Bersih Kali
Tradisi Bersih Kali merupakan upacara adat tradisional yang merupakan salah satu wujud dari rasa syukur masyarakat desa dalam melakukan hubungan batin dengan tanah dan air yang menjadi sumber penghidupannya berupa upacara yang dilaksanakan oleh warga masyarakat di Sendhang Beji, Padukuhan Kulwo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul Provinsi Yogyakarta.[1]
Tujuan
Tradisi Bersih Kali dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat dalam bentuk acara ritual. Upacara ini dilangsungkan sebagai bentuk wujud ucapan syukur karena Sendhang Beji merupakan sumber mata air yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. Sendhang Beji digunakan oleh masyarakat Dusun Kulwo untuk ritual keagamaan dan aktivitas sehari-hari. Sendhang Beji digunakan untuk mengairi perkebunan dan persawahan, memenuhi kebutuhan untuk air minum, mandi, dan juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata.[1]
Pelaksanaan
Upacara adat Bersih Kali ini dilaksanakan pada hari Senin Pahing Bulan April setiap tahunnya dan melibatkan masyarakat setempat dan pemangku adat. Prosesi ini dimulai dengan warga yang berbondong-bondong datang ke Sumber Gunungbang membawa encek (tumpeng) yang berisi nasi ingkung dan 10 macam hasil bumi. Setelah semua terkumpul sang pemangku adat mendoakan encek tersebut memanjatkan doa agar diberi kesehatan dan keselamatan kemudian encek tersebut dibagikan kembali kepada warga sebagai sego berkat. Upacara adat ini juga dianggap sebagai pesta rakyat karena setelah prosesi bersih sumber juga ditampilkan berbagai macam atraksi, seperti Jathilan dan Ledhek.[2]
Ada ubo rampe (sarana) yang wajib dihadirkan dalam ritual tersebut yaitu makanan hasil bumi yang ditempatkan dalam wadah yang disebut Encek yang terbuat dari pelepah pisang dibentuk kotak dengan jeruji dari bambu. Beberapa makanan hasil bumi berupa umbi-umbian yang wajib dibawa yaitu uwi, gembili dan kimpul yang dipadukan dengan ubo rampe lainya. Jenis makanan ini mempunyai filosofi dan erat kaitanya dengan masyarakat Gunungbang.[3]
Makna
Tradisi Bersih Kali memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat. Kegiatan Bersih Kali yang dilakukan secara bersama-sama mencerminkan semangat tolong-menolong dan saling membantu. Gotong royong ini menunjukkan adanya kebersamaan, solidaritas, dan saling menghargai di antara warga. Selain itu, tradisi ini juga mengandung makna penting terkait kebersihan dan keindahan lingkungan, nilai-nilai religius, serta berbagai makna lainnya yang terkandung dalam kegiatan bersih-bersih kali ini.[4]
Referensi
- ^ a b Teguh Bashori (03-07-2024). "PERUBAHAN PADA TRADISI BERSIH KALI SENDHANGBEJI DI KARANGMOJO, GUNUNGKIDUL, D.I.YOGYAKARTA". INSTITUTIONAL REPOSITORY UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
- ^ "Upacara Bersih Kali Sumber Gunungbang » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ "Bersih Kali Gunungbang Sedot Perha". Bejiharjo. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ Kompasiana.com (2025-05-29). "Tradisi Bersih kali Pada Bulan Selo (Longkang) di Desa Gedangan Kec. Ngrayun Ponorogo". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-11-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


