Bandar Udara Internasional Phnom Penh

Bandar Udara Internasional Phnom Penh

អាកាសយានដ្ឋានអន្តរជាតិភ្នំពេញ

Akas Yanhthan Antorcheat Phnom Penh
Informasi
JenisPublik / militer
PemilikPemerintah Kerajaan Kamboja
PengelolaSociété Concessionnaire de l'Aeroport (SCA, beroperasi sebagai Cambodia Airports)
MelayaniPhnom Penh, Kamboja
DibukaSebagai lapangan udara:
1924; 102 tahun lalu (1924)
Sebagai bandar udara:
19 Januari 1959; 67 tahun lalu (1959-01-19)
Ditutup8 September 2025; 7 bulan lalu (2025-09-08) (hanya bandara internasional)
Maskapai penghubungAir Cambodia (2009–2025)
Cambodia Airways (2017–2025)
Sky Angkor Airlines (2010–2025)
AirAsia Cambodia (2022–2025)
Maskapai utamaVietnam Airlines (2010–2025)
Ketinggian dpl12 mdpl
Koordinat11°32′47″N 104°50′38″E / 11.54639°N 104.84389°E / 11.54639; 104.84389
Situs webpnh.cambodia-airports.aero
Peta
PNH di Kamboja
PNH
PNH
Lokasi bandara di Kamboja
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
m kaki
05/23 3,000 10,000 Aspal beton
Statistik (2019)
Pergerakan penumpang6,029,000 Kenaikan 11.2%
Pergerakan pesawat56,018 Kenaikan 7.3%
www.vinci-airports.com[1]

Bandar Udara Internasional Phnom Penh (IATA: PNHICAO: VDPP) (bahasa Khmer: អាកាសយានដ្ឋានអន្តរជាតិភ្នំពេញ; Akas Yanhthan Antorcheat Phnom Penh), sebelumnya bernama Bandar Udara Internasional Pochentong, adalah bandara internasional yang telah dinonaktifkan di Kamboja dan saat beroperasi berfungsi sebagai gerbang internasional utama negara tersebut. Sebelum ditutup, bandara ini merupakan bandara terbesar kedua di Kamboja berdasarkan luas wilayah setelah Bandara Internasional Siem Reap–Angkor yang baru.[2] Bandara ini terletak di Distrik Pou Senchey,[3] 10 kilometer (5,4 NM) sebelah barat Phnom Penh, ibu kota Kamboja.

Bandara ini digantikan oleh Bandar Udara Internasional Techo yang baru pada tanggal 9 September 2025.[4]

Sejarah

Bandara Internasional Phnom Penh pada tahun 1964

Nama lama dari bandara Phnom Penh adalah Bandar Udara Internasional Pochentong. Pada 6 Juli 1995, Pemerintah Kerajaan Kamboja (RGC) menandatangani persetujuan konsesi dengan perusahaan patungan asal Prancis-Malaysia Société Concessionaire d’Aéroport (SCA), untuk mengoperasikan Bandara Internasional Phnom Penh (PNH) - Pochentong. Ini menandakan kembalinya perusahaan yang sudah berdiri 20 tahun. SCA yang dimiliki oleh Groupe GTM (70%) dan Muhibbah Masterron (30%) berkomitmen untuk mengadakan program pengembangan senilai $110 juta yang meliputi pembangunan landasan pacu baru, bangunan terminal dan kargo, hangar, instalasi sistem pendaratan instrumen (ILS) kategori III, dan lampu pendaratan terpadu.

Berger Group dipilih oleh RGC untuk menyediakan layanan teknik independen selama konsesi, untuk mengaudit rancangan dan memberikan saran untuk kepraktisan dan biaya dari proposal pengembangan yang diajukan konsesi. Tim Berger juga mengawasi pengerjaan yang sudah berjalan untuk mengakomodir pesawat badan lebar seperti Boeing 747, termasuk lapisan landasan pacu beton aspal; pemasangan ILS baru, peralatan meteorologi, pencahayaan landasan pacu, sistem energi; dan pembangunan pangkalan pemadam kebakaran, taxiway, dan perluasan turn-pad.

Setelah kesuksesan penyelesaian pekerjaan sebelumnya, Tim Berger menyediakan penyediaan desain dan pelayanan teknik independen untuk konstruksi terminal baru seluas 18,000 meter persegi untuk mengakomodir pertumbuhan lalu lintas wisatawan asing. terminal senilai $22 juta juga meliputi 3 garbarata, lahan parkir dengan kapasitas 700 kendaraan dan fasilitas VIP dan CIP.

Bandara ini juga memiliki waralaba Dairy Queen. Waralaba ini merupakan salah satu waralaba pertama yang beroperasi di Kamboja.

Pada tahun 2020, dilaporkan bahwa SCA akan kehilangan konsesi untuk Phnom Penh (bersama dengan Siem Reap) setelah rencana pembangunan dua bandara baru di lokasi tersebut diumumkan.[5] Namun, SCA kemudian mengamankan MoU dengan Sekretariat Negara Penerbangan Sipil untuk mengoperasikan Bandara Phnom Penh yang baru, Bandara Internasional Techo.[6][7]

Pada tanggal 16 Mei 2025, Perdana Menteri Hun Manet menyatakan bahwa Bandara Pochentong akan dilestarikan sebagai situs bersejarah, dengan mengakui asal-usulnya sebagai karya Yang Mulia Raja Ayah Norodom Sihanouk. Pelestarian ini bertujuan untuk melindungi infrastruktur penting dan untuk menghormati sejarah dan ingatan bangsa.[8]

Mantan maskapai penerbangan dan tujuan

Penerbangan terakhir di Bandara Internasional Phnom Penh beroperasi pada tanggal 8 September 2025, setelah itu semua penerbangan dipindahkan ke Bandara Internasional Techo pada tanggal 9 September.

Penumpang

*Destinasi pada saat penutupan bandara pada 8 September 2025:

MaskapaiTujuan
AirAsia Kuala Lumpur
Air China Beijing-Capital
All Nippon Airways Tokyo-Narita
Asiana Airlines Seoul-Incheon
Bangkok Airways Bangkok-Suvarnabhumi
Cambodia Airways Bangkok-Suvarnabhumi, Beijing-Daxing, Chengdu-Tianfu, Macau, Shenzhen, Singapore
Cambdoia Angkor Air Guangzhou, Haikou, Hanoi, Ho Chi Minh City, Macau, Nanchang, Nanning, Shanghai-Pudong, Siem Reap, Sihanoukville, Zhengzhou
Cathay Pacific Hong Kong
China Airlines Taipei-Taoyuan
China Eastern Airlines Kunming, Nanning, Shanghai-Pudong
China Southern Airlines Beijing-Daxing, Guangzhou, Nanning, Shenzhen
Emirates Dubai-International
EVA Air Taipei-Taoyuan
Hainan Airlines Shenzhen
Indonesia AirAsia Denpasar/Bali, Jakarta-Soekarno-Hatta
JC International Airlines Guangzhou, Kunming, Macau
Jetstar Asia Singapore
Korean Air Seoul-Incheon
Lanmei Airlines Bangkok-Suvarnabhumi, Changsha, Guangzhou, Ho Chi Minh City, Kuala Lumpur, Nanning, Wenzhou, Wuhan
Malaysia Airlines Kuala Lumpur
Myanmar Airways International Yangon
Philippine Airlines Manila
Qatar Airways Doha
Shenzhen Airlines Guangzhou, Shenzhen
Singapore Airlines Singapore
Sky Angkor Airlines Bangkok-Suvarnabhumi, Kunming, Macau, Seoul-Incheon, Nanning
Spring Airlines Guangzhou, Nanning, Shanghai-Pudong, Shenzhen
Thai AirAsia Bangkok-Don Mueang, Phuket
Thai Smile Bangkok-Suvarnabhumi
Vietnam Airlines Hanoi, Ho Chi Minh City, Vientiane
Xiamen Airlines Fuzhou, Xiamen

Kargo

MaskapaiTujuan
Cathay Cargo Hong Kong, Penang, Singapore
Emirates SkyCargo Dubai-Al Maktoum
Etihad Cargo Abu Dhabi
K-Mile Air Bangkok-Suvarnabhumi
Qatar Airways Cargo Doha, Hyderabad
SF Airlines Shenzhen
Turkish Cargo Hyderabad, Istanbul

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ^ https://www.streetinsider.com/Globe+Newswire/VINCI+Airports+%E2%80%93+2019+Traffic/16346960.html
  2. ^ Cripps, Karla (2023-10-18). "Cambodia's newest and biggest airport opens to commercial flights". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04.
  3. ^ "Map 12. Administrative Areas in Phnom Penh Municipality by District and Commune" (PDF). Statistics Bureau of Japan. Diakses tanggal 16 Mei 2020.
  4. ^ Horng, Pengly (2025-05-13). "Phnom Penh's new Techo International Airport to begin operations in July, SSCA says - Khmer Times" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-04.
  5. ^ Keeton-Olsen, Danielle. "In Cambodia's Siem Reap, $880m airport faces hurdles to success". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04.
  6. ^ "VINCI wins rights to manage Phnom Penh's new airport as French-Cambodian entente cordiale takes off". CAPA - Centre for Aviation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04.
  7. ^ Cambodia, B2B (2022-02-08). "VINCI Airports Set To Operate Techo International Airport After Signing MoU". b2b-asianews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  8. ^ Ratana (2025-05-16). "PM: Phnom Penh International Airport will not be sold to any party (VIDEO) - Khmer Times" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-04.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement