Betet pirus

Betet pirus
jantan
betina
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittaculidae
Genus: Neophema
Spesies:
N. pulchella
Nama binomial
Neophema pulchella
(Shaw, 1792)
Persebaran betet pirus
Sinonim

Psittacus edwardsii Bechstein, 1811
Lathamus azureus Lesson, 1830
Neophema pulchella dombraini Mathews, 1915

Betet pirus atau parkit pirus (Neophema pulchella) adalah spesies betet dalam genus Neophema yang endemik di Australia Timur, dari tenggara Queensland, melintasi New South Wales hingga ke timur laut Victoria. Spesies ini dideskripsikan oleh George Shaw pada tahun 1792. Sebagai burung betet bertubuh kecil dan ringan dengan panjang sekitar 20 cm (7,9 in) dan berat 40 g (1+12 oz), spesies ini menunjukkan dimorfisme seksual. Burung jantan didominasi warna hijau dengan bagian bawah tubuh yang lebih kekuningan serta wajah berwarna biru pirus cerah. Sayapnya sebagian besar berwarna biru dengan bahu merah. Burung betina umumnya berwarna lebih kusam dan pucat, dengan dada hijau pucat dan perut kuning, serta tidak memiliki bercak sayap berwarna merah.

Ditemukan di padang rumput dan hutan berkanopi terbuka yang didominasi oleh pohon Eucalyptus dan Callitris, betet pirus terutama memakan rumput dan biji-bijian, serta sesekali bunga, buah, dan serangga sisik. Spesies ini bersarang di lubang pohon eukaliptus. Sebagian besar habitatnya telah banyak berubah dan potensi tempat bersarangnya telah hilang. Walaupun umumnya menetap, betet pirus dapat hidup nomaden secara lokal. Populasinya tampak mulai pulih dari penurunan drastis pada awal abad ke-20. Betet pirus telah dipelihara di penangkaran sejak abad ke-19, dan memiliki beberapa varian warna.

Taksonomi dan penamaan

Ilustrasi oleh Jacques Barraband dalam Histoire Naturelle des Perroquets (1805) karya François Levaillant

Dikenal luas di sekitar distrik Sydney pada masa permukiman Eropa tahun 1788, betet pirus dideskripsikan oleh George Shaw sebagai Psittacus pulchellus pada tahun 1792.[2] Ia menyebutnya Turquoisine berdasarkan bercak wajahnya yang berwarna pirus.[3] Holotipenya kemungkinan berakhir di koleksi Leverian di Inggris, dan hilang ketika koleksi tersebut dibongkar dan dijual. Naturalis asal Jerman, Johann Matthäus Bechstein, memberinya nama ilmiah Psittacus edwardsii pada tahun 1811, berdasarkan deskripsi François Levaillant tentang spesies ini sebagai la Perruche Edwards dalam karyanya pada tahun 1805 yang berjudul Histoire Naturelle des Perroquets.[4] Levaillant menamainya untuk menghormati naturalis Inggris, George Edwards.[5] William Swainson menggunakan nama dari Shaw pada tahun 1823 dalam karyanya Zoological Illustrations, dengan mencatat bahwa "mustahil untuk menggambarkan makhluk kecil yang luar biasa ini dalam kecantikannya yang utuh".[6] Merujuk pada karya-karya sebelumnya, René Primevère Lesson mendeskripsikannya sebagai Lathamus azureus pada tahun 1830,[4][7] dengan nama spesies tersebut berasal dari kata Latin Abad Pertengahan azureus yang berarti "biru".[8]

