Beton ringan

Beton ringan adalah beton yang memiliki berat isi kurang dari 1850 kg/m3 yang memakai agregat ringan atau campuran antara agregat ringan dengan pasir.[1] Beton pada umumnya memiliki berat 2400 kg/m3. Secara karakteristik, beton ringan mempunyai sifat yang sama dengan beton konvensional. Karakteristik beton ringan terdiri dari:

  1. Kuat Tekan adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila terbebani gaya tertentu atau gaya yang dihasilkan oleh mesin uji tekan aksial.[2]
  2. Modulus Elastisitas adalah kekuatan beton dalam menahan gaya-gaya lentur yang terjadi. Modulous Elastisitas berhubungan dengan sifat dari bahan pencampur dari beton itu sendiri.[3]
  3. Kuat Tarik Belah Pengujian Kuat Tarik secara langsung pada beton jarang untuk dilakukan, namun untuk dilakukan pengujian Uji Tarik Belah SK SNI 03-2491-1991 menjadi acuan utama.[3]
  4. Kuat Lentur adalah kemampuan balok beton untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu. Gaya ini diberikan pada sampel beton berbentuk balok sampai patah dan dinyatakan dalam Mega Pascal (Mpa).[3]

Referensi

  1. ^ SNI 03-3449-1994
  2. ^ SNI 1974:2011 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder
  3. ^ a b c Suarnita, I Wayan (Februari 2010). "Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar". SMARTek. 8 (1): 22–33.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement