Besi galvanis bergelombang
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dengan bantuan mesin penerjemahan. Bahasanya masih belum bagus, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda bisa memperbaikinya, harap pertimbangkan untuk menyunting halaman ini menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel) |
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Mei 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|

Besi galvanis bergelombang adalah bahan bangunan yang terdiri dari lembaran baja ringan galvanis celup panas , digulung dingin untuk menghasilkan pola bergaris linier di dalamnya. Ciri-ciri besi galvanis bergelombang antara lain permukaannya bergelombang, berwarna mengkilap keperakan, ringan tetapi kuat, tahan terhadap karat, dan mudah dipotong serta dipasang. Gelombang pada permukaannya berfungsi untuk meningkatkan kekakuan struktur dan daya tahan terhadap tekanan. Kegunaan besi galvanis bergelombang meliputi atap rumah, dinding bangunan, pagar, gudang, kandang ternak, dan pelapis luar bangunan. Material ini cocok digunakan di berbagai lingkungan karena tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki umur pakai yang panjang.[1]
Sejarah
Besi galvanis bergelombang adalah salah satu material bangunan yang sangat umum digunakan, terutama untuk atap dan dinding. Berikut sejarahnya secara ringkas tetapi terperinci:[2]
- Awal penemuan galvanisasi. Nama "galvanis" Berasal dari Luigi Galvani, ilmuwan Italia abad ke-18 yang meneliti listrik dan reaksi kimia pada logam. Namun, proses galvanisasi (pelapisan logam dengan seng/zinc) pertama kali dikembangkan pada abad ke -19.
- Penemuan galvanisasi panas. Pada 1836, Stainlas Coral mematenkan metode "hot dip galvanizing", yaitu mencelupkan besi ke dalam seng cair untuk mencegah karat. Proses ini melindungi logam dasar dari oksidasi dan korosi.
- Lahirnya besi bergelombang. Pada tahun 1820-1830 an, Henry Robison Palmer merancang besi bergelombang. Tujuannya adalah memperkuat lembaran logam tanpa menambah banyak berat. Lembaran besi ini dicetak dengan pola gelombang agar menjadi lebih kuat dan kaku, cocok untuk atap dan dinding.
- Kombinasi galvanisasi dan besi bergelombang. Setelah metode galvanisasi ditemukan, besi bergelombang kemudian dilapisi seng untuk meningkatkan ketahanannya terhadap cuaca dan karat. Hasilnya adalah besi galvanis bergelombang yang ringan, kuat, dan tahan lama — sangat ideal untuk bangunan industri, pertanian, dan rumah tinggal.
- Penyebaran global. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, besi galvanis bergelombang digunakan secara luas oleh kerajaan Inggris dalam proyek kolonial, termasuk di Asia, Afrika dan Pasifik. Material ini cepat menjadi pilihan utama di daerah tropis karena tahan panas dan hujan.
Referensi
- ^ "What is Corrugated Metal? | Corrugated Metal Properties". www.industrialmetalsupply.com. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ "History of galvanizing - Galvanizers Association UK & Ireland" (dalam bahasa American English). 2024-01-18. Diakses tanggal 2025-05-31.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


