Batik Gunung Ringgit
Batik Gunung Ringgit merupakan salah satu motif batik nusantara yang berasal dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Motif ini tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga menyimpan pesan moral, doa, dan sindiran sosial yang relevan hingga zaman sekarang. [1] Batik Lasem merupakan buah akulturasi kebudayaan masyarakat Tionghoa dengan pribumi, yang menghasilkan produk kerajinan batik yang unik dan banyak diminati masyarakat. Saat ini ada ratusan perajin batik tulis dengan 12 ribu orang lebih pembatik yang tercatat atau tergabung dalam koperasi batik dan pada perkembangannya kerajinan batik menjadi mata pencaharian masyarakat Lasem hingga kini.[2]
Ciri khas
Sesuai dengan ciri khas batik lasem, batik gunung ringgit memiliki 2 warna khas yaitu merah darah dan biru tua yang cukup cerah. Desain batik gunung ringgit merupakan gabungan atau akulturasi dari kebudayaan Tiongkok dan Jawa. Motifnya berupa bentuk koin ringgit yang ditumpuk dengan membentuk lengkungan seperti gunung. Biasanya motif gunung ringgit sering dipadukan dengan tambahan motif khas lainya seperti sekar jagad, motif pring atau tumplak bledak. Selain sebagai penambah keindahan pada motif,juga memperkaya makna dengan setiap motif tetap memiliki makna sendiri.[3]
Makna motif
Makna motif Gunung Ringgit melambang kelapangan rezeki. Nama Gunung Ringgit sudah menyiratkan makna rezeki yang kuat. Di dalam bahasa Jawa "Ringgit" bermakna uang. Maka dapat diartikan bahwa Gunung Ringgit memiliki makna "gunung uang" atau rezeki yang sangat melimpah. Pengharapan kepada pemakainya selalu mendapatkan keberkahan dan kelimpahan hidup serta kemakmuran. Seperti yang tercatat dialam literature batik motif ini merupakan doa agar pemilik kain selalu diberikan kelimpahan rezeki.
Kemudian sebagai sindiran dan etika sosial dalam memperoleh kekayaan. Batik motif ini memuat pesan berupa sindiran halus bagi orang yang berusaha memperoleh kekayaan dengan cara yang instan atau merugikan orang lain. Kekayaan yang tersirat didalam motif ini sebaiknya dicari atau diraih dengan cara yang baik melalui jalan yang benar, adil, dan digunakan untuk menebar kebaikan. Sehingga dalam motif ini kekayaan hanya sebuah sarana, bukan menjadi tujuan hidup yang sebenarnya.
Selanjutnya merupakan sebuah hasil akulturasi. Perpaduan nilai Jawa dan Tionghoa yang menyatu dalam satu motif sehingga menghasilkan budaya.mengandung doa akan kemakmuran, pesan moral untuk mencari rezeki dengan cara yang baik, sekaligus mencerminkan akulturasi budaya yang harmonis.[4]
Referensi
- ^ Batiklopedia (2025-09-02). "Mengenal Batik Lasem Motif Gunung Ringgit". Batiklopedia. Diakses tanggal 2026-01-26.
- ^ "MENENGOK KAMPUNG BATIK TULIS LASEM | ANTARA Foto". antarafoto.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
- ^ PNG, Pangesti (2024-06-16). "Motif Batik Gunung Ringgit, Ciri Khas dan Maknanya" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
- ^ Batiklopedia (2025-09-02). "Mengenal Batik Lasem Motif Gunung Ringgit". Batiklopedia. Diakses tanggal 2026-01-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


