Obat ini tergolong penghambat faktor Xa langsung.[3]
Penggunaan Betrixaban untuk keperluan medis disetujui di Amerika Serikat pada tahun 2017; tapi dihentikan setelahnya.[3] Persetujuan atas penggunaan obat ini di Eropa ditolak pada tahun 2018 karena adanya kekhawatiran mengenai efektivitas dan keamanannya.[2]
Sejarah
Betriksaban awalnya dikembangkan oleh Millennium Pharmaceuticals. Portola Pharmaceuticals memperoleh hak atas betriksaban pada tahun 2004 dan mengembangkannya bersama Merck. Pada tahun 2011, Merck menghentikan pengembangan bersama.[4]
Obat ini telah menjalani uji klinis untuk pencegahan emboli setelah bedah lutut[5] dan untuk pencegahan strok setelah fibrilasi atrium non-katup.[6][7] Betriksaban juga dipelajari dalam uji klinis fase III berskala besar untuk tromboprofilaksis jangka panjang pada pasien penyakit akut.[8] Sebelumnya, apiksaban dan rivaroksaban gagal menunjukkan rasio risiko/manfaat positif pada indikasi ini dibandingkan dengan enoksaparin.[9][10]Templat:Npsn Uji coba APEX membandingkan betriksaban dengan enoksaparin dan melibatkan 7513 pasien. Tingkat kejadian VTE yang lebih rendah ditemukan pada kelompok betriksaban tanpa peningkatan perdarahan mayor dibandingkan dengan enoksaparin.[11] Berdasarkan hasil ini, betriksaban disetujui oleh FDA pada tanggal 23 Juni 2017, menjadi DOAC pertama yang disetujui untuk profilaksis lanjutan pada pasien rawat inap.[12]
Betriksaban juga telah ditinjau oleh EMA tetapi tidak menerima persetujuan pemasaran di UE terutama karena kekhawatiran akan peningkatan risiko perdarahan dan tidak adanya agen pembalik.[13]
Referensi
- ^ a b Research, Center for Drug Evaluation and. "Approved Drugs - FDA approved betrixaban (BEVYXXA, Portola) for the prophylaxis of venous thromboembolism (VTE) in adult patients". www.fda.gov (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 2018-10-29.
- ^ a b "Dexxience". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 April 2021. Diakses tanggal 10 January 2022.
- ^ a b c d "Betrixaban Monograph for Professionals". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 January 2021. Diakses tanggal 10 January 2022.
- ^ Husten H (24 March 2011). "Merck Abandons Development of Factor Xa Inhibitor Betrixaban". CardioBrief. Diakses tanggal 11 April 2014.
- ^ Turpie AG, Bauer KA, Davidson BL, Fisher WD, Gent M, Huo MH, et al. (January 2009). "A randomized evaluation of betrixaban, an oral factor Xa inhibitor, for prevention of thromboembolic events after total knee replacement (EXPERT)". Thrombosis and Haemostasis. 101 (1): 68–76. doi:10.1160/th08-07-0460. PMID 19132191. S2CID 21670373.
- ^ Piccini JP, Lopes RD, Mahaffey KW (July 2010). "Oral factor Xa inhibitors for the prevention of stroke in atrial fibrillation". Current Opinion in Cardiology. 25 (4): 312–320. doi:10.1097/HCO.0b013e32833a524f. PMID 20520539. S2CID 25718628.
- ^ Sobieraj-Teague M, O'Donnell M, Eikelboom J (July 2009). "New anticoagulants for atrial fibrillation". Seminars in Thrombosis and Hemostasis. 35 (5): 515–524. doi:10.1055/s-0029-1234147. PMID 19739042.
- ^ Cohen AT, Harrington R, Goldhaber SZ, Hull R, Gibson CM, Hernandez AF, et al. (March 2014). "The design and rationale for the Acute Medically Ill Venous Thromboembolism Prevention with Extended Duration Betrixaban (APEX) study". American Heart Journal. 167 (3): 335–341. doi:10.1016/j.ahj.2013.11.006. PMID 24576517.
- ^ Cohen AT, Spiro TE, Büller HR, Haskell L, Hu D, Hull R, et al. (February 2013). "Rivaroxaban for thromboprophylaxis in acutely ill medical patients". The New England Journal of Medicine (dalam bahasa Inggris). 368 (6): 513–523. doi:10.1056/nejmoa1111096. hdl:10447/96593. PMID 23388003.
- ^ Goldhaber SZ, Leizorovicz A, Kakkar AK, Haas SK, Merli G, Knabb RM, Weitz JI (December 2011). "Apixaban versus enoxaparin for thromboprophylaxis in medically ill patients". The New England Journal of Medicine (dalam bahasa Inggris). 365 (23): 2167–2177. doi:10.1056/nejmoa1110899. hdl:2437/127244. PMID 22077144.
- ^ Cohen AT, Harrington RA, Goldhaber SZ, Hull RD, Wiens BL, Gold A, et al. (August 2016). "Extended Thromboprophylaxis with Betrixaban in Acutely Ill Medical Patients". The New England Journal of Medicine (dalam bahasa Inggris). 375 (6): 534–544. doi:10.1056/nejmoa1601747. hdl:11573/884978. PMID 27232649.
- ^ "FDA approved betrixaban (BEVYXXA, Portola) for the prophylaxis of venous thromboembolism (VTE) in adult patients". Food and Drug Administration. Diakses tanggal 28 June 2017.[pranala nonaktif]
- ^ "Refusal of the marketing authorisation for Dexxience (betrixaban): Outcome of re-examination" (PDF). Committee for Medicinal Products for Human Use (CHMP). European Medicines Agency. 27 July 2018.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


