Basima Abdulrahman
| Basima Abdulrahman | |
|---|---|
| Lahir | Iraq |
| Almamater | Universitas Auburn |
| |
Basima Abdulrahman merupakan salah satu tokoh perempuan dari suku Kurdi yang ada di Irak yang menginisiasi adanya model bangunan ramah lingkungan yang sesuai dengan karakteristik lingkungan yang ada di Irak. Ia menciptakan struktur yang lebih ramah lingkungan pada prinsipnya menggabungkan teknologi dan material terbaru yang hemat energi dengan metode bangunan tradisional Irak. Apa yang diciptakan inilah yang membuatnya terpilih sebagai 100 wanita berpengaruh versi BBC tahun 2023.[1]
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Orang tua Abdulrahman pindah ke Baghdad, Irak dari wilayah selatan Turki. Ia lahir di Irak dan memiliki keturunan Turki dan Kurdi. Pada tahun 2006, akibat konflik di Irak, keluarga Abdulrahman pindah ke wilayah Kurdistan di Irak bagian utara. Perpindahan ini membuat Abdulrahman semakin mengenal dan dekat dengan warisan Kurdi yang dimilikinya. Sejak kecil, keluarga Abdulrahman mendorongnya untuk menjadi seorang dokter, tetapi ia tidak tertarik dengan biologi, melainkan lebih menyukai matematika dan fisika. Abdulrahman lulus dari Universitas Duhok dengan gelar sarjana Teknik Sipil.[2] Pada tahun 2011, ia mengajukan permohonan untuk mendapatkan Beasiswa Fulbright guna melanjutkan studi di Amerika Serikat. Abdulrahman kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Auburn, Amerika Serikat, dan meraih gelar master di bidang teknik struktur dan teknik sipil pada tahun 2014.[3][4] Pada tahun 2016, ia kembali ke Amerika Serikat dan menyelesaikan program yang diselenggarakan oleh US Green Building Council untuk menjadi profesional terakreditasi.[5]
Karier
Setelah kembali ke Irak pada tahun 2015,[5] Abdulrahman mulai bekerja sebagai insinyur struktur di Perserikatan Bangsa-Bangsa.[6]
Pada tahun 2017, Abdulrahman mendirikan KESK Green Building Consulting, perusahaan pertama di Irak yang fokus pada arsitektur "hijau".[2][4] Diperlukan waktu sembilan bulan bagi Abdulrahman untuk mendapatkan klien pertama.[6] KESK menggabungkan teknik bangunan ramah lingkungan modern dengan teknik bangunan kuno, seperti membangun rumah berbentuk kubah dari batu bata tanah liat.[4][7] Perusahaan ini juga bertujuan untuk menyediakan sumber energi alternatif, khususnya energi surya, bagi masyarakat, sebagai respons terhadap ketidakstabilan jaringan listrik di Irak. KESK juga didirikan untuk membantu proses rekonstruksi setelah perang melawan Negara Islam yang dimulai pada tahun 2014.[1] Abdulrahman juga bekerja untuk Organisasi Pangan dan Pertanian PBB sebagai konsultan nasional dan manajer proyek, serta sebagai wakil kurator untuk Global Shapers Erbil Hub, sebuah inisiatif dari Forum Ekonomi Dunia.[2]
Referensi
- ^ a b "BBC 100 Perempuan 2023: Siapa saja yang ada dalam daftar tahun ini? - BBC News Indonesia". News Indonesia. Diakses tanggal 2024-10-06.
- ^ a b c Nelson, Carol (2018-05-18). "It's my job: Basima Abdulrahman » Auburn Engineer". Auburn Engineer (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "BBC 100 Women 2023: Who is on the list this year? - BBC News". News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b c "Eight Young Leaders Share Their Visions for Shaping the Decade Ahead". TIME.com. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b KAPITA (2022-06-19). "Interview with Basima Abdulrahman". KAPITA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b Foundation, Thomson Reuters (2023-07-27). "Meet the Women Pioneers Creating Green Jobs in Arab Countries". japannews.yomiuri.co.jp (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Nast, Condé. "Vogue Arabia - Fashion, Beauty and Celebrity News". Vogue Arabia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