Ahli ornitologi asal Italia, Tommaso Salvadori, mendefinisikan genus baru Neophema pada tahun 1891, serta menempatkan betet pirus ke dalamnya dan memberinya nama ilmiah yang digunakan saat ini.[9] Terdapat sedikit variasi geografis, dengan beberapa perbedaan lokal kecil pada jumlah warna jingga di bagian perutnya.[10] Pada tahun 1915, Gregory Mathews mendeskripsikan subspesies dombrainii dari Victoria berdasarkan warna merah yang lebih menonjol pada bulu skapularnya; namun, perbedaan ini tidak dapat dikonfirmasi saat ditinjau dengan spesimen asal New South Wales,[4][11] dan karenanya tidak ada subspesies yang diakui. Sebagai satu dari enam spesies betet rumput dalam genus Neophema, burung ini berkerabat paling dekat dengan betet dada-merah.[12] Keduanya merupakan pasangan spesies alopatrik,[13] dan merupakan satu-satunya dua spesies dalam genus tersebut yang menunjukkan dimorfisme seksual yang jelas—yakni jantan dan betina memiliki penampilan yang berbeda.[12]

Nama umum betet pirus dalam bahasa Inggris cukup bervariasi, antara lain chestnut-shouldered parakeet, chestnut-shouldered grass-parakeet, chestnut-shouldered grass-parrot, chestnut-winged grass-parakeet, chestnut-winged grass-parrot,[14] dan turquoisine grass parrot, dengan nama terakhir yang paling umum digunakan dalam bidang avikultur.[15] Nama red-shouldered parakeet pernah diterapkan secara keliru untuk spesies ini,[16] karena nama tersebut merupakan nama alternatif untuk betet surga.[17]

Deskripsi

Berukuran panjang 20 hingga 22 cm (8–8¾ inci) dengan rentang sayap 32 cm (12+12 in), betet pirus adalah burung betet bertubuh kecil dan ramping dengan berat sekitar 40 g (1+12 oz). Kedua jenis kelamin umumnya memiliki bagian atas tubuh yang didominasi warna hijau dan bagian bawah berwarna kuning. Burung jantan memiliki wajah berwarna biru pirus cerah yang paling gelap pada bagian mahkota dan sedikit lebih pucat pada bagian lores, pipi, dan bulu penutup telinga. Leher dan bagian atas tubuhnya berwarna hijau rumput, dan ekornya berwarna hijau rumput dengan tepi berwarna kuning. Sayapnya tampak berwarna biru cerah dengan tepi depan yang lebih gelap saat dilipat, dengan pita merah di bahunya. Bagian bawah tubuhnya berwarna kuning cerah, agak kehijauan di dada dan leher. Beberapa pejantan memiliki bercak jingga di perut, yang dapat meluas hingga ke dada. Saat dibentangkan, sayapnya berwarna biru tua dengan warna merah di tepi belakang pada permukaan atas, dan berwarna hitam dengan bulu penutup depan berwarna biru tua di bagian bawahnya. Mandibula atas dari paruhnya berwarna hitam dan dapat memudar menjadi abu-abu di bagian pangkalnya ataupun tidak, sedangkan mandibula bawahnya berwarna krem dengan tepi abu-abu di dalam mulut. Bagian sere dan lingkar mata orbitalnya berwarna abu-abu, sedangkan iris matanya berwarna cokelat tua. Tungkai dan kakinya berwarna abu-abu.[3]Umumnya berwarna lebih kusam dan pucat, burung betina memiliki wajah biru yang lebih seragam dan pucat, dengan kulit telanjang berwarna krem yang sangat kontras di sekitar mata. Betina tidak memiliki pita bahu merah, dan corak bahu birunya lebih gelap dan kurang jelas. Tenggorokan dan dadanya berwarna hijau pucat dan perutnya berwarna kuning. Mandibula atasnya berwarna abu-abu kecokelatan yang lebih pucat dengan ujung yang lebih gelap, dan pernah tercatat berwarna hitam saat bersarang. Mandibula bawahnya berwarna abu-abu pucat hingga hampir putih. Saat terbang, betina memiliki garis putih lebar yang terlihat di bagian bawah sayap.[3]Burung remaja dari kedua jenis kelamin memiliki warna biru yang kurang meluas di wajah mereka, warnanya tidak melewati batas mata. Bagian atas tubuhnya menyerupai betina dewasa.[18] Kedua jenis kelamin memiliki garis sayap putih, yang menghilang seiring bertambahnya usia pada pejantan.[19] Pejantan muda memiliki bercak merah di sayap dan mungkin juga memiliki sapuan warna jingga di perutnya.[18]

Persebaran dan habitat

Jantan dewasa, Kebun Binatang Twycross

Betet pirus ditemukan di kaki pegunungan Great Dividing Range dan daerah sekitarnya.[20] Batas utara persebarannya adalah 26° lintang selatan di tenggara Queensland, di sekitar Cooloola, Blackbutt, dan Chinchilla, meluas ke arah barat hingga ke sekitar St George. Sebelum tahun 1945, spesies ini pernah tercatat berada jauh di utara hingga ke Sungai Suttor dan Mackay. Di New South Wales, burung ini ditemukan dalam kawasan yang luas membentang di bagian tengah dan timur negara bagian tersebut, dengan batas baratnya yang membentang di Moree, Quambone, Hillston, Narrandera, dan Deniliquin. Terdapat penampakan yang belum dikonfirmasi di wilayah paling barat negara bagian itu. Di Victoria, burung ini ditemukan di sekitar Wangaratta serta Gippsland Timur dan di sekitar Mallacoota.[21] Penampakan di Australia Selatan kemungkinan besar merupakan betet dada-merah,[21] karena kemiripan penampilan betinanya sering kali menyebabkan kebingungan dan kesalahan identifikasi.[12]

Betet pirus mendiami kawasan hutan terbuka dan hutan sabana yang tersusun atas spesies sipres asli (spesies Callitris) maupun eukaliptus, khususnya eukaliptus kotak putih (Eucalyptus albens), eukaliptus kotak kuning (E. melliodora), gum merah Blakely (E. blakelyi), eukaliptus kotak merah (E. polyanthemos), kulit-benang merah (E. macrorhyncha), eukaliptus kotak bimbel (E. populnea), atau mugga ironbark (E. sideroxylon), serta pada kasus yang lebih jarang Angophora di dekat Sydney, hutan silvertop ash (E. sieberi) di Cagar Alam Nadgee, dan tegakan pohon gum merah sungai (E. camaldulensis), gum rawa gunung (E. camphora), atau eukaliptus kotak abu-abu barat (E. microcarpa) di daerah yang lebih datar dan terbuka. Di dalam habitat ini, ia lebih menyukai punggung bukit atau lembah berbatu, atau area transisi antara berbagai habitat yang berbeda, seperti antara daerah berhutan dan padang rumput atau ladang di area budi daya pertanian.[20]Betet pirus dianggap sebagai burung penetap dan tidak bermigrasi, meskipun pola pergerakannya tidak diketahui secara pasti. Burung ini hadir di beberapa wilayah sepanjang tahun, walaupun di Victoria utara mereka diperkirakan berpindah ke area yang lebih terbuka di luar musim kawin. Beberapa populasi mungkin hidup nomaden secara lokal, mengikuti ketersediaan air.[22]

Perilaku

betet di tanah
Betina dewasa di tanah
dua ekor betet dikelilingi rerumputan
Mencari makan di antara rerumputan. Biji rumput membentuk bagian penting dari makanannya

Betet pirus dapat dijumpai secara berpasangan atau dalam kelompok kecil yang terdiri dari induk dan beberapa keturunannya, meskipun mereka dapat berkumpul menjadi kawanan yang lebih besar hingga 75 ekor, yang sebagian besar merupakan burung remaja, di luar musim kawin. Menjelang musim kawin, pasangan-pasangan tersebut mulai memisahkan diri dari kawanannya.[23] Betet pirus bertengger bersama secara komunal pada musim gugur dan musim dingin.[24] Pada malam hari, mereka bertengger di antara dedaunan pohon seperti eukaliptus atau akasia,[21] di ketinggian 1 hingga 8 m (3,3 hingga 26,2 ft) di atas permukaan tanah.[24] Mereka berlindung ke pepohonan di dekat area mencari makan pada siang hari.[21] Suara panggilan betet pirus belum banyak diteliti; burung ini mengeluarkan panggilan kontak lembut bernada tinggi saat makan atau terbang, sementara panggilan peringatannya dideskripsikan sebagai panggilan berdesing bernada tinggi. Betet pirus juga berceloteh saat bersiap untuk bertengger pada malam hari.[25]

Perkembangbiakan

Betina di penangkaran

Betet pirus merupakan burung yang monogami.[23] Pejantan bertengger tegak di atas tunggul pohon dan membentangkan sayapnya untuk memamerkan corak merah dan birunya saat merayu betina.[24] Setelah berpasangan, kedua jenis kelamin mencari lokasi bersarang, yang pada akhirnya ditentukan oleh sang betina.[24] Perkembangbiakan telah dilaporkan mulai dari Taman Nasional Girraween di perbatasan New South Wales–Queensland di sebelah utara hingga Wangaratta dan Mallacoota di Victoria.[21] Burung ini menggunakan lubang pohon yang vertikal atau hampir vertikal pada pohon hidup maupun mati, umumnya pohon eukaliptus, sebagai tempat bersarang. Terkadang, tiang pagar tua juga digunakan. Betet pirus bersaing dengan—dan mungkin dapat disingkirkan oleh—rosela timur (Platycercus eximius), betet tunggir-merah (Psephotus haematonotus), dan perambat-pohon cokelat (Climacteris picumnus) untuk memperebutkan lokasi bersarang yang sesuai. Pohon yang memiliki lubang tersebut sering kali terletak di kawasan hutan terbuka, dan lubangnya sendiri umumnya berada setidaknya 1 m (3 ft) di atas permukaan tanah. Kerja lapangan di Victoria utara memperoleh rata-rata dimensi 10 x 6 cm (4 x 2,5 in) untuk pintu masuk lubang, dan kedalaman sekitar 50 cm (20 in) untuk kedalaman lubang tersebut. Di tempat lain, rata-rata kedalamannya adalah sekitar 76 cm (30 in).[26]Perkembangbiakan terjadi selama bulan-bulan yang lebih hangat dengan telur yang diletakkan dari bulan Agustus hingga Januari. Kelompok telur diletakkan di atas hamparan serbuk kayu atau dedaunan dan terdiri dari dua hingga lima (atau sangat jarang hingga delapan) butir telur putih mengkilap berbentuk bulat atau oval, yang masing-masing umumnya berukuran panjang 21 hingga 22 mm dengan lebar 18 mm (0,8 kali 0,7 inci). Kelompok telur cenderung memiliki jumlah telur yang lebih banyak pada periode awal dibandingkan periode akhir, dan pada sarang yang terletak lebih jauh dari lahan terbuka. Telur-telur tersebut diletakkan dengan jeda dua hingga tiga hari.[26]Masa inkubasi memakan waktu 18 hingga 21 hari.[26] Betina mengerami telur serta anakannya, dan memberi mereka makan selama beberapa hari pertama sebelum pejantan mulai membantu.[23] Betina meninggalkan sarang untuk mencari makan dan minum dua kali sehari, sekali di pagi hari dan sekali di sore hari.[26] Kedua induk berperan dalam memberi makan anak-anaknya, dengan porsi makanan yang didominasi oleh biji-bijian serta sedikit buah.[23] Anak burung ini bersifat altrisial dan nidikolus; artinya, mereka terlahir tak berdaya dan buta, serta menetap di dalam sarang untuk jangka waktu yang lama. Ditutupi oleh bulu kapas berwarna putih keperakan,[26] mereka memiliki kulit merah muda dan kulit biru keabu-abuan yang lebih gelap di sekitar mata.[18] Pada usia tujuh hari mereka mulai membuka mata, dan diselimuti bulu kapas abu-abu dengan bulu jarum yang mulai tumbuh dari sayap mereka pada hari keenam. Tubuh mereka hampir seluruhnya tertutupi bulu pada hari ke-21, dan mulai terbang (meninggalkan sarang) pada usia sekitar 23 hari di alam liar dan hingga 30 hari di penangkaran.[26]Sekitar 56% telur berhasil menetas hingga anakannya siap terbang, dengan kerja lapangan di timur laut Victoria mencatat rata-rata 2,77 anakan yang berhasil meninggalkan sarang. Biawak renda (Varanus varius) dan rubah merah (Vulpes vulpes) adalah pemangsa sarang mereka. Bayi burung dapat mati akibat kepanasan dalam cuaca yang sangat terik, atau tenggelam di dalam lubang setelah hujan lebat.[26]

Makanan

Betet pirus pada dasarnya adalah pemakan biji-bijian yang mencari makan di tanah,[27] mencari makan di tempat terbuka di kawasan hutan terbuka, tepi hutan, dan di dekat pepohonan di area yang lebih terbuka seperti padang rumput. Spesies ini sesekali mencari makan di sepanjang tepi jalan dan jarang merambah masuk ke halaman rumput.[20] Burung ini mencari makan secara berpasangan atau dalam kawanan kecil yang terdiri dari tiga puluh hingga bahkan lima puluh individu. Pengamatan di Chiltern di Victoria menunjukkan adanya variasi musiman dalam ukuran kawanan, dengan betet pirus mencari makan dalam kelompok yang terdiri dari 5–30 ekor pada musim dingin dan 6–8 ekor pada musim semi serta musim panas. Aktivitas mencari makan berlangsung sejak dini hari hingga sore hari, dengan waktu istirahat antara tengah hari dan pertengahan sore.[22] Burung-burung ini lebih suka makan di area yang teduh, tempat mereka dapat lebih baik menyamar di antara rerumputan.[24]

Biji rumput dan semak merupakan porsi terbesar dari makanannya, tetapi dedaunan, bunga, buah, dan serangga sisik juga turut dimakan.[22] Betet pirus telah tercatat memakan biji dari berbagai spesies tanaman; jenis yang lebih umum dikonsumsi meliputi buah fringe-myrtle biasa (Calytrix tetragona), biji dan buah bunga-guinea tegak (Hibbertia riparia), daphne heath (Brachyloma daphnoides), biji raspwort biasa (Gonocarpus tetragynus), spesies Geranium, lili-rami kepala-sari-hitam (Dianella revoluta), dan spesies rumput seperti rumput gemetar besar yang diintroduksi (Briza maxima) serta rumput gemetar kecil (B. minor) dan anggota genus Danthonia,[23] anggota genus kacang-kacangan Dillwynia, serta beard-heath berdaun kecil (Leucopogon microphyllus). Biji dari gulma chickweed biasa yang diintroduksi (Stellaria media) dan capeweed (Arctotheca calendula) juga turut dikonsumsi.[28] Nektar dari Grevillea alpina,[23] serta spora dari lumut telah tercatat sebagai salah satu sumber makanannya.[2]

Seekor betina pernah teramati menyisipkan dedaunan dari pohon-teh kulit-kelupas (Leptospermum trinervium) di bawah bulunya, yang membuat para pengamat bertanya-tanya apakah daun tersebut digunakan untuk menangkal atau membunuh serangga.[2]

Patogen

Pada tahun 1966, sebuah paramiksovirus dengan kemiripan antigenik terhadap penyakit Newcastle diisolasi dari otak seekor betet pirus di Belanda. Pada tahun tersebut, banyak spesies burung kandang termasuk beberapa spesies betet Australia dan anggota genus Neophema menunjukkan gejala neurologis yang menyerupai penyakit Newcastle.[29] Seperti anggota genus lainnya, betet pirus sangat sensitif terhadap infeksi paramiksovirus burung.[30] Spesies ini merupakan satu dari sekian banyak spesies betet yang dapat menjadi inang bagi nematoda Ascaridia platyceri.[31]

Status konservasi

Sekitar 90% dari populasi betet pirus berada di New South Wales. Spesies ini tidak terdaftar sebagai "terancam" dalam Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati 1999 Persemakmuran, meskipun status hampir terancam sempat diusulkan oleh Stephen Garnett dan Gabriel Crowley dalam karya mereka pada tahun 2000 yang berjudul The Action Plan for Australian Birds akibat penurunan drastis dalam wilayah persebarannya.[32] Populasi dan persebarannya telah bervariasi secara drastis; sempat tersebar luas di seluruh Australia timur dari Mackay hingga Melbourne hingga tahun 1880-an, burung ini lenyap dari sebagian besar wilayah persebarannya hingga sempat dianggap punah pada tahun 1915. Spesies ini tidak tercatat di Queensland antara tahun 1923 dan 1950, serta di Victoria antara pertengahan 1880-an hingga 1949. Namun, jumlahnya di New South Wales mulai meningkat pada tahun 1930-an dan spesies ini telah kembali menghuni Gippsland Timur pada tahun 1960-an.[22]Diperkirakan secara tentatif mencapai sekitar 20.000 burung yang berkembang biak pada tahun 2000, populasinya diyakini masih terus meningkat.[32]

New South Wales

Betet pirus dulunya umum dijumpai di seluruh wilayah Sydney, dan sangat melimpah di antara daerah Parramatta dan Penrith. Jumlahnya menurun drastis antara tahun 1875 dan 1895, meskipun penampakan langka di Sydney barat dan Blue Mountains sempat tercatat pada pertengahan abad ke-20.[2] Betet pirus ditangkap untuk perdagangan burung peliharaan dan digunakan sebagai isian pai. Hampir seluruh habitat pilihan utamanya, Dataran Cumberland, di sepanjang wilayah barat Sydney, telah lenyap seiring dengan pembangunan.[27] Lebih dari separuh kawasan berhutan di New South Wales, dan 80% di seluruh Australia telah ditebang, sehingga habitat yang tersisa menjadi terfragmentasi.[33] Masalah utama lainnya adalah penebangan pohon eukaliptus dewasa yang mengakibatkan hilangnya lubang pohon yang tersedia untuk bersarang.[34] Oleh karena itu, spesies ini terdaftar sebagai Spesies rentan berdasarkan Jadwal 2 dalam Undang-Undang Konservasi Spesies Terancam New South Wales tahun 1995 karena terjadinya kerusakan habitat (Undang-Undang TSC).[33] Rezim pembakaran lahan kemungkinan mengakibatkan regenerasi yang lebih mendukung tumbuhnya semak-semak ketimbang rumput, yang padahal merupakan sumber pakan utama bagi spesies ini.[32] Kucing liar dan rubah juga menjadi ancaman, terutama bagi burung yang sedang bersarang serta anakannya.[33]

Victoria

Meskipun sebelumnya umum dijumpai di wilayah persebarannya, spesies ini berada di ambang kepunahan di Victoria pada tahun 1917. Namun, jumlahnya kembali meningkat sejak tahun 1930–1940-an seiring dengan keberhasilannya menghuni kembali wilayah asalnya.[28] Dalam daftar penasihat fauna vertebrata terancam di Victoria tahun 2007, spesies ini terdaftar sebagai hampir terancam.[35]

Avikultur

Awalnya populer sebagai burung peliharaan di dalam sangkar pada abad ke-19,[36] betet pirus jarang terlihat di penangkaran antara tahun 1928 dan 1956, dengan masalah utama berupa tingginya tingkat telur yang tidak subur. Sejak saat itu, burung ini menjadi lebih umum, dan telah beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan avikultur. Sebagai spesies yang pendiam, ia gemar mandi saat di penangkaran.[15] Terdapat kemungkinan terjadinya perkawinan silang dengan anggota lain dari genus Neophema jika disatukan di dalam sangkar yang sama.[37] Spesimen dengan warna perut jingga yang lebih menonjol telah berhasil dibiakkan, yang bersumber dari burung liar asal New South Wales dan bukan dari hasil persilangan dengan betet dada-merah.[37] Varian kuning, di mana pigmen biru hilang sementara pigmen kuning dan merah dipertahankan, pertama kali muncul pada tahun 1950-an dalam dunia avikultur. Hal ini merupakan suatu mutasi resesif.[38] Bentuk warna lain yang terlihat adalah varian bermuka-merah dan belang (keduanya resesif), serta varian giok dan zaitun (dominan).[39]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ BirdLife International (2016). "Neophema pulchella". 2016 e.T22685209A93063700. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22685209A93063700.en. ;
  2. ^ a b c d Chaffer, Norman; Miller, G. (1946). "The Turquoise Parrot Near Sydney". Emu. 46 (3): 161–67. Bibcode:1946EmuAO..46..161C. doi:10.1071/mu946161.
  3. ^ a b c Higgins 1999, hlm. 573.
  4. ^ a b c Australian Biological Resources Study (1 March 2012). "Species Neophema (Neophema) pulchella (Shaw, 1792)". Australian Faunal Directory. Canberra, Australian Capital Territory: Department of the Environment, Water, Heritage and the Arts, Australian Government. Diarsipkan dari asli tanggal 29 October 2013. Diakses tanggal 23 May 2013.
  5. ^ Levaillant, François (1805). Histoire Naturelle des Perroquets (dalam bahasa Prancis). Vol. 1. Paris, France: Levrault, Schoell & Ce. hlm. 130.
  6. ^ Swainson, William John (1823). Zoological illustrations, or, Original figures and descriptions of new, rare, or interesting animals: selected chiefly from the classes of ornithology, entomology, and conchology, and arranged on the principles of Cuvier and other modern zoologists. Vol. 2. London, United Kingdom: Baldwin, Cradock & Joy. hlm. pl. 67.
  7. ^ Lesson, René Primevère (1830). Traité d'Ornithologie, ou Tableau Méthodique des ordres, sous-ordres, familles, tribus, genres, sous-genres et races d'oiseaux (dalam bahasa Prancis). Vol. 1. Paris, France: F.G. Levrault. hlm. 205.
  8. ^ Gray, Jeannie; Fraser, Ian (2013). Australian Bird Names: A Complete Guide. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing. hlm. 155. ISBN 978-0-643-10471-6.
  9. ^ Salvadori, Tommaso (1891). Catalogue of the Birds in the British Museum. Catalogue of the Psittaci, or Parrots. London, United Kingdom: British Museum. hlm. 570, 575.
  10. ^ Higgins 1999, hlm. 583.
  11. ^ Cain, A.J. (1955). "A Revision of Trichoglossus haematodus and of the Australian Platycercine Parrots". Ibis. 97 (3): 432–79. doi:10.1111/j.1474-919X.1955.tb04978.x.
  12. ^ a b c Lendon 1973, hlm. 253.
  13. ^ Forshaw, Joseph M. (2010). Parrots of the World. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. hlm. 134. ISBN 978-1-4008-3620-8.
  14. ^ MacDonald, James David (1987). The Illustrated Dictionary of Australian Birds by Common Name. Frenchs Forest, New South Wales: Reed Books. ISBN 0-7301-0184-3.
  15. ^ a b Shephard 1989, hlm. 69.
  16. ^ Lendon 1973, hlm. 282.
  17. ^ Lendon 1973, hlm. 234.
  18. ^ a b c Higgins 1999, hlm. 582.
  19. ^ Lendon, Alan (1940). "The "Wing-stripe" as an Indication of Sex and Maturity in the Australian Broad-tailed Parrots". South Australian Ornithologist. 15: 87–94 [93]. ISSN 0038-2973.
  20. ^ a b c Higgins 1999, hlm. 574.
  21. ^ a b c d e Higgins 1999, hlm. 575.
  22. ^ a b c d Higgins 1999, hlm. 576.
  23. ^ a b c d e f Higgins 1999, hlm. 577.
  24. ^ a b c d e Higgins 1999, hlm. 578.
  25. ^ Higgins 1999, hlm. 579.
  26. ^ a b c d e f g Higgins 1999, hlm. 580.
  27. ^ a b "Turquoise Parrot". Birds in Backyards. Birdlife Australia. 2013. Diakses tanggal 21 May 2013.
  28. ^ a b Tzaros, Chris (2005). Wildlife of the Box-Ironbark Country. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing. hlm. 95. ISBN 978-0-643-09983-8.
  29. ^ Smit, Th.; Rondhuis, P.R. (1976). "Studies on a Virus Isolated from the Brain of a Parakeet (Neophema sp)". Avian Pathology. 5 (1): 21–30. doi:10.1080/03079457608418166. PMID 18777326.
  30. ^ Jung, Arne; Grund, Christian; Müller, Inge; Rautenschlein, Silke (2009). "Avian Paramyxovirus Serotype 3 Infection in Neopsephotus, Cyanoramphus, and Neophema species". Journal of Avian Medicine and Surgery. 23 (3): 205–08. doi:10.1647/2008-022.1. JSTOR 27753673. PMID 19999764. S2CID 5900169.
  31. ^ Mawson, Patricia M. (1985). "Nematodes (Ascaridia Species) from Some Captive and Feral Parrots". South Australian Ornithologist. 29: 190–91. ISSN 0038-2973.
  32. ^ a b c Garnett, Stephen T.; Crowley, Gabriel M. "The Action Plan for Australian Birds 2000". Threatened species & ecological communities. Canberra, Australian Capital Territory: Department of Sustainability, Environment, Water, Population and Communities, Commonwealth of Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-27. Diakses tanggal 21 May 2013.
  33. ^ a b c NSW Scientific Committee (June 2009). "Turquoise Parrot Neophema pulchella: Review of Current Information in NSW" (PDF). New South Wales Government. Diakses tanggal 28 May 2013.
  34. ^ Landcare NSW (2013). "Turquoise Parrot" (PDF). Communities in Landscapes. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 October 2013. Diakses tanggal 28 May 2013.
  35. ^ Victorian Department of Sustainability and Environment (2007). Advisory List of Threatened Vertebrate Fauna in Victoria – 2007. East Melbourne, Victoria: Department of Sustainability and Environment. hlm. 15. ISBN 978-1-74208-039-0.
  36. ^ Lendon 1973, hlm. 285.
  37. ^ a b Shephard 1989, hlm. 70.
  38. ^ Sindel, Stan (1986). "Mutations of Australian Parrots". Panania, New South Wales: The Avicultural Society of New South Wales. Diarsipkan dari asli tanggal February 4, 2015. Diakses tanggal 5 September 2014.
  39. ^ Anderson, Troy (1996). "Neophemas – Care and Management". Parrot Society of Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-17. Diakses tanggal 14 June 2013.

Teks rujukan

  • Higgins, P.J. (1999). Handbook of Australian, New Zealand and Antarctic Birds. Volume 4: Parrots to Dollarbird. Melbourne, Victoria: Oxford University Press. ISBN 0-19-553071-3.
  • Lendon, Alan H. (1973). Australian Parrots in Field and Aviary. Sydney, New South Wales: Angus & Robertson. ISBN 0-207-12424-8.
  • Shephard, Mark (1989). Aviculture in Australia: Keeping and Breeding Aviary Birds. Prahran, Victoria: Black Cockatoo Press. ISBN 0-9588106-0-5.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement