Banaspati

Banaspati (bahasa Jawa: ꦧꦤꦱ꧀ꦥꦠꦶ, translit. banaspati, bahasa Sunda: ᮘᮔᮞ᮪ᮕᮒᮤ, bahasa Bali: ᬩᬦᬲ᭄ᬧᬢᬶ, translit. banaspati, Jawa kuno: banaspati, Sanskerta: वनस्पति, romanized: vanaspati) merupakan salah satu sosok dalam mitologi dan cerita rakyat di Indonesia yang digambarkan sebagai makhluk halus berwujud api. Dalam tradisi masyarakat, Banaspati dikenal sebagai hantu atau roh dengan elemen utama api, yang dipercaya muncul dalam berbagai wujud dan nama di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa dan Kalimantan.[1]

Banaspati sering digambarkan dalam dua wujud utama yaitu sebagai bola api yang melayang atau pusaran api, serta sebagai manusia terbakar yang berjalan dengan posisi terbalik, yaitu kaki menghadap ke atas. Sosok ini dikenal dalam budaya lokal sebagai bagian dari tradisi mistis, cerita rakyat, maupun dalam praktik kebatinan tertentu.[2]

Penampilan

Banaspati memiliki variasi wujud yang berbeda-beda menurut daerah dan kepercayaan masyarakat. Wujud yang paling umum dikenal adalah bola api kecil yang melayang di udara, tetapi ukurannya bisa membesar ketika menghadapi korban yang ketakutan. Selain itu, terdapat wujud manusia api yang berjalan menggunakan tangan dengan kaki menghadap ke atas, sementara lidah api menjulur dari mulutnya. Fenomena bola api ini tidak hanya muncul di cerita rakyat, tetapi juga terlihat pada relief candi di Jawa, di mana sosok yang serupa digambarkan sebagai kepala raksasa atau kala.[3] Relief ini umumnya terletak di ambang pintu masuk ruang suci candi, berfungsi sebagai simbol penjaga yang dipercaya dapat menangkis pengaruh negatif atau roh jahat.[4][5]

Jenis

Dalam kepercayaan masyarakat, Banaspati dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara mereka bergerak dan mencari mangsa. Beberapa jenis yang tercatat antara lain:

Banaspati Geni

Banaspati geni bersenyawa dengan udara dan mengandalkan elemen api. Udara dianggap sebagai sumber kekuatannya, sedangkan rasa takut dari manusia menjadi bahan untuk memperkuat energi api. Jenis ini dipercaya dapat melayang dari satu tempat ke tempat lain dan memangsa manusia melalui interaksi dengan udara di sekitarnya.[5]

Banaspati Tanah Liat

Banaspati tanah liat biasanya ditemukan di hutan dan diyakini berburu mangsa dengan cara mengisap energi atau darah korban. Masyarakat percaya bahwa orang yang tidak menyentuh tanah secara langsung, misalnya menggunakan alas kaki, lebih rentan menjadi target. Oleh karena itu, berdiri di atas tanah tanpa alas kaki dianggap cara aman untuk menghindari serangan Banaspati tanah liat.[5]

Banaspati Banyu Biru

Banaspati banyu biru diyakini memiliki kemampuan untuk menyatu dengan air, sehingga apinya tidak padam meski berada di lingkungan basah. Dalam cerita rakyat, Banaspati Banyu Biru memiliki jurus yang memungkinkannya bergerak di antara air dan api secara bersamaan.[5]

Berbagai daerah di Indonesia memiliki versi lokal dari fenomena Banaspati, masing-masing dengan nama dan bentuk yang berbeda. Di Sumatera dikenal Suluah, berupa bola api yang bergerombol dan kadang dikaitkan dengan makhluk gaib seperti Orang Bunian. Di Madura terdapat Kemangmang, sosok tanpa kaki yang membawa obor, sedangkan versi Jawa dari Kemangmang digambarkan sebagai manusia terbakar dengan kepala menghadap ke bawah. Di Kalimantan dikenal Suluh, digambarkan sebagai anak kecil dengan ujung jari yang menyala dan sering muncul di sekitar pantai. Sementara di Jawa terdapat Welthok, yang mirip dengan Suluh tetapi berbentuk kepala menyala yang dikabarkan mencari ikan atau udang. Variasi ini mencerminkan adaptasi cerita Banaspati terhadap budaya dan lingkungan lokal di masing-masing daerah.[1][6]

Banaspati dalam budaya populer

Serial Halfworlds yang diproduksi oleh HBO Asia merupakan salah satu serial bergenre fantasi gelap yang mengangkat dunia tersembunyi para makhluk gaib di tengah kehidupan modern di Asia, termasuk Indonesia. Dalam serial ini, sosok Banaspati ditampilkan sebagai salah satu jenis makhluk gaib dengan karakteristik tertentu yang terinspirasi dari mitologi lokal. Representasi tersebut diperankan melalui beberapa tokoh, yaitu Bandi yang dimainkan oleh Cornelio Sunny, Gorga oleh Alex Abbad, serta Hasan oleh Verdi Solaiman, yang masing-masing menghadirkan interpretasi berbeda terhadap sosok Banaspati dalam narasi serial tersebut.[7][8]

Mitologi

Beberapa sumber mengaitkan Banaspati dengan mitologi India, khususnya sosok Kirthimukha, kepala raksasa yang muncul dalam arsitektur candi. Menurut literatur, Kirthimukha lahir dari kemarahan Dewa Siwa untuk menaklukkan makhluk jahat Rahu. Kemunculan Banaspati dalam tradisi Jawa, seperti dalam relief candi, dianggap sebagai adopsi dari simbol penjaga ini.[9][10]

Dalam sejarah lokal, Banaspati juga dikaitkan dengan era Kerajaan Majapahit. Dalam hikayat, Banaspati disebut sebagai raja lautan yang memimpin bangsa siluman berapi, dan banyak manusia menjadi korban keganasannya. Legenda menceritakan bahwa Banaspati akhirnya dikalahkan oleh Nabi Khidir, tetapi keturunannya tetap hidup hingga beberapa generasi kemudian.[4]

Penjelasan ilmiah

Fenomena bola api yang dikaitkan dengan Banaspati dapat dijelaskan dari sudut pandang sains. Fenomena ini mirip dengan Ignis Fatuus atau Will-o’-the-Wisp,[11] cahaya yang muncul secara alami di rawa, hutan, atau area lembap akibat gas metana (CH₄) dan fosfin (PH₃) dari pembusukan bahan organik. Gas ini dapat terbakar ketika bertemu oksigen, menghasilkan nyala api kecil berwarna biru yang tampak melayang karena massa gas yang lebih ringan daripada udara. Kondisi atmosfer, kelembapan tinggi, suhu hangat, dan perbedaan tekanan udara juga mempengaruhi munculnya cahaya ini, menciptakan ilusi bola api yang bergerak sendiri di malam hari. Fenomena serupa ditemukan di Eropa dan Asia, di mana dipercaya sebagai roh atau makhluk mistis yang menyesatkan manusia.[12][13][14]

Referensi

  1. ^ a b Bhuana Ilmu Populer, PT, ed. (2020). Komik hantu Nusantara. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. ISBN 978-623-216-718-6.
  2. ^ Liputan6.com (2025-06-26). "Kisah Urban Legend Banaspati dan Asal-Usulnya". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-03-27. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  3. ^ Tsabit, Dra Adjeng Hidayah; lic.rer.reg, Prof Dr-Ing Ir Sri Pare Eni (2023-10-17). Arsitektur Kuno Kerajaan-kerajaan Jawa Timur (Kediri, Singasari, dan Majapahit) di Indonesia. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. ISBN 978-602-425-138-3.
  4. ^ a b Mardiastuti, Aditya. "Apa itu Banaspati? Ini Kisah Asal-usulnya". detikjabar. Diakses tanggal 2026-03-27.
  5. ^ a b c d CS, Trio Hantu (2016-07-01). #Hantupedia: Ensiklopedia Hantu-Hantu Nusantara. MediaKita. ISBN 978-979-794-521-3.
  6. ^ WAW, STUDIO CAK (2020-01-13). KOMIK HANTU NUSANTARA : TRAGEDI RUMAH HANTU. Bhuana Ilmu Populer. ISBN 978-623-216-718-6.
  7. ^ Yusuf, Selviyanti (2016-08-08). Mythical Creatures of Asia: Mitologi Monster Benua Asia. Mizan Fantasi. ISBN 978-979-433-949-7.
  8. ^ Duncan, Rebecca (2023-06-15). Edinburgh Companion to Globalgothic (dalam bahasa Inggris). Edinburgh University Press. ISBN 978-1-3995-1059-2.
  9. ^ Lee-Niinioja, Hee Sook (2022-02-10). The Continuity of Pre-Islamic Motifs in Javanese Mosque Ornamentation, Indonesia (dalam bahasa Inggris). Archaeopress Publishing Ltd. ISBN 978-1-80327-049-4.
  10. ^ Sagara, Nyoman Yoga (2000). Mengenal Barong & Rangda. Pāramita.
  11. ^ Nuwer, Rachel (2025-12-01). "The Mystery of Ghostly Will-o'-the-Wisps May Finally Be Solved". Scientific American (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-27.
  12. ^ antaranews.com (2025-10-29). "Kemunculan banaspati "bola api" di hutan Jawa menurut ilmu sains". Antara News. Diakses tanggal 2026-03-27.
  13. ^ "Banaspati Bola Api Pemakan Manusia: Antara Mitos Legenda dan Penjelasan Sains". Banaspati Bola Api Pemakan Manusia: Antara Mitos Legenda dan Penjelasan Sains (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-27.
  14. ^ Kompas.com. (2025, November 10). Bukan makhluk gaib, ini penjelasan sains tentang banaspati.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement